Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Jum Okt 20, 2017 3:14 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 124 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1 ... 3, 4, 5, 6, 7
Pengarang Pesan
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Sen Des 12, 2016 11:59 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sel Des 04, 2012 1:06 am
Post: 73
Lokasi: In a safe place
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
To : Grisham

Ahahaha aku juga sering gitu dulu. Makanya sekarang selalu ctrl+A & ctrl+C sebelum ngirim post :tertawa:
kesel banget kan ya udah nulis panjang-panjang.

Makasih do'anya, iya udah tinggal 1 stase lagi. Sisa 3 minggu lagi udah selesai semuanya.
Mungkin aku juga harus kaya gitu kali ya, ga usah berlarut-larut mikirin semuanya. yang susah itu
terkadang semua tuntutan di atas sering banget disampein secara sarcasm :nangislari: jadi suka gimanaa gitu.
Tapi kayanya boleh dicoba :maap: mungkin aku harus lebih care less..

Makasih juga buat doa 'langgeng'nya, walaupun sekarang udah ga ketemu lagi sama Irham hehehe...


- - - - - - -



To : Vindicated

Salam kenal, makasih udah mau maraton ngebaca dari awal sampe akhir hehehe.
Iya juga.. mungkin beliau punya sudut pandang lain atau alasan tertentu kali ya tentang itu.
Ah, papa memang suka misterius :pusing: makasih masukannya dan sekali lagi makasih ya udah singgah :D

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Sel Des 13, 2016 6:12 pm 
Offline
Celebrity
Celebrity
Avatar user

Bergabung: Rab Agt 24, 2011 1:34 pm
Post: 2156
Lokasi: surabaya
Has Liked: 5 times
Been Liked: 7 times
somehow, I see you're not telling the whole story here. something happened and I don't know what. ada apa dengan Irham? if you don't mind me asking tho. but if you'd like to kep it a matter of privacy, whatever it is, I hope it's for the best for both of you.

_________________
Gambar
Read my mind through my bloggie (click on the picture above)
[center]Or you can just befriend me on Facebook.


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Min Jan 01, 2017 9:13 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sel Des 04, 2012 1:06 am
Post: 73
Lokasi: In a safe place
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Gambar

#19 Kindhearted Lover Part 2
We were meant to be. supposed to be. But we lost it...



"Happy birthday Arvo!" riuh tepuk tangan dan nyanyian happy birthday langung menyerang
ketika gue baru aja masuk ke kamar. Asrama cowok rame banget siang itu, ga kaya biasa
yang orangnya sibuk sendiri-sendiri.

Gue ketawa, ga nyangka kalo hari ulangtahun terakhir gue di sini bakal segini ramenya. Gue disodorin tiga kue ulangtahun, ditodong untuk berfoto satu per satu dengan yang ngasih kue dan make a wish sebelum niup lilin yang berbentuk angka 23.

Hari ini kebetulan sekali, perjuangan gue di dunia koas akhirnya berakhir. Setelah satu bulan ngejalanin stase terakhir dengan segala tekanannya, raport gue akhirnya penuh dan hasilnya sesuai dengan yang gue harapkan. gue udah ngasih berkas nilai ke bagian admin dan udah direkap, rekapannya harus gue bawa ke kampus dan gue tinggal nunggu ujian UKMPPD.

Sebenernya gue udah ga punya kegiatan lagi di rumah sakit. Dari tadi siang, gue keliling rumah sakit cuma buat pamit ke semua dokter dan perawat, terutama yang deket sama gue. They've been good people and really helpful for the past 2 years..

"Kok ngelamun? make a wish dong!" seru salah satu temen gue yang berjilbab panjang.

"Hehehe iya maaf.." gue akhirnya nutup mata, sebuah wajah berkelebat...

dan sedetik kemudian, i made a wish...

sebenernya gue ga suka ulangtahun. Artinya jatah gue hidup berkurang lagi setahun. Tapi ya mau bagaimana lagi :kacamataitem:

.....



Gue masukkin baju terakhir ke dalam koper, merhatiin seluruh kamar sebelum duduk di
kasur gue yang tipis. Tiga tumpuk kado gue taruh di sudut kamar, dekat jendela. Belum
gue buka.

Kamar gue yang kecil ini akhirnya bakal gue tinggalin. Kampus udah lumayan baik, ngasih tempat tinggal gratis buat mahasiswanya selama koas, bahkan dari listrik sampai WiFi semuanya gratis. Ahahaha tentu saja yang gue kangenin ntar wifinya yang kenceng :tertawa:

Berkali-kali gue ngebuka BBM dan Line bergantian, walau gue tau yang gue tunggu
ga bakal terjadi. Kontak Irham masih diam disana, dengan foto profil ia dan ibunya yang
sedang berada di rumah sakit.

Sudah satu bulan lebih Irham tidak memberi kabar apapun. Gue ga tau kalo bakal sesepi
ini. Emang sih di hari-hari biasa sebelumnya juga ga jauh beda. Gue sama Irham telponan paling
seminggu sekali. Tapi kali ini beda... ini bukan lagi hari-hari biasa..

Gue tinggal menghitung hari untuk ninggalin Sumatra, dan kembali ke rumah gue
nun jauh di titik kecil peta. Menjadi orang yang baru, membangun kehidupan baru.
Begitu yang sedang Irham lakukan sekarang, fokus ke penyembuhan ibunya dan
sibuk mencari kerja.

Gue tau waktu ini bakal dateng cepat atau lambat, siap atau engga.
Waktu yang udah gue dan Irham janjikan saat semua itu terjadi..




#19.1 You Are My Hope (Tentang Arvo)

Spoiler: show
5 tahun yang lalu..

Takbir menggema di udara. Ayat-ayat suci yang dilantunkan merdu oleh
anak-anak kecil memeriahkan suasana menyambut lebaran.
Papa yang besok ditugaskan untuk menjadi imam shalat ied sedang
mencoba baju yang mama jahitkan, kalau-kalau kurang pas.

Sementara itu, gue duduk di depan teras dengan baju lebaran di pangkuan.
Senada dengan papa, sama-sama berwarna putih gading.
Keluarga gue emang selalu bersemangat menyambut lebaran. Katanya, seluruh
umat muslim akan kembali suci, kembali fitrah dan bisa merasakan damainya
bermaaf-maafan. Gue sebagai salah satunya merasa seneng, tapi juga ragu,
apa gue bisa kembali suci dengan keadaan gue yang kaya gini?

"Cocok Pa.." komentar gue, berusaha membuka obrolan dengan Papa.
"Iya," cuma itu jawaban Papa.

Gue sebenernya heran kenapa sejak sore papa nggak ngucapin sepatah kata pun
ke gue. Sekalipun ngomong, cuma ya, tidak, pokoknya seperlunya.
Seolah gue baru aja berbuat kesalahan, sementara gue baru tadi sore nyampe dari Medan.

"Bang, dicoba bajunya," kata Mama yang sedang memasang jilbabnya.
Gue ngangguk dan berdiri dari tempat duduk gue.

....

Malem itu gue jadi pengantar gelas tamu. Temen-temen Papa, para ustad yang gue sering
liat jadi imam sholat di masjid langsung nyambut gue dengan sumringah.
Mereka saling memanggil dengan sebutan ana dan antum, bukan lo gue atau aku kau kaya yang gue lakuin sehari-hari.
Mereka bisa dengan antusias membahas ilmu-ilmu fiqih, sedangkan gue aja ga ngerti apa itu ilmu fiqih.

"Masha Allah anaknya Pak Iqbal ini, luar biasa, mau jadi menantu om?"
seloroh seorang ustad berpeci cokelat.

Lalu mereka tertawa, rebutan menjodohkan gue dengan anak perempuannya.

Gue ngelirik Papa yang ikut-ikutan tertawa, namun ada rasa tak nyaman di raut wajahnya.
Gue mencoba untuk ga merhatiin itu dan tetep ngebantu sampe rumah sepi.
Sementara Papa bersiap-siap istirahat, gue ngebantu adek perempuan gue nyuci gelas.
Kelar dari dapur, gue ngelepas baju koko dan menggantinya dengan kaos.

Gue masih bertanya-tanya sebenernya ada apa dengan Papa, tapi kemudian di tengah
rasa penasaran itu, papa manggil gue ke ruang keluarga. Di sana udah duduk mama
yang sejak tadi menunduk dalam-dalam. Jantung gue udah berdegup ga karuan,
ada firasat buruk yang hinggap tiba-tiba..

Adek gue dua-duanya udah tidur. Tinggal suara takbir yang kedengeran..

"Bang.." Papa ngebuka percakapan.
"Iya Pa?"
"Abang punya kelainan seksual?"



#19.2 You Are My Hope (Tentang Irham)
Spoiler: show
4 tahun yang lalu...


"Abang mau ke Medan lagi?" tanya Ayah yang baru saja pulang dari toko.
"Iya Yah, Irham ada acara sama temen.."
Ayah diam saja. Tak memberikan jawaban apa-apa.
"Tapi kalau ga boleh gapapa Yah, temen-temen Irham pasti bakal ngerti kalo Irham ngebantu di toko."

Irham sebenarnya merasa tak enak juga ninggalin ayahnya sendirian mengurus toko.
Belakangan banyak sekali yang memesan undangan dan spanduk.
Tapi ia ingin sekali bertemu dengan Arvo. Apalagi kehadiran Arvo di Medan tak lain
karena dirinya. Ia sudah berjanji pada Arvo untuk datang setiap weekend, atau 2 minggu sekali.
Dan kalau minggu ini ia tak datang, Arvo pasti sangat kecewa.

Ayah yang tak berkata apa-apa pergi begitu saja. Hanya tinggal ibu yang sedang menonton TV.
Irham membuang nafas dan kembali ke kamarnya.

Rumah lengang itu hanya dihuni Irham, ayah, ibu dan adik perempuan Irham : Diana.
Kamar Irham berada di sebelah ruang TV, berukuran 4x4.
Ga banyak perabotan di dalamnya, karena Irham menyukai segala sesuatu yang simple.
Sejak kecil, Irham dan kamarnya itu seperti temen akrab yang tak terpisahkan
Ia hanya keluar rumah kalo ada jadwal les atau sekolah. Selebihnya, Irham bakal
menghabiskan waktu dengan sisi kreatifnya.

Ia senang menggambar, membuat komik, mengedit foto dengan photoshop dan mencetaknya sendiri di toko.
ia beberapa kali mengirimkan lukisannya untuk Arvo, dan ia sering tertawa sendiri ketika
Arvo membalasnya dengan lukisan yang bahkan anak TK pun bisa membuatnya.

Sebenarnya Arvo sudah bilang dari jauh hari bahwa tidak apa-apa apabila irham tidak bisa datang ke medan kalau ada sebab tertentu, Arvo maklum dengan posisinya yang masih bersekolah, kelas tiga pula. Akan banyak persiapan-persiapan untuk ujian nasional dan lain-lain, tapi semua itu tak lantas membuat Irham begitu saja berdiam.

Ah, sepertinya minggu ini ia tidak bisa datang. Irham berniat untuk memberi kabar
ke Arvo dan meminta maaf, namun ia baru sadar bahwa hp-nya tidak ada di kamar.
Padahal ia yakin beberapa saat yang lalu ia sedang mengisi baterai hp itu di atas kasur.
Irham cepet-cepet keluar kamar, kalau-kalau ada yang megambil hpnya diam-diam.
Dan benar saja, di depan TV, adiknya yang memasang senyum sinis sedang memegang hp-nya..

Melihat Irham berdiri di depan kamar, Diana langsung memperlihatkan layar
handphone ke ibunya.

"Liat Bu, sms bang Irham dengan pacarnya..."



#19.2 A Promise To Protect Each Other

Spoiler: show
4 tahun yang lalu

"Eh Vo, denger ga kabarnya!?" temen gue ngehampirin gue yang
baru aja keluar dari ruang diskusi.

"Kabar apa?"

"Si Andre sama Nia katanya mau tunangan bulan juni."

"Hah!? serius?"

"Iya serius."

"Umur mereka berapa sih?"

"Dua puluh, kenapa Vo?"

"Nggak apa-apa," gue senyum, "aku balik dulu ya. salam buat Andre, udah lama ga ketemu"

"Oke...."

.....


Entry ini gue tulis 4 tahun yang lalu, terlalu banyak kalimat yang
harus gue ubah kalo pengen dibikin kaya sekarang format penulisannya hahaja
jadi maafin ya kalo gaya bahasanya agak beda.



Aku meletakkan ransel begitu saja di lantai rooftop rumah kosku, dari sini, sebagian besar kota terlihat jelas.
Ramai, berdebu..
namun senja membuat suasana sore itu begitu tenang dan damai.

Hari hampir maghrib, namun aku belum mau masuk ke kamar.
Aku ingin disini sejenak, memikirkan perkataan temanku tadi.

"Tunangan?" tanyaku entah pada siapa.

Aku menyandarkan punggungku di kursi kayu yang menempel ke dinding pagar.
dari balik jeruji besi yang membentuk lubang-lubang persegi kecil,
aku bisa melihat Andre yang menyewa rumah kost di belakang rumah kostku.
Andre jarang terlihat sejak semester tiga, ia semakin jarang di rumah.

Kabar yang kudengar, orangtuanya dan orangtua pacarnya sudah saling kenal dan dekat.
Seharusnya bukan kejutan lagi mendengar berita bahwa mereka akan bertunangan.
Tapi bagiku, itu benar-benar mengejutkan.

Usiaku berapa sih? kenapa teman-temanku sudah banyak sekali yang tunangan?
bahkan ada yang akan menikah tahun depan.

Handphoneku berbunyi, mama menelpon.
Seperti biasa, mama menasihatiku agar rajin belajar dan jangan melupakan sholat.
setelah itu..

"Ma.." kataku.

"Apa Vo?"

"Hmmm.." aku mencari kata yang tepat untuk memulai percakapan itu.
"Masa temen Arvo udah ada yang mau tunangan sama nikah Ma.."

"Terus?"

"Kok terus? ini Arvo yang masih bertingkah kayak anak-anak atau gimana sih.."

Mama tertawa kecil.

"I mean, you know, masa umur masih dua puluh udah tunangan, udah nikah, gimana kuliahnya?"

"Umur Arvo berapa?" tanya mama setelah selesai tertawa.

"Sembilan belas."

"Nah, tenang aja, masih lama kok."

"Tapi kok temen-temen... apa udah bisa ya? udah harus nikah ya?"

"ya mungkin mereka udah kebelet. Mama aja dulu sama Papa nikah umur 26 kok."

Aku menghitung dengan jariku. kurang lebih 7 tahun lagi dong? :OMG:

"Emang kenapa sih?"

"Nggak apa-apa ma, Arvo belum kepikiran aja tentang nikah. masih pengen main game, nonton kartun, mandi bola.."

"Ya Allah umur berapa kamu itu." mama tertawa lagi.

"kata temen, kalo cewe itu nikahnya lama ga bagus, kalo cowok nikahnya lama gapapa. bener ya?"

"kalo Arvo mikirnya gimana?"

"kalo Arvo sih mikirnya, kalo Arvo lulus kuliah langsung nikah, gimana Arvo bisa manajemen uang buat S2 nanti?
kan butuh biaya banyak ma. kalo biayanya buat nikah ya.. gitu lah."

Terdengar suara tawa kecil di seberang telpon. "Iya, jadi harus keluarin ekstra kan?"

"Iya ma, buat istri mana buat kuliah mana.."

akhirnya, sore itu aku habiskan untuk berbicara dengan mama tentang pernikahan.
aku tak bisa menebak bagaimana perasaan mama.
dulu aku hanya berbicara dengannya masalah film, teman, sekolah, mainan..
sekarang, aku berbicara tentang pernikahan. tentang bagiamana tipe istri yang mama harapkan..
Memang benar aku mencintai satu perempuan, dan itu mama..
tidak ada perempuan lain. karena aku tak bisa.
ah.. ingin rasanya aku meminta maaf pada mama..

Setelah telpon kututup. pintu rooftop terbuka.

"Loh Ham? katanya nggak jadi dateng?"

Irham tertawa, "Nggak apa-apa, ada masalah sedikit di rumah."

"Masalah apa?"

'Bukan apa-apa. kamu aku ketokin kamarnya daritadi ga dibuka. pantes aja,
ternyata disini."

Irham duduk di sebelahku, memakai kemeja putih polos.
Aku jadi ingat masa-masa pacaranku dengan Irham.
dulu kami sering sekali duduk disini berdua sampai malam.
Makan es krim, menyeduh pop mie, mengobrol..

"Siapa barusan Vo?" Irham menyandarkan punggungnya.

"Mama.."

"Kalau aku ngomong kayak gitu ke mama, aku pasti udah diketawain."

"Kamu nguping ya?" -____-''

"Hehehehe."

Hening.

"Ayah yang suka ngegodain aku kayak gitu." kata Irham.
"Mana bang pacarnya? mana bang calon menantu papa? gitu."

aku tertawa. kosong. kulirik Irham tanpa bersuara.

"Entahlah.."

"Kamu kuliah aja dulu, jadi dokter yang hebat." Irham merangkulku.

Aku mengangguk. "Tapi berat lah Ham."

"Senyum," Irham menatapku lekat. "kamu kan biasanya senyum, terus ngomong 'ini cuma ujian biasa',
kamu kan yang ngajarin aku? kok sekarang malah kamu yang down?"

Aku tekekeh. "siapa yang ga down coba, keluarga aku udah ribut banget perkara nikah
lah aku suka sama cewe aja gabisa apalagi nikah."

Irham menyampirkan ranselnya di pundak dan berdiri.

"Untunglah waktu itu kita mutusin untuk ga pacaran.."

Aku tersenyum, "enakan begini kan?"

Irham ketawa kecil, "Kita ini pasangan paling aneh di dunia."

"Kalo kamu ditanya udah punya pacar atau belum sama orang, kamu jawabnya apa?" Aku ikut berdiri di sebelah Irham.

"Udah punya. Kalo kamu?"

"Aku juga bilang udah. Aku kan udah punya kamu."

"Tapi kita ga pacaran," Aku tersenyum geli.

"Biar kita ga pernah putus," ucap Irham kemudian.

"We are just two friends who promised to protect each other, to love each other."

"Status bukan ukuran kebahagiaan, kan?"

Aku memungut bungkus ice cream dan botol air mineral yang sudah kosong.
"Aku ga bisa bayangin gimana ntar kalo kita berdua udah wisuda dan aku udah ga disini lagi."

"kaya yang udah kamu bilang, kita bakal tetep jadi temen yang mendukung satu sama lain,
supaya jadi orang yang lebih baik."

Saat itu ada perasaan takut yang berkelebat di pikiranku. Bagaimana kalau untuk mewujudkan hal itu, aku harus pelan-pelan meninggalkan Irham? begitu pula sebaliknya?

"Ayo buka kamarnya, aku numpang tidur." Irham mengagetkanku.

Aku tertawa dan cepat-cepat mengikutinya turun tangga

Ah... untuk saat ini, aku akan menghargai waktu yang tersisa. Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun
atau lebih, waktu yang dipinjamkan Tuhan tidak akan kusia-siakan.



Note : masih pengen dilanjutin, tapi terpaksa distop dulu karena temen sekamar udah kepo daritadi gue ngetik apaan. ntar disambung lagi hehehe...

_________________
Gambar


Diubah terakhir kali oleh Arvo on Sen Feb 06, 2017 7:27 pm, total pengubahan 2 kali.

Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Min Jan 01, 2017 9:41 pm 
Offline
Virgin & Newbie
Virgin & Newbie
Avatar user

Bergabung: Rab Apr 30, 2014 9:17 pm
Post: 16
Has Liked: 1 time
Been Liked: 0 time
Seneng banget kamu bisa dapet sama Irham :D. Semoga saja ga berakhir seperti yg biasanya :p.

Dan, well at least kamu beruntung bisa dapet di umur 23. Aku yg udah 26 aja ga dapet sama sekali. :|


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Sen Jan 02, 2017 8:19 am 
Offline
Celebrity
Celebrity
Avatar user

Bergabung: Rab Agt 24, 2011 1:34 pm
Post: 2156
Lokasi: surabaya
Has Liked: 5 times
Been Liked: 7 times
Oh, fvck. Life's turning point, eh? Jadi km sm Irham udah sama2 dikonfrontasi dan...

Oh dear. Nunggu lanjutan ceritanya dulu deh baru komen lagi.

_________________
Gambar
Read my mind through my bloggie (click on the picture above)
[center]Or you can just befriend me on Facebook.


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Sen Jan 09, 2017 6:07 am 
Offline
Cute n Handsome
Cute n Handsome

Bergabung: Sab Nov 26, 2011 9:45 pm
Post: 3339
Lokasi: Yogyakarta
Has Liked: 0 time
Been Liked: 34 times
Deskripsi diri: Pisces - Blood type A
1. Selamat tahun baru, Arvo
2. Selamat ulang tahun juga yang ke-24, Arvo
3. Selamat udah selese koasnya, dan tinggal UKMPPD ya ~

_________________
- dentajogja -

GambarGambar


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: Catatan Arvo
PostDipost: Sen Feb 06, 2017 8:49 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sel Des 04, 2012 1:06 am
Post: 73
Lokasi: In a safe place
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Gambar

#20 Orang-Orang Tercinta
"If i disappear, will you look for me?"





Gemerisik pohon-pohon mangga yang ditanam belasan tahun lalu menyambut gue yang baru saja sampai ke rumah. Koper besar yang gue tuntun semakin berat rasanya. Dari balik kacamata minus tiga, gue menyempatkan diri ngeliat langit, seluas yang gue bisa. Mendung baru aja pergi, gue sempat berpikir tadi di jalan bakal hujan. Meskipun begitu, ada mendung dalam diri gue yang ga juga pudar. Semakin gelap, semakin bergumpal, seiring perjalanan gue meinggalkan sumatra.

Adik gue yang paling kecil adalah satu-satunya orang yang menyambut gue sore itu. Papa dan Mama sedang tidak ada di rumah, seperti biasa. Gue menyeret koper di tangan kanan, sementara tangan kiri gue menenteng ransel besar karena punggung gue sudah terasa nyeri. Ada yang berubah saat gue melewati ruang keluarga. Disana sudah terpajang foto gue, lengkap dengan toga dan selendang bertuliskan sarjana kedokteran, namun entah mengapa, gue ngelewatinnya gitu aja, terlalu lelah untuk merasa bangga..

Kamar gue menyambut gue dengan atmosfir sunyinya. Perlahan, masih dengan lelah menggelayut dikedua pundak, gue ngeluarin buku-buku dari dalam koper dan menyusunnya di rak kayu yang kosong. Gue mau santai besok, jadi biarlah, capek sekalian.

Setengah jam kemudian, barang-barang udah selesai gue unpack. Gue langsung meneguk segelas air putih dingin yang barusan adik gue letakkan di meja sisi tempat tidur. Gue pulang, ngebawa sebagian besar barang, tapi juga ninggalin bagian besar dari jiwa gue di tempat yang jauh di sana.

Ya, gue kangen Irham.

Orang bilang, rasa rindu adalah keinginan untuk melihat, mendengar,atau merasakan sesuatu atau seseorang, atau bertemu dengan sosok yang didamba, dipuja. Gue yakin, kita semua punya dan pernah merasakannya. Ada rindu, berarti ada cinta. Ada orang-orang yang selalu kita rindukan ketika kita sedang tak bersamanya. Rindu gue, kali ini, adalah dua jiwa yang terpisah dan sulit sekali untuk bertemu. Tapi entah kenapa, walaupun rasanya sakit, gue bersedia menikmati beban, walau itu ngebuat tidur gue terganggu, walau itu ngebuat gue susah sekali ngerasa seneng, sampai ia berubah menjadi perasaan yang sangat menyiksa.

Irham tak lagi bisa dihubungi. Kedua nomornya ga aktif, semua media sosial miliknya juga ga pernah lagi diupdate. Ga ada lagi foto-foto petualangannya mendaki gunung, mendayung rakit di danau-danau yang selalu membuat gue memaksa dia untuk ngajak gue kesana. Ga ada lagi celotehan-celotehan aneh yang dia tulis, atau tweet-tweet penuh kode yang biasanya gue ketawain. Sejak ibunya sakit, Irham seperti hari yang tiba-tiba berubah jadi malam. Semua temen-temennya sempat nanya ke gue dimana Irham sekarang, tapi pertanyaan itu malah makin ngebuat dada gue kerasa berat, karena gue juga pengen tau jawabannya, dan pengen mengajukan pertanyaan yang sama ke orang-orang terdekatnya..

Kabar terakhir yang gue tau dari saudaranya, ibu irham akan menjalani operasi lain lagi, kali ini operasi mata.

Gue dalam hati sebenernya sadar, rindu gue kali ini ga bakal sama dengan rindu gue waktu pertama kali nekat naik travel ke kota dimana Irham tinggal. Rindu memang ngasih gue kesabaran yang kuat untuk melewati perjalanan-perjalanan sulit demi sebuah pertemuan. Waktu itu gue rela nunggu berjam-jam karena penumpang belum cukup, bahkan sampe kelewatan makan siang. Cape, bosen,emosi, tapi semua itu hilang begitu aja waktu gue udah nyampe 5 jam kemudian, ga berbekas, waktu gue ngeliat Irham dengan kemeja putihnya dateng ngejemput gue. Disitu gue tau, rindu bisa ngasih semangat dan seakan memberikan kehidupan buat gue. Rindu lah yang menggerakkan gue, untuk datang, untuk berbuat lebih agar orang yang gue rindukan paham akan kerinduan gue terhadap mereka....

atau...

agar gue bisa bisa melihat mereka bahagia dalam hidupnya.

Rindu gue kali ini ga akan pernah mendapatkan apa yang dinantikannya. Ga ada Irham yang menunggu gue di akhirnya, atau kalaupun Irham sedang menunggu gue datang, dia ga akan bisa menemui gue. Dia bakal berbohong pada dirinya, dia akan memaksa kakinya buat berlalu demi baktinya kepada orang-orang tercintanya. Dan, gue yang egois dan lemah ini, masih aja ga bisa ikhlas menerimanya...

Terlalu banyak kenangan-kenangan indah tentang irham. Sikap, pribadi, nasihat, pengorbanan, cinta yang udah dia kasih ke gue, semua itu berhasil menghadirkan rindu yang terlalu, rindu yang ngebuat gue selalu menghargai kebaikan-kebaikan Irham yang ga pernah lekang. Gue dan Irham mungkin ga kaya pasangan lain yang punya kenangan-kenangan luar biasa, seperti liburan ke luar negeri bareng, honyemoon kesana kesini, atau momen-momen lain. Kenangan-kenangan gue bukanlah sesuatu yang istimewa, tapi karena mereka lahir dari sebuah ketulusan, maka rasa rindu gue seakan ingin membuktikan bahwa kebaikan yang sederhana tak pernah pudar dimakan waktu..

Secangkir teh buatan Irham setiap gue pulang kuliah, handuk yang dibawakannya setiap gue mandi, ucapan semangat ketika gue mau ujian, waktu bersama di teras kosan setiap senja menjelang, ga ada yang mengatakan semua itu istimewa, tapi ketulusan, keikhlasan dan kebaikan-kebaikan yang menyertainya, telah memunculkan rindu yang tak terkata, sebagai pengakuan yang tak terbantahkan pada kebaikan-kebaikan itu..

Gue membaringkan tubuh dan memeluk guling gue erat-erat. Ada harapan yang sunyi, harapan yang takkan bersambut, bahwa suatu hari gue masih punya kesempatan untuk bertemu, menyatu, dan mampu membagi kebahagiaan lagi seperti dulu. Bahwa gue bisa mempersembahkan sesuatu yang berarti untuk orang yang gue cintai,untuk orang yang gue rindukan....

"Bang?" pintu kamar gue kebuka. Mama gue berdiri di sana, dengan senyum lembutnya yang khas.

Gue cepet-cepet bangun karena mata gue udah kerasa berat.

"Eh,abang kurang tidur? matanya bengkak."

Gue menyalami mama dan mengangguk, "Iya ma, kebanyakan begadang jaga malem, "jawab gue berbohong.

"Ya... memang begitu lah tuntutannya. Ayo makan dulu, itu udah dibeliin makanan."

Gue mengiyakan, ngebiarin mama berjalan duluan ke dapur. Gue masuk ke kamar mandi dan mencuci muka, tapi entah kenapa, sekalipun gue udah berhenti membasuh muka gue dengan air...

... wajah gue tetap saja basah.

_________________
Gambar


Diubah terakhir kali oleh Arvo on Sel Feb 07, 2017 10:19 am, total pengubahan 2 kali.

Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sel Feb 07, 2017 7:48 am 
Offline
Celebrity
Celebrity
Avatar user

Bergabung: Rab Agt 24, 2011 1:34 pm
Post: 2156
Lokasi: surabaya
Has Liked: 5 times
Been Liked: 7 times
Halo Arvo, good to see you back. This must be tough times for you. I wish you could stay strong to get through all of these. :)

_________________
Gambar
Read my mind through my bloggie (click on the picture above)
[center]Or you can just befriend me on Facebook.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Feb 15, 2017 10:38 pm 
Offline
Cute n Handsome
Cute n Handsome

Bergabung: Sab Nov 26, 2011 9:45 pm
Post: 3339
Lokasi: Yogyakarta
Has Liked: 0 time
Been Liked: 34 times
Deskripsi diri: Pisces - Blood type A
... dan waktu yang akan menjawabnya.

(dentajogja, 2017)

_________________
- dentajogja -

GambarGambar


Atas
 Profil  
 
 Subjek post: Re: White Lies
PostDipost: Jum Apr 07, 2017 5:27 am 
Offline
new

Bergabung: Jum Apr 07, 2017 3:20 am
Post: 1
Has Liked: 1 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: Hanya dia yg belajar menerima diri dan mencari faktor pendukung dan mungkin itu kalian
Hai kak arvo dan semua yg berkomenar dicerita ini. Salam dari ku, anak baru. Hehe
Ceritanya menarik banget, apa ini benar2 cerita nyata. Alu merasa sangat... Entahlah. Terasa aku ingin ada dalam cerita ini. Sangat menghanyutkan cerita yg tertulis disini.
Aku belum menbaca hingga habis, tapi sepertinya aku sedikit menduga hehe
Kak vee itu adalah irham :D


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Apr 07, 2017 7:20 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Des 28, 2016 5:47 pm
Post: 52
Lokasi: Central Sulawesi
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Deskripsi diri: Always be yourself unless you can be a Dragon then be a Dragon.
a life that everyone else could only dream off

nice story , im waiting for the next stories :cool:

_________________
I am Weird , Unique , and Unordinary
But i want to be Normal at the same time


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Apr 10, 2017 8:06 pm 
Offline
new

Bergabung: Rab Jan 04, 2017 10:29 pm
Post: 1
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
semangat ya


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Jul 23, 2017 2:55 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sel Des 04, 2012 1:06 am
Post: 73
Lokasi: In a safe place
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Gambar


#21 Under The Starlights
Hope Just keeps Passing By







“Pa.. Arvo lulus uji kompetensi,” kata gue sambil menghampiri Papa yang sore itu lagi makan siang di teras belakang rumah. :)

“Alhamdulillah…. Ma! Mama! Sana Bang kabarin Mama. Alhamdulillah” :D

Waw, Papa ketawa lepas di depan gue, batin gue kaget.
Jarang-jarang…

Gue ngangguk, bertanya-tanya kenapa gue bahkan cuma sedikit ngerasa seneng dengan hal ini. Harusnya gue bahagia, Karena banyak senior-senior gue yang bahkan udah lima kali nyoba tapi ga lulus-lulus, sedangkan I did it at my first attempt..
Tapi kenapa semuanya hambar..

Gue ngeliatin call log, nama Irham ada di paling atas. Tadi, begitu pengumuman keluar, gue refleks mencet nomor Irham Karena gue hafal. Waktu itu gue degdegan, gue ga sabar pengen denger reaksi Irham, bahkan gue udah kaya orang gila senyum-senyum sendiri sambil nempelin telpon ke telinga. Tapi gue tersadar beberapa detik kemudian, tentu saja nomornya ga aktif..

Bahagia gue pun menguap gitu aja.

Dalem hati gue kaya yang “Gosh, aku selalu pengen ngabarin kamu duluan kalo ada apa-apa…”

Bukan berniat berlebihan, tapi seperti yang udah gue ceritain ke temen-temen GIF sekalian, Irham adalah orang yang nemenin gue dari mulai gue seorang anak SMA idiot yang tukang cabut, sampai gue jadi dokter sekarang. Dia saksi betapa gue suka ngomel-ngomel pulang ospek, menggerutu tiap dikasih tugas tutorial, dia juga yang suka bales ngomel “Woy woy belajar woy, besok skill lab, matiin game nya.”

Irham selalu meredam gue yang temperamen, selalu sabar dengan keegoisan gue, keinginan gue untuk selalu menang sendiri. Irham seperti ‘digiring’ sama gue, bukan diiring, dan gue salah Karena udah mikir suatu hari, kalo gue udah jadi dokter, gue bakal ngebahagian dia semaksimal yang gue bisa. Gue salah karena ga berusaha seperti itu ketika Irham masih ada di sebelah gue, gue salah karena gue pikir gue selalu punya waktu…

Kadang gue suka nanya sama Tuhan kalo lagi sholat, Gue udah banyak mengalami kehilangan selama ini, ga bisa kah gue nyimpan yang satu iniiiiii aja?

But yeah of course i can't, even God hate this kind of thing...

“Alhamdulillah,” Mama meluk gue, dan dengan awkward, gue meluk Mama balik. Gue memang payah dalam situasi emosional begini.

Bukan gue ga pengen. Tapi ya Allah, gue selalu pengen nangis tiap kali Mama meluk gue. Karena hati gue selalu aja berbisik, “Aku tak semembanggakan yang Mama kira. Anakmu tak sebaik yang diharapkan, Ma…” Selalu ada kata-kata itu dalam dada. Gue ga bisa pura-pura ga peduli.

Gue buru-buru masuk kamar setelah meluk Mama, “mau nelpon temen-temen yang lulus ma!” alasan gue dengan suara bergetar.


------------


Gue kembali menjejakkan kaki di Medan beberapa hari kemudian buat ngurus surat-surat, kota yang di mata gue semakin ‘kosong’ saja.

Sore itu gue ada di salah satu tempat nongkrong favorit gue dulu, bareng temen-temen yang sejak pengumuman langsung melolong minta ditraktir. Mereka ultra ribut, sampai mereka heran kenapa kayanya kok cuma mereka yang seneng, sedangkan gue keliatan kaya orang yang udah ngelamar kerja ke mana-mana tapi ga juga diterima dan mau bunuh diri kalo pulang ke rumah nanti. Bahkan gue ga peduli waktu temen-temen gue heboh kalo foto gue masuk ke akun-akun official Instagram yg aneh-aneh yg suka ngereupload foto-foto orang.

“Voooo ini harus minta persenan!” :ragu:

“Iyaa kau harus minta uangnya nih!” kata temen gue.

“Iya, supaya bisa beli tiket ke rumah dia terus jalan-jalan kali ya?” gumam gue ga sadar.

“Hah!?” temen-temen gue kaget. :o

“Rumah siapa!?” :o

“Eh, sori tadi aku nggak fokus hehehe..” :pipimerah:

“Rumah siapa wey!? Monyet lah kau mau ke rumah cewek ya?” ;)

“Ciee udah dokter langsung mau ngelamar anak orang aja dia. Kim*k” lanjut temen gue dengan makian khas Medan.

Begitulah, sore itu gue jadi bahan bulan-bulanan. Dan gue, sebagai manusia bertopeng yang professional, berhasil membuat mereka percaya bahwa gue baik-baik aja.. :D





Di rooftop kos, gue baring di bangku kayu yang dulu pernah jadi tempat ngobrol gue sama Irham. Gue sengaja ngambil di sini sebulan, karena emang deket ke tempat gue ngurus-ngurus surat, selain gue juga bisa nostalgia lewat bayang-bayang yang gue ciptain sendiri. Ya, lama-lama gue ngerasa gue ini udah schizophrenia :pucat:

Malem udah gelap, bintang di sini juga ga sejelas kalo gue ngeliat dari rumah gue nun di kampung halaman sana. But they’re still there, shining beautifully, trying to cheer me up..

“Lo kangen sama Irham kan?” Rival, temen gue di Yogya nanya dari seberang telpon, “gue nyadar lu udah jarang muncul di Instagram, bahkan path lu juga ga pernah diupdate lagi. Kenapa lu jadi ngikutan ilang?”

“Hm.. ga ada hal menarik lagi sih” jawab gue

Rival adalah temen baik gue, dia juga kenal dengan Irham. Dia saksi hidup perjalanan gue selama sembilan tahun, dari kelas satu SMA. Usianya empat tahun lebih tua dari gue, kenal dari forum sebelah waktu jaman member-member di segala forum masih friend-oriented dan jauh dari kata-kata “ML yok?” atau “Umur? B or t?”

“Gue sedih ngeliat lu sekarang. You used to be anak koas yang ribut di Instagram story, ngeshare video lucu, sekarang jadi kaya orang yang ga bisa ngomong. Gue kangen nih sama tag-an lo di komik-komik dodol.”

“Hahaha ya udah ntar gue tag lagi kalo ada komik yang aneh”

“Ya udah, tapi lo gapapa kan?”

“Gapapa Bang, makasih ya Bang.”

“I know, you just want to share this moments with him right? Because he is the most deserving lucky boy for all of this…”

“Kind of…”

“Hmmm lu ga mau nyoba ke rumahnya?”

“Gue juga mikir gitu sih Bang, tapi kayanya selesai ngurus berkas buat Yudisium. Itu juga kalo gue berani. Dia kayanya emang beneran ga mau ‘jalan ke sini’ lagi”

“Gue tunggu kabar baiknya. Btw cek line deh, foto lu diupload sama akun *sensor*”

“Iya tadi temen-temen gue juga ribut. Biarin aja.”

“Tapi si Irham ngelike…” :?

Gue buru-buru ngelempar hp yang gue pake telpon dan ngebuka hp gue yang lain. Segera, gue ketik nama akun yg bersangkutan dan ngeliat bener ga yang si Rival ini bilang.

And yes.. He is there. :nangislari: bahkan ada DM yang masuk :

“Arvo! Congratulations yak udah lulus jadi dokter. Selamat, I am so proud of you. Once again, congratulations”

Such a simple message. So to the point. Yet is stung my eyes…





------------





Dear Irham,

Udah lama ga nulis buat kamu. Aku mau ngucapin makasih banyak buat semuanya,
selama enam tahun ini. Aku ga tau aku bakal jadi apa kalo kamu nggak ada,
aku nggak tau hidup aku udah ngarah ke jalur mana kalo kamu ga dateng hari itu..

Hari ini aku udah lulus Ham, mungkin orang-orang yang lulus bangga karena mereka udah jadi dokter,
tapi aku lebih bangga dengan siapa yang ada di belakang aku sehingga aku bisa ada di sini.
Tapi sayang, kamu ‘nggak ada’ di sini sekarang..

Kalaupun ada, aku pasti bingung harus ngapain buat nunjukkin rasa terima kasih aku yang ga bisa diwakilin apapun.
Terlalu banyak, sampe rasanya sesak, kepenuhan. Aku takut nanti semuanya meledak dan aku jadi cengeng lagi,
karena lama-lama aku juga heran kenapa kita jadi ketuker. Kamu jadi kuat, aku jadi cengeng.
Tapi.. mungkin karena aku belajar bagaimana jadi selembut kamu, dan kamu juga belajar bagaimana jadi sekuat aku dulu.
I think.. we both made it..

Sekali lagi, makasih banyak buat semuanya Ham.

Thank you for always loving me when I forgot to love myself
Because of you, I always remember to thank god for blessing me more than i deserve..

Thank you very much.

Thankyou.


Without doubt, I love you.

PS : Will you come at my graduation ceremony?

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Jul 23, 2017 3:24 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Sel Des 04, 2012 1:06 am
Post: 73
Lokasi: In a safe place
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
To : @unlimit216
I am afraid it will hehehe.. but it's okay, things supposed to happen :) sekarang gimana kk? udah dapet kah? hehehehe


To : @grisham
Thankyou for your support, life is getting harder for me :" how are you? i hope you are fine have a beautiful life! maaf baru sempet bales lagi :D

To : @dentajogja
Hai kk apa kabar? makasih bgt ucapannya dan alhamdulillah UKMPPD nya juga kemarin lulus :D

To : @Kharisma
Halo Kharsima! maaf baru dibalas, baru online lagi hehehe. Kemarin lagi sibuk-sibuknya ujian. salam kenal dan selamat datang ya :D Yep this story is real, maaf kalau agak sedikit melankolis hehehe.. oh bukan, @vee itu bukan Irham. Irham ga pernah main forum hehe..

To : @Rio Dermawan

Thankyou for read my stories :D sorry for the late update. salam kenal dari arvo

To : @zonabirutiga
I am trying :D i will always do

_________________
Gambar


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Jul 23, 2017 3:59 pm 
Offline
Celebrity
Celebrity
Avatar user

Bergabung: Rab Agt 24, 2011 1:34 pm
Post: 2156
Lokasi: surabaya
Has Liked: 5 times
Been Liked: 7 times
Selamat Arvo, akhirnya jadi dokter. Mudah-mudahan urusannya semua lancar2 ya.

_________________
Gambar
Read my mind through my bloggie (click on the picture above)
[center]Or you can just befriend me on Facebook.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Jul 23, 2017 7:16 pm 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Kam Mar 19, 2015 2:35 am
Post: 158
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Congratularion Arvo.
Salam kenal dari Excavatio.

Cerita nya mengharu biru.
Gw bisa bayangin Irham pasti bangga banget sama kamu.
Cerita kita hampir sama ya. Cuma ending ku agak lebih ngenes.

Welcome to Jungle.
it's just the beginning.
Get ready to the real tough doctor life!

_________________
Gay discreet itu forever alone.
Ga punya pacar cewe selalu dijodohin sama cewe.
Kadang jadi bahan bulian jones sama temen temen.
Maunya cari pacar gay juga. Orientasinya semua pada fun.
Giliran pasang foto topless chat lgsg rame.
Giliran pasang foto real face chat lgsg sepi kaya kuburan. Nasib.


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 124 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1 ... 3, 4, 5, 6, 7

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. catatan ku

gerhardt

5

315

Min Des 16, 2012 2:05 pm

gerhardt Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. catatan siboy :)

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

siboy

39

996

Sen Jun 25, 2012 11:21 pm

siboy Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. catatan harian gw...

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

chris.evan

19

1369

Sab Mei 19, 2012 11:45 pm

chris.evan Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Catatan Kecil ~Sealo~

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

~Sealo~

22

796

Min Nov 13, 2011 4:30 pm

~Sealo~ Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Catatan tentang hidup'ku

Die

9

2407

Sab Nov 19, 2011 7:17 pm

Die Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. catatan campur aduk.....

blancmint

9

369

Sel Nov 29, 2011 4:15 am

blancmint Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Catatan Kecil : VANDES

vandes

3

378

Rab Mar 14, 2012 2:13 am

dentajogja Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. hanya sebuah catatan u.u

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

edd

38

941

Sab Jun 15, 2013 5:19 pm

dentajogja Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Catatan Pengagum Senja

~Sealo~

7

338

Sab Jun 07, 2014 2:06 am

apro Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. My Notes... (CATATAN 15012012 12:39 AM @page 19)

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1 ... 19, 20, 21 ]

creztcent

375

5257

Rab Feb 08, 2012 10:03 pm

creztcent Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. my notes (hanya catatan kecil)

udee

10

457

Jum Nov 18, 2011 9:39 am

Shinclar Tamam Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Catatan Hati Xander ( 2 : HARD TIME )

xander_blaine

12

374

Min Agt 18, 2013 7:40 pm

xander_blaine Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. UNTOLD STORY : SEBUAH CATATAN RAHASIA KECIL KEHIDUPAN

omjin

13

919

Sel Mei 22, 2012 9:02 pm

vian_aditama Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. The Diary of a Moron #3 Overture [updated pg. 2]

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

moron

30

587

Jum Jul 13, 2012 11:33 am

moron Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Dark Ard - Udah ah, jangan pacaran (Updated)

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

Dark Ard

42

1120

Sab Des 03, 2016 1:03 pm

Dark Ard Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Bing [Bot] dan 2 tamu


gay Catatan Arvo : Storyline #20 Updated Indonesia
gay Dark Ard - Udah ah, jangan pacaran (Updated) Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  
cron


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO