Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Min Des 17, 2017 3:30 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 2 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sel Des 25, 2012 4:12 pm 
Offline
new

Bergabung: Sel Des 25, 2012 4:02 pm
Post: 2
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Dear all, saya menemukan tulisan ini yang mungkin bisa jadi refleksi perenungan bersama :) very inspiring!

http://manislegit.blogspot.com/2011/05/ ... bunyi.html

Kutipan:
Hi Janji yang tertunda itu akan kubalas dengan cerita...

Kamu boleh setuju, tidak pun boleh-boleh saja. esensi pertemanan kita kan tidak pamrih tapi membiarkan dua orang dengan pribadi yang berbeda tampil apa adanya dan bebas dari penghakiman :)

Dari kecil, Aku selalu diajar Ibuku bahwa Gusti Allah itu penuh kasih.

Lepas dari ritual keagamaan, Ibuku punya caranya sendiri untuk mengajarku berbicara padaNYA.

Mungkin engkau menyebutnya berdoa. Tapi sedari kecil aku ndak pernah tuh disuruh berdoa sama Ibu.

"Ayo, bicara padaNYA... karena nanti, kalau kau sudah besar, kamu pasti akan dihadapkan pada situasi dan kondisi dimana bahkan kepadaku, Ibumu ini, engkau tak bisa mengadu. Engkau tak bisa meminta hatimu tentram dengan bicara padaku. Bicaralah padaNYA... tapi jangan hanya saat engkau gundah. Kabarkan padanya berita baik. Supaya saat engkau sedih dan butuh dihibur, IA akan dengan suka hati menerimamu dan mendengar cerita duka"

Kata Ibuku, Tuhan itu sumbernya kasih.

Apapun caranya Aku bicara denganNYA, IA akan selalu bisa mendengar. Mendengar apa yang ada di benak, bahkan pada relung yang paling dalam.

Aku ndak pernah diajar Ibu tentang firman Tuhan.

Tapi Ibu selalu berkata, bahwa firman Tuhan hidup dalam benakmu.

Maka dari itu, dengarkan benakmu dengan sungguh.

Karena di dalamnya Tuhan sudah menyuntikkan firman.

Ibarat komputer, firman Tuhan seperti software yang niscaya ada didalamnya.

Cara yang aneh belajar tentang Tuhan boleh lah kau bilang begitu.

Tapi, buatku pribadi, apa yang diajarkan oleh Ibuku ini, sukses mengantarkanku selamat melewati naik dan turunnya hidup.

Karena Aku merasa IA selalu dekat.

Karena Aku merasa IA tak pernah melupakan.

Karena Aku merasa IA menghiburku selalu saat duka.

Sedikit lepas dari alur cerita, mungkin inilah yang membuatku tidak pernah percaya konsep neraka.

Kalau neraka itu seperti surga, sebuah muara keabadian. Lalu untuk apa menghukum seseorang terus-menerus dan tak memberi kesempatan untuk memperbaiki?

Bisakah penghuni neraka naik kelas pindah ke surga?

Apa maksudNYA menciptakan siksa yang abadi?

Kalau surga itu tempat penuh kebahagian yang tak berkesudahan, apakah justru tidak menimbulkan kebosanan?

esensi dari penghukuman adalah supaya kita belajar? lalu, kalau dihukum dalam keabadian, pelajaran apa yang bisa kita ambil?

Penghukuman tak berujung bukankah bertentangan dengan kodrat Tuhan yang katanya penuh kasih ya?

Ah, sudahlah, dalam ranah agama yang kamu anut dan dalami dengan sungguh-sungguh sampai belajar ke Amerika sana, pemikiranku tentang ini sah saja engkau cap dengan kata k-e-b-l-i-n-g-e-r :)

Tapi ada satu hal yang ingin Aku sampaikan berkenaan dengan ucapanmu kemarin.

Dari kecil, aku selalu diajarkan untuk selalu jujur. jujur pada diriku sendiri. belajar untuk selalu peka mendengarkan benak. mendengarkan nurani.

keputusan yang diambil, dijalankan dengan hati penuh. Dengan sepenuhnya sadar mengenai konsekuensi apa yang akan terjadi dan dijalani berkenaan dengan keputusan yang ada.

Pergumulan bahwa sejatinya Aku ndak pernah secara seksual tertarik dengan perempuan pun tidak mudah.

Tidak ada kata m-u-d-a-h untuk keputusan menerima kondisi sedemikian.

Sehubungan dengan ini, Aku dari kecil selalu merasa domba hitam yang berjalan pada sisi lain sebuah pagar nyaman dimana didalamnya domba-domba putih berkumpul dengan nyaman dan terkadang mereka berbarengan menatapku dengan pandangan penuh makna.

Aku aneh dimata mereka. hell yeah, Aku pun menganggap diriku juga aneh kok. anomali.

Tapi, bisa apa Aku?

Aku bisa saja sih dengan semir mengubah rambut dan buluku menjadi putih. Sama seperti mereka.

Dan itu berarti, aku harus menyemir rambutku seumur hidup.

Lebih dari itu, Aku harus hapal buku "bagaimana cara menjadi domba putih" seumur hidupku. Dan mengamalkan isinya seumur hidup.

Bisa saja sih. Toh, katanya, kalau sebuah kesemuan dijalankan dan dipercaya sebagai sebuah kebenaran dalam jangka yang lama, maka kita akan percaya bahwa itu adalah benar nyata adanya. bukan begitu?

Tapi, apakah itu yang mau Aku lakukan seumur hidup?

Hidup menawarkan banyak pilihan. Dan kita, ndak pernah punya hak untuk menghakimi.

Jadi, pada ujungnya. Aku memutuskan untuk jujur saja.

Menerima dan menyamankan diri dengan kondisi apapun yang ada.

Nggak mudah. modalnya satu. jujur aja.

Aku akan menganggap ini sebagai salah satu diantara banyak keputusan dalam hidup yang harus dijalankan dengan nurani yang jernih, penuh tanggung jawab.

Jadi gay. jadi manusia. jadi orang baik.

sesederhana itu.

Dengan konsekuensi yang sungguh jauh dari sederhana.

Aku bicara pada Tuhan, "Aku akan menjalankan hidupku dengan penuh kasih dan nurani. Kalau satu keputusan hidupku ini memang harus diubah. Maka Aku akan membiarkan rencana pengubahan itu berjalan menurutMU. Kalau dogma agama diberlakukan untukku. Ndak usah menunggu lama. sebentar lagi, ratusan orang akan menghampiri rumahku dan merajam dengan batu sampai aku mati pelan-pelan kok. Tapi Aku bicara padaMU pada tataran religi dimana tak ada pihak ketiga diantara Aku dan ENGKAU... Aku bicara padamu, ini keputusanku, aku jalani, kalau menurut salah, ENGKAU pasti tak pendek akal. Kutunggu rencanamu mengubah yang KAU anggap keliru"

Ibu kuajak bicara masalah ini.

Berat.

Berat sangat.

Tapi ini konsekuensi dari sebuah keputusan bahwa Aku tak akan sembunyi-sembunyi menjalani hidup. Dan pihak-pihak yang harus kali pertama mengetahui keputusanku, tentu saja beliau. Apa saja bisa terjadi. Dan Aku harus siap.

Jangan ditanya rasanya kayak apa.

Seperti membawa pisau ditangan dan disuruh menusukkan pisau itu ke jantung orang yang paling engkau kasihi, pelan-pelan.

Tapi keputusan harus dijalankan.

Konsekuensi harus diterima.

Kulihat gundah. Kulihat sedih.

Aku bersiap terima amarah.

Tapi Aku tak melihat amarah.

Aku cuma melihat kesedihan.

dan itu. Berat.

Dari mulut Ibuku cuma terucap, "Aku sedih. tapi Engkau telah menjadi lelaki dewasa. Dan melihatmu menjadi lelaki dewasa yang sadar dengan pilihan-pilihan hidupmu adalah doaku. Baiklah, hanya satu pintaku. Jangan suruh Aku berhenti berdoa dan meminta pada Tuhan. Sebab, jika ini harus diubah dan tidak ada manusia yang mampu mengubah, Kuharap Tuhan bisa mengubahmu"

So, here I am...

lelaki yang berusaha menjalani hidupnya. Itu saja.

Menyambung dengan ucapanmu kemarin saat kita ngopi-ngopi.

Boleh-boleh saja mendoakan. Engkau pasti akan mendoakan yang baik-baik. hal yang MENURUTMU baik.

Bagus. itulah guna seorang teman bukan?

Tapi jangan pernah berusaha mengubah hal yang diputuskan tak ingin diubah.

Dampingi mereka, jadilah teman dalam suka dan duka.

Siapa tau, kalau memang Gusti Allah menghendaki rencana hidup mereka diubahkan. IA meminjam tanganmu.

Tapi sekali lagi. Biarkanlah mengalir. Jangan menghakimi. Jangan menggurui. Jangan sok tau mana yang baik untuk mereka.

Soal kegalauan hatimu, sehubungan dengan pilihan-pilihan hidupmu.

Saranku cuma satu.

Jangan mengambil porsinya Tuhan dalam merancang hidup.

Setiap saat, Aku yakin, kita akan selalu bertemu dengan simpang jalan. Dan harus memilih.

Jujurlah. Mantapkan hati sesudahnya. Dan Aku yakin, semuanya akan baik-baik saja :)

Demikian ceritaku.

Semoga pilihan yang Engkau akan ambil kali ini berlandaskan kejujuran.

Karena menurutku, kita tak pernah bisa membahagiakan semua orang. Bahkan orangtua kita.

Tapi kalau memang pilihan itu diambil atas dasar ingin membahagiakan orangtuamu... yang sungguh engkau kasihi ... dengan -mungkin- konsekuensi mengorbankan kebahagianmu sendiri. Aku akan mendukungmu dan berdoa mengharapkan yang baik untukmu. Toh, itu menurutku sesuatu yang luhur.

selamat merenung, memilih, dan memutuskan.


Diubah terakhir kali oleh koinz on Rab Jan 02, 2013 6:35 pm, total pengubahan 1 kali.
gw munculin ya teksnya


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Jan 02, 2013 11:43 am 
Offline
Super Star
Super Star
Avatar user

Bergabung: Kam Okt 13, 2011 11:51 am
Post: 205
Lokasi: jakarta utara
Has Liked: 3 times
Been Liked: 2 times
gua udah baca,, so inspiring,, love this reading and keep sharing,,


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 2 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Berusaha Melakukan yang Terbaik untuk Orang Tua

gusdar

2

370

Kam Des 15, 2011 9:53 pm

gusdar Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. coming out stories (melela.org)

toby001

8

1034

Jum Jun 20, 2014 12:53 am

adeputu Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Untuk Apa aku ada di dunia ini ??

MiN_H3n

1

367

Sen Sep 26, 2011 9:45 am

gusdar Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Hasrat Untuk Berubah

Terry Sie

4

484

Kam Sep 15, 2011 3:29 pm

greyboy Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Memberi untuk Menerima

Dusk Bringer

5

348

Sen Apr 30, 2012 12:38 pm

Dusk Bringer Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Aturan Sederhana Untuk Bahagia

Terry Sie

5

724

Jum Des 11, 2015 5:01 am

Ibae Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. SEBUAH LAGU UNTUK MENGUATKAN...

Erwin

0

651

Jum Des 14, 2012 11:15 am

Erwin Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Renungan untuk Kehidupan Para Homoseksual

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3, 4 ]

Dusk Bringer

69

8308

Sen Mei 19, 2014 11:23 pm

inner handsome Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Melihat ke Segala Arah untuk Belajar

Dusk Bringer

0

459

Sab Apr 28, 2012 8:39 pm

Dusk Bringer Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. mari siapkan diri untuk meraihnya

ChandraBastian

0

383

Sen Nov 25, 2013 1:08 am

ChandraBastian Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Jiwa yang Terluka, Raga yang Tersakiti

Dusk Bringer

11

690

Sen Jun 11, 2012 10:52 pm

iSexuality Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Kekurangan Bukan Halangan untuk Menjadi Dermawan

gusdar

8

352

Sab Jul 30, 2011 9:28 am

stanh Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Sebuah Perjuangan untuk Hidup seekor keledai Tua....

MiN_H3n

1

292

Min Okt 09, 2011 10:29 am

gusdar Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. TANGGAPAN UNTUK ARTIKEL KATA BIJAK 1, WAJIB DIBACA YA...

Erwin

0

420

Sen Feb 13, 2012 5:10 pm

Erwin Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Cinta yang Agung

gusdar

1

340

Rab Jul 20, 2011 10:06 pm

Dusk Bringer Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Tidak ada user yang terdaftar dan 5 tamu


gay Yang Sedang Menimbang dan Memutuskan Untuk Coming Out... Indonesia
gay Cinta yang Agung Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO