Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Min Jun 24, 2018 8:34 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 17 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 2:12 pm 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 113 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Komodo dan Nasionalisme Buta Kita

Di tengah minimnya kabar baik, berita soal komodo masuk sebagai salah satu nomine 7 Keajaiban Dunia Baru oleh New 7 (Seven) Wonders of Nature tentu membuat bahagia. Setidaknya, akan ada satu lagi kekayaan Indonesia yang mendapat pengakuan dari dunia internasional.

Maka, berbondong-bondonglah berbagai figur publik menyerukan agar bangsa Indonesia menunjukkan nasionalismenya lewat mendukung komodo. Caranya? Dengan mengirim SMS ke 9818. Awalnya, SMS dukungan ini bernilai Rp 1000, sekarang, demi menggalakkan dukungan, SMS-nya hanya dikenai biaya Rp 1.

Pendukung kampanye ini tidak main-main. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi duta resmi pemenangan Pulau Komodo. Dari DPRD Manggarai Barat, sembilan hakim agung Mahkamah Konstitusi, MPR, berbagai pimpinan media massa dan pengusaha nasional, selebritas semacam Fadli 'Padi' dan RAN, Slank, bahkan sampai Presiden SBY pun menyerukan dukungan.

Kerjasama dengan empat provider telekomunikasi pun dilakukan demi melancarkan pemilihan via SMS. Saking menggilanya jumlah kiriman SMS untuk memenangkan Pulau Komodo, penyedia layanan SMS Mobilink pun sampai menaikkan kapasitas servernya. Bisa dipastikan, menjelang masa berakhirnya masa pemilihan pada 11 November nanti, dukungan akan semakin meningkat.

Jusuf Kalla memperkirakan, Pulau Komodo membutuhkan 30 juta suara untuk menang. Nah, sudah berapa banyak dukungan yang diperoleh Pulau Komodo sampai sekarang? Ketua Pendukung Pemenangan Komodo, aktivis lingkungan Emmy Hafild mengaku saat ini pendukung Komodo sudah mencapai puluhan juta, meskipun tidak boleh disebutkan detail berapa tepatnya voters yang mendukung Komodo.

Alasannya, "Peraturan dari panitia penyelenggara The 7 Wonders melarang peserta memberikan rincian voters karena kompetisi ini tidaklah menggunakan penghargaan juara satu, dua dan tiga," Jelas Emmy Hafild kepada wartawan.

Maladewa termasuk salah satu negara yang masuk dalam nomine 7 Keajaiban Dunia Baru ini, tapi kemudian memutuskan mundur. Alasannya? Seperti tercantum dalam situs resmi pemasaran dan hubungan masyarakat Maladewa, bahwa penyelenggara tidak transparan dalam menjelaskan bagaimana cara mereka menghitung dukungan.

Itu baru satu alasan. Yang lainnya adalah biaya-biaya tak terduga yang terus meningkat jumlahnya. Mereka menyebut harus membayar sponsor platinum mencapai $350 ribu; dua biaya sponsor emas dengan total $420 ribu, mensponsori tur dunia dengan menerima kunjungan delegasi, menyediakan perjalanan balon udara, penerbangan, akomodasi, kunjungan wartawan; biaya $1 juta dolar bagi penyedia layanan telepon untuk berpartisipasi dalam kampanye New7Wonders; dan $1 juta lagi agar maskapai Maladewa bisa menempelkan logo New7Wonders di pesawat-pesawat mereka.

Biaya-biaya ini sangat besar hanya demi sebuah predikat 'ajaib'. Toh selama ini reputasi komodo sebagai tujuan wisata dunia juga sudah diakui.

Selain itu, bukankah biaya jutaan dollar itu bisa lebih baik digunakan untuk sebuah kampanye wisata Indonesia yang terencana (semacam Malaysia dengan Truly Asia-nya atau Thailand lewat Amazing Thailand-nya) daripada demi membayar biaya-biaya lisensi pada sebuah perusahaan yang tidak jelas reputasinya?

Yang perlu diingat lagi, bahwa lembaga New7Wonders yang mengadakan kompetisi ini sama sekali tidak terhubung dengan lembaga UNESCO di bawah PBB.

UNESCO sudah lebih dulu menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia pada 1986.

Bahkan, UNESCO sampai mengeluarkan pernyataan tersendiri demi menegaskan bahwa apa yang mereka lakukan dengan penetapan Situs-Situs Warisan Dunia sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh New7Wonders.

Sejak 2007, UNESCO menyatakan bahwa mereka sudah berkali-kali diajak bekerjasama oleh organisasi milik Bernard Weber ini, tapi mereka memilih untuk tidak berpartisipasi. Lembaga PBB biasanya menggunakan bahasa-bahasa yang diplomatis.

Maka ketika UNESCO mengatakan, "tidak ada yang bisa dibandingkan antara kampanye media yang dilakukan Tuan Weber dengan pekerjaan ilmiah dan proses pendidikan yang kami lakukan di UNESCO sehingga menghasilkan daftar situs-situs Warisan Dunia," itu artinya mereka sedang memberi peringatan keras akan cara kerja lembaga ini.

Lalu, kenapa kita masih ngotot memenangkan komodo dalam kompetisi yang tidak jelas cara penjuriannya ini? Yang jika kita menang pun, kita masih harus membayar biaya-biaya tinggi demi meraih pengakuan internasional?

Sebegitu hauskah kita akan pengakuan internasional dari lembaga yang reputasinya tidak jelas? Apa yang menurut Anda membuat berbagai figur publik seolah terbutakan akan fakta-fakta yang tersedia dan secara membuta mendukung komodo?

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 2:16 pm 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 113 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Pernyataan resmi dari UNESCO

Link: http://whc.unesco.org/en/news/352

UNESCO confirms that it is not involved in the "New 7 wonders of the world" campaign

In order to avoid any damaging confusion, UNESCO wishes to reaffirm that there is no link whatsoever between UNESCO's World Heritage programme, which aims to protect world heritage, and the current campaign concerning "The New 7 Wonders of the World".

This campaign was launched in 2000 as a private initiative by Bernard Weber, the idea being to encourage citizens around the world to select seven new wonders of the world by popular vote.

Although UNESCO was invited to support this project on several occasions, the Organization decided not to collaborate with Mr. Weber.

UNESCO's objective and mandate is to assist countries in identifying, protecting and preserving World Heritage.

Acknowledging the sentimental or emblematic value of sites and inscribing them on a new list is not enough. Scientific criteria must be defined, the quality of candidates evaluated, and legislative and management frameworks set up.

The relevant authorities must also demonstrate commitment to these frameworks as well as to permanently monitoring the state of conservation of sites. The task is one of technical conservation and political persuasion.

There is also a clear educational role with respect to the sites' inherent value, the threats they face and what must be done to prevent their loss.

There is no comparison between Mr Weber's mediatised campaign and the scientific and educational work resulting from the inscription of sites on UNESCO's World Heritage List*. The list of the "7 New Wonders of the World" will be the result of a private undertaking, reflecting only the opinions of those with access to the internet and not the entire world.

This initiative cannot, in any significant and sustainable manner, contribute to the preservation of sites elected by this public.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 2:18 pm 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 113 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Situs Resmi Pemasaran dan Hubungan Masyarakat Maladewa

Link: http://www.visitmaldives.com/en/news_posts/97

Maldives withdraws from New7Wonders of Nature competition, citing concerns over escalating fees

The Maldives has decided to immediately and unilaterally withdraw from the New7Wonders of Nature competition because of the New7Wonders organiser’s demand for expensive license fees and sponsorship packages in order to compete meaningfully in the remainder of the competition.

“With regret, we are withdrawing from this competition because of the unexpected demands for large sums of money from the New7Wonders organisers. We no longer feel that continued participation in this competition is in the economic interests of the Maldives,” said Thoyyib Mohamed, Minister of State for Tourism, Arts and Culture, and Chairman of the Maldives Marketing and PR Corporation (MMPRC).

The Maldives originally agreed to participate in the New7Wonders of Nature competition in early 2009 and paid a participation administration fee of $199. However, the details of the joint initiatives and escalating costs were not clearly outlined prior to signing. Recently, the New7Wonders organisers have repeatedly asked the Maldives to pay significantly more money, including:

- A Platinum sponsorship license fee at US $350,000.
- Two Gold sponsorship license fees at US $210,000 each.
- The sponsorship of a ‘World Tour’ event, whereby the Maldives would pay for a delegation of people to visit the country, provide hot air balloon rides, press trips, flights, accommodation, communications etc.
- US $1,000,000 license fee for a national telecom provider to participate in New7Wonders campaign – later reduced to US $500,000 on appeal.
- US $1,000,000 license fee for a Maldives based airline to display logo on aircraft.

The MMPRC repeatedly asked the New7Wonders organisers if there was a way to stay in the competition without paying significant sums of money. The New7Wonders organisers eventually stated that the Maldives could host a “protocol visit” for a delegation of the New7Wonders organisers, in which the Maldives would incur “flights and logistical costs etc.” The New7Wonders organisers pointed out, however, that “in our previous campaign for the man made Official New7Wonders of the World, all the winners had highly successful World Tour Events” and added “you do need sponsorship to participate fully in initiatives such as the World Tour event visit”

While the Maldives has invested considerable time and effort in campaigning for the New7Wonders of Nature competition, the country has not spent significant sums of money on the campaign. After extensive discussions with tourism industry stakeholders, the Maldives has decided to withdraw from the competition with immediate effect.

The Maldives would like to note the press release from UNESCO dated July 9, 2007 which states: “Although UNESCO was invited to support this (the previous“New7Wonders of the World” competition) project on several occasions, the Organisation decided not to collaborate”

The Maldives further notes concerns raised by lawyers acting for the Indonesia Ministry of Tourism, in regards to Komodo Island’s participation in the New7Wonders of Nature competition.

Finally, the Maldives is perplexed with the recent inconsistent patterns of the rankings of the competitors at this stage of the competition and the lack of detailed information and transparency as to how this is calculated.
For more information please contact Mohamed Adam on +960 333 1826 or email mode@visitmaldives.com

END

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 4:46 pm 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Rab Jul 20, 2011 8:18 pm
Post: 256
Lokasi: Tangerang Selatan
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
gue termasuk yg tidak sms, tapi bukan berarti tidak mendukung keberadaan komodo. kalo menurut gue komodo itu lebih butuh kelestarian lingkungan dan habitat buka ketenaran dan kepopuleran. kemaren udah ada berita kalau banyak turis2 asing pada antri untuk bisa masuk ke kawasan taman nasioanal komodo, terus ada foto api sea games lg disana lengkap dengan 2 ekor komodo. apa ini bagus? ya, untuk pariwisatanya. tp apa baik untuk komodonya? jujur gue ga tau, tp dengan banyaknya orang yg datang kesana apa tidak merusak habitat alami mereka yg sudah berumur ratusan tahun?

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 6:26 pm 
Offline
Super Model
Super Model

Bergabung: Sen Jul 18, 2011 11:01 pm
Post: 786
Has Liked: 5 times
Been Liked: 36 times
Setuju ma rhyan
Para peneliti komodo menolak komodo dijadikan new 7wonders apalagi denger2 pulau komodo mau dijadiin bali ke 2. Kalo udah gitu habitat komodo akan terkontaminasi dg banyaknya manusia yg mengunjungi pulau komodo, blm lg bakal dibangin fasilitas2 penunjang spt hotel, restoran yg pasti merusak habitat komodo.
Komodo itu binatang liar yg terbiasa hidup di alam bebas, klo habitatnya sdh terkontaminasi spt itu mereka jd stres, klo sdh stres kemungkinan mreka utk bunuh diri semakin besar, cara mreka bunuh diri ya mreka ga mau makan.
Pada akhirnya nanti, kalo komodo punah, dah gak bisa dapet duit lagi, kita kehilangan lagi fauna khas Indonesia yang terkenal.

_________________
Sudah muak menjadi gay karena dicaci maki oleh homophobes?
Like page ini dan anda akan menemukan jawabannya! : http://www.facebook.com/BeStraightBeProud
Ikuti juga twitter-nya di @StraightProudID


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 31, 2011 10:27 pm 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Sel Agt 02, 2011 8:28 am
Post: 574
Lokasi: Jakarta
Has Liked: 6 times
Been Liked: 7 times
Hahaha gw sih udah dari awal kampanye ini gak pernah sekali pun ngirim sms. Masalahnya gw ngerasa gak masuk akal, masak pemenangnya ditentukan dari voting berdasarkan popularitas? Yang paling banyak yang menang? UNESCO aja dulu gw yakin gak sampe sembrono ini dalam menetapkan 7 keajaiban dunia. Gak sampe harus pake suara terbanyak segala... Dan lucu aja gitu, yang gak ngirim sampe dipertanyakan nasionalisnya.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sel Nov 01, 2011 2:45 pm 
Offline
Super Model
Super Model

Bergabung: Sen Jul 18, 2011 11:01 pm
Post: 786
Has Liked: 5 times
Been Liked: 36 times
Jakarta - Perwakilan Indonesia di Swiss, KBRI Bern telah lama menyelidiki panitia New7 Wonders. Hasilnya diperoleh sejumlah kejanggalan. Bayangkan, alamat kantor yang diklaim berada di sebuah kota di Swiss saja tidak pernah ada.

Duta Besar RI di Swiss Djoko Susilo, dalam surat elektronik yang diterima detikcom, Selasa (1/11/2011) membeberkan sejumlah kejanggalan panitia New7 Wonders. Mulai dari kemunculan asal muasal panitia New7 Wonders hingga keberadaan mereka di mata publik Swiss. Berikut penjelasan KBRI Bern.

1. Desember 2007, N7W mengumumkan peresmian kampanye, pada tahap awal terpilih tiga destinasi wisata di Indonesia untuk masuk nominasi yaitu Taman Nasional Komodo, Danau Toba, dan Anak Gunung Krakatau bersama-sama dengan 440 nominasi dari 220 negara.

2. Agustus 2008, Indonesia mendaftar sebagai OSC dan membayar biaya administrasi masing-masing destinasi US$ 199.

3. Pada 21 Juli 2009, Taman Nasional Komodo menjadi Indonesia National Nominees dan menjadi salah satu dari 28 nominasi finalis.

4. Februari 2010, pihak N7W menawarkan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah deklarasi N7W, yang rencananya dilaksanakan pada 11 November 2010.

5. Setelah melakukan penjajakan dan beberapa kali pertemuan, pada 25 November 2010 Indonesia menyatakan berminat menjadi tuan rumah.

6. Pada 6 Desember, pihak N7W menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah dengan liscense fee sebesar US$ 10 juta.

7. Pada tanggal 29 Desember 2010, keluarlah ancaman dari pihak N7W, melalui Kepala Komunikasi N7W, Eamon Fitzgerald yang memberikan batas waktu sampai 31 Januari 2011 agar pemerintah Indonesia menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah. Jika sampai batas waktu itu tidak ada ketegasan, pihak N7W terpaksa akan menngguhkan status Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis N7W.

8. Todung Mulya Lubis, kuasa hukum Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( dahulu Kembudpar) RI , pada 2 Februari 2011 silam melayangkan surat elektronik kepada pihak N7W dan memprotes rencana eliminasi TNK sebagai finalis itu. Surat tersebut ditanggapi pengacara N7W yang beralamat di London, lima hari kemudian. Isinya, TNK tidak tereliminasi, melainkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (d/h Kemenbudpar) tak lagi bisa menjadi official supporting committee (OSC).

9. Pada 11 Februari 2011, pihak Todung Mulya Lubis mengirim surat via e-mail lagi dan meminta agar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menjadi OSC. Tapi tak ada jawaban untuk surat kedua itu.

10. Tetap masuknya TNK sebagai finalis tanpa keikutsertaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai OSC itu membuat harga diri sebagai bangsa dilecehkan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mewakili Pemerintah Indonesia tak boleh ikut mempromosikan.

11. Ada negara lain yaitu, Maldives, satu dari 28 finalis, pekan lalu menarik diri dari kompetisi yang dilakukan N7W itu. Maldives, sebuah negara kepulauan kecil dekat Sri Lanka, menarik diri karena urusan finansial yang dibebankan N7W.

12. Pada 28 April 2011, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kratif mengutus 8 orang delegasi yang terdiri dari Pejabat kementerian, seorang pengacara dari Kantor Pengacara Lubis, Santosa dan Maulana dan beberapa wartawan nasional untuk mengadakan penyelidikan tentang keberadaan N7W.

13. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, membantu delegasi dari Jakarta untuk mengadakan penyelidikan. Sebagai catatan Duta Besar RI Djoko Susilo sejak kedatangannya pertama kali di Swiss telah berhubungan dengan Pemimpin Redaksi dari Harian Nasional Swiss dan selalu mempertanyakan tentang kredibilitas Yayasan N7W, sangat diherankan para pemimpin Redaksi Harian Nasional Swiss tidak mengenal keberadaan Yayasan N7W.

14. Tim dari Jakarta yang dibantu oleh staf KBRI Bern mengadakan kunjungan ke alamat yang tertulis sebagai kantor Yayasan N7W: Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8034 Zurich. Ternyata kode pos dari alamat yang diberikan tidak sesuai, seharusnya alamat itu adalah: Hoeschgasse 8, P.O. Box 1212, 8008 Zurich, di mana terdapat museum Heidi Weber yang diarsiteki oleh Le Corbusier dan selesai dibangun pada tahun 1967. Museum itu hanya buka pada musim panas (Juni, Juli, Agustus) dari jam 14.00 - 17.00.

15. Tim dari Jakarta juga mendatangi kantor Pengacara Patrick Soemmer dari Kantor Pengacara CMS von Erlach Henrici Ltd, untuk mendapatkan bantuan.

16. Sebagai yayasan, keberadaan N7W cukup unik. Yayasan ini tak jelas alamatnya, kecuali alamat e-mail-nya, hanya tertulis N7W berdiri di Panama, berbadan hukum Swiss, dan pengacaranya berada di Inggris.

17. Di mata masyarakat Swiss sendiri Yayasan N7W tidak dikenal, dan bukan bagian dari UNESCO.

18. Sebagaimana diketahui, pada 1991, Taman Nasional Komodo bersama Taman Nasional Ujungkulon, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan oleh UNESCO dimasukkan sebagai warisan dunia. Karena reputasi UNESCO sebagai badan khusus PBB yang didirikan pada 1945 itu jauh melampaui N7W, ada baiknya kita tidak terpancing oleh aturan main N7W.

"KBRI Bern meragukan kredibilitas Panitia atau yayasan tersebut dan mengimbau agar publik di tanah air berhati hati," tutur Djoko.

http://www.detiknews.com/read/2011/11/0 ... -kbri-bern

_________________
Sudah muak menjadi gay karena dicaci maki oleh homophobes?
Like page ini dan anda akan menemukan jawabannya! : http://www.facebook.com/BeStraightBeProud
Ikuti juga twitter-nya di @StraightProudID


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sel Nov 01, 2011 9:11 pm 
Offline
Vice Prime Minister
<b>Vice Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 2:05 pm
Post: 2031
Has Liked: 22 times
Been Liked: 39 times
Wah, tambah seru nih.
Jadi penasaran gimana reaksi Pak JK dkk yg menggebu-gebu menjadikan Pulau Komodo sbg N7W

_________________
Believe nothing, no matter where you read it, or who said it, no matter if I have said it, unless it agrees with your own reason and your own common sense.

Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 10, 2011 10:05 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sen Jul 25, 2011 1:31 pm
Post: 96
Lokasi: ban-dunk
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
kirain gw doank yg beranggapan komodo dijadikan keajaiban dunia adalah hal yg tdk masuk akal.

gw liat di tv, komodonya digangguin, marah dah tuh komodonya. gw pikir apa2an sih, kasian kan komodonya. mending urus tuh candi borobudur drpd gangguin komodo.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 13, 2011 1:40 pm 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Sen Agt 01, 2011 8:30 am
Post: 434
Has Liked: 0 time
Been Liked: 4 times
ahirnyaa komodo masuk salah satu new seven wonderss... ayeeey.. hehe

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 13, 2011 7:22 pm 
Offline
Minister of Story and Counseling
<b>Minister of Story and Counseling</b>
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 7:47 pm
Post: 1298
Lokasi: Jakarta Barat
Has Liked: 5 times
Been Liked: 89 times
Allhamdulilah ya...sesuatu banget deh...wkwkwkwkwkwkwkwk

_________________
Sebesar CINTA yang kau tanamkan, Sedalam itu pula kebencian yang kau berikan...
Karena CINTA tak harus memiliki...


Gambar

I miss my Green Rose ... Gambar

My Pin ... (Sorry, I just close my heart for one MAN who I LOVE) ...


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 13, 2011 7:35 pm 
Offline
Super Star
Super Star
Avatar user

Bergabung: Sel Agt 09, 2011 12:10 am
Post: 270
Lokasi: In Wrecked Mind
Has Liked: 1 time
Been Liked: 8 times
gusdar menulis:
Wah, tambah seru nih.
Jadi penasaran gimana reaksi Pak JK dkk yg menggebu-gebu menjadikan Pulau Komodo sbg N7W


biasalah kebutaan orang tolol..

ngga ngerti tapi SOK dingerti ngertiin...

:kill: :kill: :kill: :kill:


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 13, 2011 10:24 pm 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Sel Agt 02, 2011 8:28 am
Post: 574
Lokasi: Jakarta
Has Liked: 6 times
Been Liked: 7 times
chris.evan menulis:
ahirnyaa komodo masuk salah satu new seven wonderss... ayeeey.. hehe

Entah kenapa gw gak bangga, soalnya perolehannya melalui voting sms sih... Kurang obyektif.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Nov 14, 2011 3:13 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Sen Agt 01, 2011 8:30 am
Post: 434
Has Liked: 0 time
Been Liked: 4 times
Solstice menulis:
chris.evan menulis:
ahirnyaa komodo masuk salah satu new seven wonderss... ayeeey.. hehe

Entah kenapa gw gak bangga, soalnya perolehannya melalui voting sms sih... Kurang obyektif.


gw jg biasa aja sh, tapi dengan adanya berita ini, smoga memberikan pengaruh yang baik terhadap indonesia

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Nov 16, 2011 10:03 pm 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 9:57 pm
Post: 264
Has Liked: 16 times
Been Liked: 4 times
Kayaknya lembaga N7W tuh ga kredibel deh. Masa penentuan gitu lewat voting, ga ilmiah banget. Kayaknya mereka mau ngeruk uang negara kita aja.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 17, 2011 1:45 am 
Offline
Senior Minister
<b>Senior Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:30 pm
Post: 4251
Lokasi: Luxurious Red Roses Mansion of Golden Dragon
Has Liked: 2 times
Been Liked: 8 times
Deskripsi diri: Guess by yourself.
aneh...
N7W ajah lembaga na engga jelas.
tapi kenapa kita para masyarakat luas malah dibodohi dengan iklan2 yang menyesatkan itu selama berminggu2 di televisi yah?
bener2 ga masuk akal.
mungkinkah N7W yang terlalu pintar sehingga mampu membodohi masyarakat kita yah?

_________________
Gambar

Gambar Gambar Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 18, 2011 10:53 am 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Rab Agt 03, 2011 12:28 am
Post: 268
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
yg gak masuk dilogika adalah kenapa pemilihan sesuatu yg bersifat ilmiah n natural seperti itu harus lewat voting kayak reality show pencarian bakat...???

_________________
To him, I might be this creative genius, a spiritual enthusiast with whom he can spend hours discussing the illusion of self.

To him, I might be a unique blend of lowbrow jokes and complicated quantum theory.

To him, I might be the perfect friend. But deep down, I’m just in love...


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 17 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. KITA DAN TUHAN

Erwin

1

353

Sen Jun 24, 2013 10:54 pm

inner handsome Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Terkadang kita lupa

rainbow.noblees

6

529

Kam Nov 09, 2017 9:45 am

FukuMits Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. ARAH TUJUAN KITA...

BloggerBaper

12

713

Jum Feb 09, 2018 11:35 am

BloggerBaper Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Adele Bayar Pajak 50%, Kita???

alamsemesta

14

717

Rab Apr 18, 2012 5:31 pm

alamsemesta Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. bagaimana cara kita memandang T U H A N ?

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3, 4, 5 ]

budibaik

83

3608

Jum Des 21, 2012 12:09 am

VayneAurelius Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Membuat Pilihan : Sanggupkah Kita?

The Hidden

9

466

Rab Des 23, 2015 2:10 pm

james marshal Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. (for Unmarried Gay above 30+) Masa depan kita??

samurai

10

1172

Min Okt 29, 2017 11:22 pm

Rungrado Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Berbohong Mengenai Situasi HAM Negara Kita??

koinz

11

694

Sen Mei 28, 2012 6:57 pm

Srafime Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. AYO.... KITA RAYAKAN TAHUN BARU BERSAMA....

Erwin

9

655

Rab Des 25, 2013 10:26 pm

inner handsome Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan

safire

12

654

Sen Mei 19, 2014 7:06 am

safire Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. MEREKA BERSAMA KITA HINGGA AKHIR

Erwin

0

263

Sab Apr 02, 2016 2:59 am

Erwin Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. FILM INSIDE OUT (2015) MENGINGATKAN KITA, BAHWA....

Erwin

0

357

Rab Mar 02, 2016 10:19 pm

Erwin Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Tempat Nongkrong and Kenalan PLU kayak kita(JAKARTA)

BloggerBaper

2

562

Kam Jun 15, 2017 8:12 am

BloggerBaper Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. CUCKOLD (fetish menonton BF selingkuh d dpan kita)

pendaftaran

13

930

Sab Mar 24, 2018 1:37 pm

pendaftaran Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. AYO, KITA BERBAGI CERITA TENTANG KESALAHAN MASA LALU....

Erwin

7

609

Sel Okt 27, 2015 11:34 am

ciikoo Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Google [Bot] dan 16 tamu


gay Komodo dan Nasionalisme Buta Kita Indonesia
gay AYO, KITA BERBAGI CERITA TENTANG KESALAHAN MASA LALU.... Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO