Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Sab Nov 18, 2017 10:50 pm

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Balas ke topik  [ 31 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1, 2
Pengarang Pesan
PostDipost: Kam Agt 03, 2017 8:11 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
Rihan menulis:
FKH? Animal?

Gw jaman dulu juga sering post2 curhat alay komenin iseng2 dsb, sekarang cuman share video lucu wk udah ga post2 status lagi, moga aja ga ada yang scroll ampe bawah2 taon jebot hororrr wk


Yep. Berkutat dengan perubatan haiwan Hehe

Wkwkwk. Tapi aku sadar itu emang fase. Lambat laun pasti berubah kok :)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Agt 14, 2017 9:16 pm 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Kam Mar 19, 2015 2:35 am
Post: 171
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
hai dokter hewan...
Luar biasa, kagum sih sama dokter hewan.
Mereka bisa ngobatin berbagai macam makhluk dengan struktur anatomis berbeda.

_________________
Gay discreet itu forever alone.
Ga punya pacar cewe selalu dijodohin sama cewe.
Kadang jadi bahan bulian jones sama temen temen.
Maunya cari pacar gay juga. Orientasinya semua pada fun.
Giliran pasang foto topless chat lgsg rame.
Giliran pasang foto real face chat lgsg sepi kaya kuburan. Nasib.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sel Agt 15, 2017 11:24 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
Excavatio menulis:
hai dokter hewan...
Luar biasa, kagum sih sama dokter hewan.
Mereka bisa ngobatin berbagai macam makhluk dengan struktur anatomis berbeda.


Hehe thank youuu Mas Excavatio :D
Yup, itulah yg bikin kuliahnya bagaikan rollercoaster wkwkwwk


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Agt 17, 2017 2:58 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#007 Perselingkuhan


Ulalaaaaa. Aslinya kan aku belum pernah pacaran jadi jelas banget perselingkuhan belum pernah terjadi di hidupku sampai saat ini. Hahahha. Tapi aku mau beberkan opini aja sih mengenai perselingkuhan terutama dalam hubunhan pacaran. Hal ini cuma berdasar observasi aja. Jadi bukan bisa di-iya-in kebanyakan orang, karna nanti pacaran ternyata terjadi perselingkuhan bisa jadi aku berubah pikiran. Ya bisa jadi ntar celetuk "Dih pikiran macam apa ini??" atau malah baca ulang postingan ini sambil berurai air mata dan coba resapi ulang dan maafin pacar. Wkwkw. Tapi biarkan aku dong beberkan apa yg ada di pikiranku mengenai hal ini. Eh ini bukan semacam membenarkan perselingkuhan atau ketika malah aku yang selingkuh trus tunjukin ini ke pacar. Hahaha. Ya gimanapun nggak boleh dong ya denial kalau selingkuh itu bagian dari lika liku percintaan.

Well, siapapun pasti benci perselingkuhan. Ketika kita mencintai pacar, eh si pacar ada "main" di belakang. Pacaran memang tidak punya aturan baku. Mungkin memang tidak ada agama atau negara yang mengurus hal berpacaran, tapi beda cerita dengan pernikahan. Jadi kedua pihaklah yang saling membuat batas-batas dalam berpacaran termasuk perselingkuhan. Ada yang menganggap deket ke orang lain secara intim sudah dianggap selingkuh, cuma chatting intens dianggap selingkuh, atau boleh ML dengan orang lain asal jangan ada perasaan karna itu akan langsung dianggap selingkuh. Tiap orang sudah punya standar mengenai perselingkuhan itu.

Dan akhirnya bagaimana bila perselingkuhan itu terjadi?? Apakah dimaafkan atau putus adalah jalan yang dianggap baik karna perasaan sudah hancur berkeping-keping? So, aku sih mengartikan selingkuh itu kalau pacarku dekat secara intim ke orang lain. Makan sering bareng, jalan, nonton pun sering bareng. Yah perlakuannya udah 11 12 seperti ke aku. Namun pacar dan selingkuhannya tidak ada hubungan asmara. Cuma sekedar deket. So, bagaimana sikapku terhadap perselingkuhan itu??

Pertama, aku coba tau diri. Well, pasti ada orang yang lebih dari aku. Lebih cakep, lebih baik, lebih pinter, lebih berduit, atau kelebihan lainnya yang bikin si pacar sempat berpaling. Apakah itu kesalahan? Benar tapi emang udah sifat dasar manusia itu kemaruk alias rakus. Kalau ada yang lebih ngapain sama yang kurang?? Tapi pemikiran seperti itu pasti sia-sia. Diatas langit masih ada langit. Jadi bakal capek buat lompat ke hati satu ke hati lain karna demi "lebih" itu. Padahal pacaran itu punya komitmen untuk saling mencintai. Pasti diluar sana ada yang lebih baik tapi pada akhirnya bertahan dalam hubungan adalah pilihan terbaik. Dan lagi-lagi hal yang harus disadari bahwa manusia pasti pernah membuat kesalahan. Kesetiaan adalah hal yang ingin dimiliki kebanyakan orang. Tapi menjadi sulit bila cobaan itu datang ketika seseorang yang lebih baik hadir di hidup kita. Well, kalau memang ingin setia ya tak perlu tergoda lah untuk main serong. Hihihi

Anyway, tau diri bukan berarti jadi menyalahkan diri sendiri loh ya. Bukan jadi berpikir kalo aku nggak pantes karna ada seseorang yang lebih dari aku. No wayyyyyyyy. Tiap manusia punya kekurangan dan kelebihan. Jadi aku berpikir tau diri dulu biar nggak emosian atau meledak ketika tau pacar selingkuh.

Kedua, apa tujuan berselingkuh??? Well berselingkuh bukan sesederhana "aku khilaf" dong ya. Pasti ada alasan seseorang berselingkuh. Entah itu emang udah bawaannya jadi "kucing garong" yang main sikat main embat, atau jenuh denganku dan ingin coba dekat dengan yang lain atau pacar malah bingung kenapa bisa terbawa perasaan atau alasan-alasan lain. Namanya manusia ya pikirannya bermacam-macam dong ya. Tapi yang pasti aku harus nanya alasan dia berselingkuh. Kalau alasannya jenuh, aku bakal pastikan kalau perasaan itu wajar terjadi. Kadang kan pacaran itu menjadi pengekang. Kebebasan yang diberikan pada pacar kadang masih suka jadi pengekang. Udah ada pacar jadi ada tanggung jawab dong. Pun tak ada hubungan yang indah selalu. Ada masa dimana seseorang ingin hal baru, termasuk ingin seseoran yang baru. Tapi orang baru pun tak akan memberikan garansi menghapus jenuh itu. Dan lagi-lagi perselingkuhan adalah hal yang sia-sia.

Ketiga. Ingin melanjutkan asmara berdua atau pergi dengan orang ketiga?. Well, ketika aku ingin tetap bersama tapi pacar ingin putus dan pergi dengan orang ketiga, ya harus disikapi bijak dong ya. Hal baiknya adalah aku nggak perlu berlama-lama menjalin cinta dengan orang yang tidak tepat buatku. Dan buat orang ketiga, pikirkan lah hal ini bahwa kamu mendapatkannya dengan cara berselingkuh apa yakin pacar itu tidak melakukan hal yang sama lagi??

Namun hal lain dapat terjadi. Pacar mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Meninggalkan orang ketiga dan tetap ingin menjalin asmara denganku. Pacaran itu emang rumitnya karna ada dua kepala dan dua hati. Aku berpikir ingin tetap bersama pacar, eh bisa jadi si pacar malah ingin dengan orang lain. Ya mau gak mau kalau begitu ya rumit dong ya. Tapi satu hal yang aku sadari. Menghadapi perselingkuhan emang perlu tenang. Jangan murka. Emang perasaan udah terkoyak-koyak tapi saat ketenangan yang muncul akan membuat siapapun berpikir bahwa aku cukup dewasa. Ya bisa jadi si pacar menyadari itu dan berniat untuk tidak selingkuh lagi.

Keempat. Jangan ambil pusing komentar teman-teman sekitar. Manusia suka mencampuri urusan orang lain bahkan urusan pacaran. Bisa jadi kasih komentar "kayak nggak ada cowok lain aja? Noh diluar banyak yang lebih pantes dari si selingkuh itu!!", "Yeee, nggak ada otak lu udah digituin? Sana beli otak-otak di rumah makan padang!!" Dan komentar-komentar lain. Well, hal yang ku sadari akhir-akhir ini adalah bahwa orang lain sulit mengerti kita sepenuhnya. Bahkan ketika kita udah jelaskan panjang lebar tapi responnya tidak seperti yang kita inginkan. Ya karna manusia punya standar masing-masing jadinya komentar pun beragam. Aku sih coba denger sih tapi nggak perlu dipikirkan atau dijadikan acuan tindakan. Karna itu tadi kita sendirilah yang tau apa yang sebenar-benarnya dan paling merasa perselingkuhan itu.

Well. Tibalah keputusan perselingkuhan berakhir dimana. Apakah ada niat pacar mengakui dan meminta maaf. Apakah kelanjutannya tetap bersama atau putus. Hal terakhir mengenai lanjut atau putus rasanya aku sulit prediksi karna ada dua kepala dan dua hati. Bisa siknron, bisa tidak. Yang pasti aku sih berharap tidak ada perselingkuhan. Duhh jauhilah aku duhai cowok-cowok tukang selingkuh. Tapi peselingkuhan itu rentan terjadi sih, cuma kan aku punya pemikiran seperti ini jadi masih ada pertimbangan. Well, misalnya aku yang minta putus dan mencari cinta dari orang lain. Bisa dipastikan tidak ada yang memberi garansi kesetiaan. Dan akupun tidak bisa menjamin jadi pacar setia. Duh ribet sih kalau pacaran. Tapi berani pacaran ya berani dengan resikonya dong. Ibarat berani kuliah ya berani capeknya tuntutan belajar ini itu. Tiada hal tanpa resiko. Hihihihi. Atau nggak perlu muluk-muluk mikirn begini karna perselingkuhan nggak bakal terjadi karna sudah putus duluan karna pacar stess pacaran sama orang kayak aku. Hahahahaha. Well, lihat aja sih nanti soalnya masih fokus kuliah sekarang ini :)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Agt 18, 2017 1:09 am 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Kam Mar 19, 2015 2:35 am
Post: 171
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Dirgahayu Republik Indonesia ke 72.
MERDEKA!!!

Selingkuh? Kalo bahas topik ini ga bakal ada habisnya ya Andy00.
Kalo menurutku, Intinya Selingkuh itu didasari pada DESIRE

Bagi orang manapun entah LGBT atau straight, rumput tetangga itu memang tampak lebih hijau.
Pemandangan sedap di depan mata kadang menguji kesetiaan seseorang, even BF nya kece sekalipun.
Kalo kata peribahasa, tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api.
Jadi berhati hati lah jika bermain dengan api asmara! Jika terbakar olehnya apalagi mengeluarkan asap.
Asap tercium oleh BF anda. Maka akan tamat kelangsungan hubungan anda.

Selain desire, mungkin overconfident juga berperan.
Dimana dia yakin banget bisa ngehandle pasangan n selingkuhannya tanpa ketauan.
Biasanya tukang selingkuh ini akan beralibi khilaf saat ketahuan. Karena ga ada lagi alasan untuk membenarkan perbuatan bajingan nya itu.

_________________
Gay discreet itu forever alone.
Ga punya pacar cewe selalu dijodohin sama cewe.
Kadang jadi bahan bulian jones sama temen temen.
Maunya cari pacar gay juga. Orientasinya semua pada fun.
Giliran pasang foto topless chat lgsg rame.
Giliran pasang foto real face chat lgsg sepi kaya kuburan. Nasib.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Agt 18, 2017 1:37 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
Excavatio menulis:
Dirgahayu Republik Indonesia ke 72.
MERDEKA!!!

Selingkuh? Kalo bahas topik ini ga bakal ada habisnya ya Andy00.
Kalo menurutku, Intinya Selingkuh itu didasari pada DESIRE

Bagi orang manapun entah LGBT atau straight, rumput tetangga itu memang tampak lebih hijau.
Pemandangan sedap di depan mata kadang menguji kesetiaan seseorang, even BF nya kece sekalipun.
Kalo kata peribahasa, tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api.
Jadi berhati hati lah jika bermain dengan api asmara! Jika terbakar olehnya apalagi mengeluarkan asap.
Asap tercium oleh BF anda. Maka akan tamat kelangsungan hubungan anda.

Selain desire, mungkin overconfident juga berperan.
Dimana dia yakin banget bisa ngehandle pasangan n selingkuhannya tanpa ketauan.
Biasanya tukang selingkuh ini akan beralibi khilaf saat ketahuan. Karena ga ada lagi alasan untuk membenarkan perbuatan bajingan nya itu.


MERDEKAAA :) \n.n/

Hmm, Mas Excavatio lebih tau nih hihihi :tertawa:
Thanks sudah berbagi :)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Agt 23, 2017 9:13 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#008 Kartu ATM Raib


Helloooo
Aku abis menenangkan diri dari tadi siang dengan tidur dan ngemil. Sumpah seharian ini tiba-tiba sial. Tapi karna ini cuma bad day bukan bad life jadi life must go on dong. Wkwkwkw. Tapi asli loh dari pagi tadi perasaan acak adut plus emosi sendiri. Dan biar tambah plong aku menulis disini aja. Hahaha.

Jadi bermula dari seorang temen titip bayar uang kuliah. Dia ada di kampung halaman jadi minta tolong ke aku dengan imbalan 50ribu. Hahaha. Yaa aku iyain aja, lumayan buat pulsa. LOL. Trus tadi pagi ditransfer ke rekening bank-ku. Aku langsung siap-siap ke kampus buat bayar. Cek dompet kok kartu ATM nggak ada. Cek tas, saku jeans, dan laci. Bener-bener nggak ada. Biasanya aku taruh di dompet biar nggak tercecer karna emang temen-temenku beberapa kali kehilangan kartu ATM nya. Ya sebagai mahasiswa perantauan pasti dong kartu ATM itu penting. Sekali ilang puyeng deh. Eh sekarang kejadian ke aku. Cuma karna udah beberapa kali diceritakan teman mengurus kartu ATM hilang jadinya aku tau mau lakuin apa. Ya cuma pergi ke kantor polisi buat mengurus surat kehilangan trus dibawa ke Bank beserta buku tabungan dan KTP.

Btw ya, aku sebenernya nggak inget kartu ATM ku hilang dimana soalnya terakhir pakai itu tanggal 16, trus baru sadar hilang sekarang. Itu pun karna ada kiriman transfer, coba nggak ada bisa-bisa sadarnya sampe September. Hahaha. Tapi ya namanya lupa taruh dimana atau hilang ya nggak tau dong ya.

Langsung deh aku ke kantor polisi. Aslinya sih deg-degan karna belum pernah ke kantor polisi sendirian. Sempet sih dongkol karna aku bilang mau mengurus surat kehilangan eh si Pak Polisi malah denger "Surat Tilang". Hadehhh. Jadi sempet salah ruangan dan dikira orang pea disitu. Sampai-sampai Pak Polisi di ruang pengurusan tilang sampe bingung kenapa aku disuruh kesitu. Baru deh pas aku balik ke Pak Polisi pertama itu dan bilang urus surat hilang baru dia denger "surat hilang". Duhhh korekk pakkk itu talingooooooo.

Abis dari situ baru deh versi capeknya. Soanya aku juga nggak tau persis kantor bank-nya. Hahahha. Setauku ya di pusat kota pasti ada dong. Soalnya temanku dulu bilang di kantor unit nggak bisa urus kartu ATM. Jadilah googling bentar trus naik angkot. Sebenernya sih bisa minta tolong ke temen anterin naik motor, cuma nggak enak aja kayak gitu. Jadinya mending naik angkot walaupun lebih ribet. Trus syukurnya lewatin kantor banknya. Turun dari situ trus masuk ke bank.

Di bank nya ya ada sekitar 35 menit kali yaa. Soalnya antri plus sistemnya sempat offline jadi kudu sabar. Tapi ya syukur aja sih beres dan dapat kartu ATM baru. Oia, untung juga nggak ada transaksi setelah aku terakhir pakai. Ya mungkin aja kan orang pakai. Tapi aku curiga sih ketinggalan di mesin ATM nya. Tapi susah juga sih karna kudu pakai password. Wkwkwk. Akhirnya kartu lama diblokir dan aku langsung ke kampus. Btw, jarak dari bank ke kampus ya jauh sih plus naik angkot. Ngetemnya cuyyyyyy nggak kira-kira. Ada sejam kali di jalan gara-gara angkot super lambat dan ngetem. Disitu deh aku mengeluarkan kata-kata mutiara dari berbagai bahasa yang aku tau. Hahahha. Sumpah jengkel banget. Soalnya aku keluar bank sekitar jam satu dan bank di kampus buat bayar kuliah itu tutup jam tiga. Udah mengejar waktu banget. Yaa nggak enak dong sama temanku yang kirim duit. Masa aku bilang hari ini nggak bisa dan kasih alasan begini begono. Yaa mungkin dia bisa maklum tapi ya namanya aku sudah diamanahkan buat bayar uang kuliah dia kan. Umur segini udah tau dong tanggung jawab. Mau alasan apapun kalo udah dasar tanggung jawab ya sebaik mungkin dijalankan.

Coba deh kalo aku di posisi dia. Aku udah kirim uang trus temanku bilang nggak bisa dengan alasan begini begitu. Ya pasti aku jengkel dong. Walaupun akhirnya ngomong "ya nggak papa". Cuma pasti aku nggak bakal minta tolong ke dia lagi. Nah begitu yang aku pikirkan.

Akhirnya yaa sampai ke kampus trus narik duit dulu. Syukurnya udah bisa. Trus bayar ke bank di kampus. Untung kagak ada antrian. Ya iyalah udah jam 2 lewat juga. Hahaha. Abis itu badan udah lemes soalnya nggak makan dari pagi. Langsung deh ke warung makan dan beli cemilan buat sesi menangis. Wkwkkw.

Pas sampai di kost langsung mandi dan berusaha buat menangis. Wkwkwk. Abis capek trus menangis itu nanti rasanya lega. Kayak mengeluarkan beban-benan lewat air mata. Hahhaha. Cuma badan udah capek jadinya susah nangis. Trus ketiduran. Abis bangun baru bisa nangis. Yang aku pikirkan yaa susah yaa hidup begini. Kalau ada cobaan rasanya berat dijalanin. Coba hidup berkecukupan pasti lebih enteng. Nggak perlu susah-susah naik angkot, rasain panasnya siang hari begini. Pulaang ya tinggal nangis trus beres. Heuuuuu.

Nggak tau yaa, cobaan apalagi nanti. Tapi rasanya tiap ada cobaan ya makin kuat sih. Apalagi di Surabaya sendirian, temen dekatpun rasanya nggak enak direpotin. Yaa aku percaya kok setiap hal akan bermanfaat nantinya. Okeyy. Seenggaknya udah plong kalau udah menulis begini. Byee byeee


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Sep 20, 2017 5:28 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#009 Ingin Di Belahan Bumi Lain


Helooo
Hahaha judulnya rada aneh sih ya tapi maksudku bikin tulisan ini emang sekedar cerita aja tentang keinginanku pengen kerja sementara atau tinggal di luar negeri. Okeyy biar gambarannya menyempit, aku artiin aja kalo luar negeri yang aku maksud itu negara maju. Hihihi

Pertama kali aku terkesan sama hidup di luar negeri itu pas SD. Dulu kakakku langganan majalah gitu, dan pasti tiap majalahnya terbit pasti ngungkit-ngungkit luar negeri bahkan pernah kayak edisi kuliah / kerja di luar negeri. Banyak informasi sih cuma dulu internet kan nggak terlalu umum jadi kebanyakan informasi sejelas-jelasnya harus mendatangi kantor kedutaan negara bersangkutan atau pakai agen. Yaa dulu sih mikirnya nanti besar pengen gitu minimal liburan keluar negeri. Hihihi. Oia, dulu juga suka nonton VOA yang pasti bahas-bahas kehidupan di Amerika. Pokoknya banyak godaannya. LOL

Jadi akhir-akhir ini aku suka buka youtube tentang video orang yang kuliah / kerja / tinggal di luar negeri. Jujur ya keinginanku buat keluar negeri itu tetep sama. Pengen banget. Hahaha. Dari dulu suka belajar bahasa inggris biar gampang di luar negeri. Hahaha tapi tetep aja susah digapai karena keluar negeri butuh biaya besar. Yaa bisa sih lewat travel murah atau lanjut kuliah dengan beasiswa. Tapi sekarang ini emang kudu fokus selesaikan pendidikan dulu yang masih panjang. Wkwkwk. Nasibmu, Nak.

Btw, dulu setauku paling gampang keluar negeri itu ke Jerman dengan program Aupair. Jadi semacam pengasuh anak, tapi bisa juga jadi mengerjakan pekerjaan rumah. Ya kurang lebihnya begitu. Terus aku juga tahu ada yang namanya Work and Holiday Visa ke Australia. Jadi visa buat kerja dan liburan dalam waktu setahun. Sebenernya ada jalan sih buat keluar negeri itu. Okeyy bagian ini sebenernya menyindir diri sendiri.

Tapi emang buat sekarang, dengan keadaan sekarang nggak memungkinkan mewujudkan impian itu. Tapi ya, rezeki itu aku yakin udah diatur sama Tuhan, tinggal aku sendiri yang berusaha keras atau nggak berusaha. Suatu saat mungkin bisa lanjutkan kuliah atau bekerja atau malah tinggal tetap di luar negeri. Who knows???

Jujur yaa, nggak bisa kurangin iri nya tiap lihat orang tinggal di luar negeri. Hahahha. Iri tanda tak mampu nih. Btw, aku percaya kok hidup di luar negeri juga nggak gampang. Ada aja faktor yang bikin perjuangan berkali lipat. Homesick lah, shock culture lah, makanannya lah, ini itu lah. Cuma namanya hidup ya begini, mau disana atau disini pasti ada tantangannya.

Well, sebenernya ini tulisan agak nggak bermakna ya. Tapi ini lagi mengisi waktu kosong di dini hari. Soalnya takut ketiduran lagi, sebab ada urusan pagi ini dan nggak boleh kelewatan. Berharap urusan hari ini beres :)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Okt 01, 2017 7:25 pm 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#010 Komunikasi, Media Massa dan Gay


Heloooow aku kembali
Sebenernya ini cerita karena teringat tugas kewarganegaraan dulu pas semester satu. Hihihi. Jadi tugasnya membuat makalah dengan tema berbeda-beda dan aku dapat tema komunikasi dan media massa sedangkan tema gay cuma aku tambahan disini. Bisa terkejut sendiri dosenku kalau aku bahas-bahas gay padahal nggak diminta. Hihihi. Singkatnya membuat pengaruh media massa terhadap masyarakat gitu, sebenernya aku nggak tau kalo tugasku itu bagus atau malah keluar jalur. Wkwkw. Tapi tugas itu membuat aku berpikir kritis terhadap media massa, terutama pertelevisian. Ceilahh. Tapi cuma masalah permukaannya aja karena aku emang bukan di jurusan berbau sosial. Tapi aku rasa ini penting ke gay karena aku kurang mendapat informasi dalam bahasa indonesia untuk menyikapi media masa. Jadi aku berbagi sedikit tugasku dan opiniku disini. Mengenai citra tubuh yang dibagikan lewat televisi terhadap pandangan masyarakat, dan kepada gay sendiri. Karena kita tau bahwa gay sendiri juga punya keberagaman citra tubuh.

Yang aku ingat dan paham tentu saja media massa sebagai bentuk komunikasi yang cukup efektif dan dapat menarik minat ya. Karena dapat disiarkan atau dibagikan pada khayalak ramai. Aku ambil contohnya televisi ya, dan bukan cuma berbagi info namun televisi juga bersifat hiburan lewat acara-acara televisi seperti sinetron, reality show, acara musik, komedi, kuis, dan sebagainya.

Kalau acaranya berkualitas tentu sudah sesuai tujuannya yaitu berbagi informasi dan hiburan. Namun sayangnya masih banyak acara televisi yang sesuai tujuannya. Dan aku pribadipun males untuk menontonnya.

Pertama, sinetron. Dulu pas awal tahun 2000 (Aku segitu baru 6 atau 7 tahun, jadi bisa ingat apa yang aku nonton. Hihihi) masih umum sinetron tayang sekali atau dua kali dalam seminggu. Tayangannya pun terlihat apik karena banyak waktu untuk pengambilan gambar dibandingkan sinetron sekarang yang kejar tayang sehingga waktu pengambilan gambar sangat sempit dan membuat pemain sinetron beradegan ala kadarnya. Terlihat dari adegan menangis dan marah. Bener-bener nggak ada dapat perasaannya. Sinetron zaman dulu emang ada yang adegannya di luar logika kayak di sinetron "Tuyul dan Mbak Yul", "Jinny oh Jinny" dan "Bidadari". Tapi dibanding sinetron akhir-akhir ini yang nyaris punya tema yang sama dan jalan cerita makin lama makin ngawur. Terutama pemilihan pemain yang memiliki paras yang dianggap menarik bagi masyarakat. Kriteria pemain laki-laki, memiliki kulit putih cerah, badan tegap dan tinggi, gaya maskulin atau sok cool, wajah yang dianggap ganteng sedangkan kriteria perempuan, memiliki kulit putih cerah, rambut pajang, gay feminim atau kecentilan, wajah yang dianggap cantik. That's all and that's it. Kriteria pemain jarang atau bahkan tidak pernah diluar jalur itu. Kriteria sosok pemain indonesia timur (seperti Papua, Ambon, NTT) jarang sekali tampak sebagai pemain utama atau pemain yang berpengaruh terhadap jalan cerita kecuali bila sinetronnya memang bertema pedalaman daerah tersebut. Ya kayak pemain kulit hitam di serial tv amerika. Mereka tampil begitu saja sebagai pemain utama, diceritakan memiliki karir, studi, cinta, masalah, dan sebagainya tanpa menampilkan mereka berlatar Afro-Amerika. Jadi pemain di sinetron Indonesia memang terkesan tidak beragam padahal negeri sendiri punya anak bangsa yang berbakat untuk berakting lewat televisi. Ada sih pemain yang dicitrakan punya latar belakang suku tertentu sampai berlogat atau berdialek suku tertentu. Tapi sama saja tidak menunjukkan penampilan fisik yang beragam dari kriteria perempuan atau lelaki yang sering dimunculkan sebagai pemain utama.

Kedua, iklan. Memiliki durasi singkat hanya beberapa menit membuat komunikasi yang digunakan harus singkat, padat dan jelas. Namun bukan berarti iklan tidak dapat mempengaruhi masyarakat. Hal yang paling gampang adalah mengenai citra tubuh. Berbagai produk perwatan wajah dan tubuh kerap menghiasi tayangan iklan televisi. Dicitrakan bahwa kulit harus putih cerah, merona, dan sebagainya. Namun kita sendiri tahu bahwa Indonesia tinggal di daerah tropis sehingga umum bila memiliki kulit cenderung gelap. Bukan tanpa alasan karena ada "melanin" yang terdapat dikulit kita sebagai pertahanan terhadap cahaya matahari yang dapat menyebabkan penyakit, salah satunya kanker kulit. Jadi sebenernya tidak masalah memiliki kulit cenderung gelap hingga benar-benar gelap karena itu wajar. Namun iklan menganggap itu masalah karena citra kulit yang baik adalah putih cerah bahkan ditampilkan lawan jenis akan terpikat saat seseorang memiliki kulit putih cerah. Sehingga pesan yang diberikan adalah bila ingin menarik ya harus memiliki kulit cerah dengan produk-produk yang mereka jual. Sebenarnya tidak masalah bila masuk ke ranah pribadi. Tubuh sendiri ya otoritas sendiri. Kalau kulit putih cerah ya silahkan, kalau kulit gelap ya silahkan juga. Namun iklan seperti itu terkesan memborbardir sehingga mempengaruhi masyarakat dan mengikutinya selayaknya terseret arus air.

Ketiga, acara berita. Tidak jarang kita menemukan headline berita dengan judul "ganteng" dan "cantik". Entah itu "Polisi Ganteng Berhasil Mengagalkan blablabla" atau "Bidan Cantik Mengabdi di blablabla" atau "Dokter Ganteng Idaman Pasien blablabla" bahkan ke seseorang yang tewas karena kejadian. Musnah sudah ungkapan bahwa semua perempuan itu cantik atau semua lelaki itu ganteng. Anyway, aku menjurus ke "Everyone is Pretty" karena kesan "Laki-laki semuanya ganteng" kurang umum di Indonesia dibanding semua perempuan itu cantik. Well, berita yang harusnya terkesan serius, sesuai data dan fakta menjadi kurang bagus karena hal ini. Ditambah pemakain kata "ganteng" dan "cantik" ditujukan secara spesifik. Ibaratnya bila ada dua orang masuk berita, Si A yang satu berkulit gelap dan berperawakan pendek sedangakan si B berkulit putih cerah, tegap dan tinggi. Maka ketika menjadi judul berita " Si A Berhasil Masuk Universitas blblblba" sedangkan "B Ganteng Ternyata Memiliki Prestasi blablabla". Ironis ketika berita turut mengikuti jejak absurd ini dan menyiarkannya kepada penonton/pemirsa.

Sampailah isu citra tubuh ini kepada homoseksual. Okeyy, aku nggak bicarakan Lesbian karena emang belum paham dan karena ini emang forum buat gay hihihi. Cowok gay tentu saja terpapar bahwa tubuh menarik itu harus kulit putih cerah, tubuh tegap berisi, tinggi, maskulian atau sok cool, dan kalau bisa otot sixpack atau otot lengannya tampak. Sayangnya, hal itu hanya paparan media masa yang disadur dari pandangan masyarakat mengenai bentuk atau citra tubuh. Sehingga meyakinkan kembali bahwa pandangan itu benar adanya. Di dunia homoseksual sendiri sebenarnya banyak citra tubuh, entah itu twink, hunky, bear, hairy, kinky, muscle, bulky, sissy, masc, etc. Anyway, aku pun bingung entah ada istilah tadi yang sama atau nggak hihi, biasa itu sih yang ada di situs p0rno gay. Jadi keberagaman tersebut secara tidak langsung mengkerucut bahwa yang cowok berotot lah yang menarik. Sehingga ramai-ramai gay rajin nge-gym membentuk tubuh berotot. Memang bagus dari segi kesehatan karena mengurangi lemak berlebihan dan menyehatkan jantung namun tidak sedikit pula gay yang memakai obat-obatan untuk merangsang kenaikan massa otot mereka lebih cepat yang malah dapat mencelakai kesehatan mereka sendiri. Efek lainnya adalah pandangan sebelah mata pada cowok yang bukan berotot dan bahkan feminim. Mereka dianggap inferior di tengah-tengah hiruk pikuk cowok berotot berlari di treadmil, dan sibuk mengangkat barbel yang kian hari kian bertambah bobotnya. Memang tidak semua cowok berotot akan merasa superior, namun kebanyakan yang "terseret arus" ini membuat hal tersebut terjadi. Sesama gay menjadi saling menjatuhkan citra tubuh yang tidak sesuai. Padahal dibalik itu semua penampilan hanya kesekian persen yang mendefinisikan siapa orang itu sebenarnya. Banyak hal yang dapat ditampilkan seseorang dibanding tubuh saja. Karya, pendapat, bakat, dan pengetahuan tentu saja hal yang sebenarnya lebih patut diperhatikan dari sekedar paras wajah dan lekuk otot. Percayalah seseorang yang memiliki kepribadian menarik akan lebih memikat.

Tidak sepenuhnya salah memang bila manusia menilai secara visual. Bila tidak begitu maka tidak ada karya seni gambar yang patut diapresiasi, namun lain hal terhadap tubuh. Tubuh bukan sekedar objek yang pantas dinilai luarnya saja karena didalam tubuh tentu saja kita meiliki perasaan dan akal. Manusia sendiri pasti punya nilai tersendiri terhadap citra tubuh, namun hal itu bukan menjadi alat untuk menganggap inferior orang yang tidak dianggap menarik. Semuanya punya selera masing-masing, kok. Dan seperti yang aku tulis sebelumnya bahwa tubuh sendiri ya otoritas sendiri. Hak penuh ada pada pemilik tubuh sendiri. Bila dirasa tubuh obesitas ya tidak masalah olahraga atau pergi ke gym. Bila dirasa kulit belang ya nggak masalah memakai body lotion pencerah kulit dan sunblock. Asal itu semua keinginan pribadi, dukungan akan ada padamu kok. Bahkan dipamerkan pun tidak masalah, asal dapat mengkontrol tingkat narsisme sendiri.

Enyahkanlah bombardir media massa terhadap citra tubuh karena hal itu terjadi untuk sekedar bisnis dan rating saja. Perhatikan disekitarmu, hal yang sebenarnya nyata bagimu. Citra-citra tubuh yang beragam. Tinggi, pendek, gendut, kurus, kulit gelap, kulit putih, feminim, maskulin, dan sebagainya. Bukankah itu yang lebih kamu rasakan ketimbang visualisasi di televisi?? Rayakan keberagaman itu. Dan rayakan nilai tubuhmu sendiri yaitu 10 dari level 10.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Sen Okt 09, 2017 7:44 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#11 Gebrakan Baru


Hari ini aku bikin gebrakan baru Hahaha. Sebenernya ini kedua kali sih cuma baru kali ini sampai seekstrim ini. LOL. Jadi aku baru aja meng-unfollow akun-akun di Instagramku. WOW. Ini Instagram khusus gay alias kloninganku sih. Wkwkw

Jadi begini, aku itu termasuk pengguna media sosial yang kecanduan sih. Apa-apa kudu cek media sosial termasuk Instagram. Mungkin ini juga karena aku menganggur jadi nggak ada aktivitas yang bisa mengesampingkan kegiatan yang sebenernya nggak berguna itu. Kalau aku kuliah atau kumpul bareng temen sih aku paling males pegang handphone. Alasannya sederhana, pertama hapeku gampang habis baterai jadi takut ada yang telpon kalo lagi diluar dan nggak ada colokan. Hahahaha. Kedua karena isi hapeku ada b0kep/ gambar seronok. Hahahahaha. Ketiga suka ada notif dari akun media sosial khusus gay. Jadi was-was juga utak-atik hape di depan umum. Tapi beneran emang males cek hape karena lebih enak ngomong langsung ke orang atau temen kalau lagi kumpul.

Okeyyy. Jadi kegiatanku yang super duper melimpah jam kosongnya ini ku gunakan untuk berselancar internet di laptop, tapi karena Instagram lebih enak di cek lewat handphone makanya tetep suka pantengin Instagram pakai handphone. Sekitar 300 akun aku follow, dan cuma 10 akun yang aku kenal penggunanya. Jadi sisa 200-an akun itu terdiri dari akun-akun yang aku suka orang / penggunanya atau orang yang aku pengen ikuti kehidupannya padahal aku nggak kenal. Dih, berasa freak banget aku. Cek IG Story, cek postingan, cek foto yang di tag, cek following nya. Pokoknya apa yang bisa di cek pasti aku cek. Sampai akhirnya aku sadar mengikuti akun-akun begitu cuma buang-buang waktu dan banyak kerugiannya yang aku alami sih.

Pertama, buang-buang waktu. Aku sadar sepenuhnya ini cuma buang waktu. Toh kalau aku udah tau mereka siapa juga nggak bakal mempengaruhi hidupku. Nggak bakal jadi kenal dan aku juga nggak bakal berani buat sapa mereka lewat DM atau komentar di Instagram mereka. Jadi lebih baik di unfollow biar nggak kepo / cek-cek akun mereka lagi.

Kedua, jadi iri. Jadi aku coba cek perasaan begini emang aku yang baper atau emang bisa dijelaskan. Akhirnya setelah browsing ketemulah titik terangnya bahwa Instagram memang menjadi peringkat pertama media sosial yang paling membuat orang bisa "iri". Seakan-akan hidup orang lain lebih baik lewat postingan jalan-jalan, makanan, tiket bioskop, belanjaan, dan sebagainya. Bener sih, tiap aku scrolling foto-foto di Instagram ada aja yang bikin jadi sedih. Kok hidup orang lain lebih baik ya sedangkan aku begini-begini aja. Belum lagi kalau liat foto pasangan, terutama pasangan gay. Duh. Aku umur 23 begini belum pernah punya hubungan dekat sama cowok. Baper maksimal. Hahahaha. By the way, aku juga menemukan postingan di tumblr. Lupa sih bagaimana postingan aslinya cuma seingatku itu tentang hidup kita yang seakan terlambat. Maksudnya ketika orang lain umur 23 udah begini begitu begono malah aku masih gini-gini doang. Jadi kesannya hidup jadi berlomba-lomba padahal kita sendiri-sendiri sebenernya sedang berlari di jalur sendiri. Nggak ada yang kecepetan maupun kelamaan, hanya diri sendiri yang tau apa yang kita inginkan. Mau punya gelar Master di umur 23 yah silahkan, mau punya kendaraan pribadi di umur 23 ya silahkan. Kita sendiri lah yang membuat standar itu kepada diri kita sendiri. Dan aku terkadang lupa hal begitu sehingga merasa tertinggal di perlombaan manusia berumur 23 tahun.

Ketiga, ketakutan ketinggalan informasi. By the way bukan informasi berita atau yang penting tapi informasi dari pemilik akun-akun yang aku ikuti. Beuhhhhhh. Rasanya pengen tau aja apa yang mereka lakukan. Padahal itu tadi, aku kenal pun mereka nggak sama sekali. Berasa jadi fans sih buat mereka. Pantengin postingan mereka saat mereka haus perhatian, maybe. Rasanya sih begitu. Belum lagi sebenernya pengen jadi temennya tapi rasanya mustahil karena beda kota atau beda aliran hidup. HAhahaha. Maksudku ibarat vegetarian pengen temenan sama orang yang omnivora. Yah begitulah kira-kira.

Dan saatnya aku bangkit. Hahahaha. Aku langsung berhenti mengikuti alias unfollow ratusan akun-akun di Instagram-ku hingga menyisakan akun-akun kakak kelas yang aku kenal tapi males aku follow pakai akun asli karena aku males banyak akun following.LOL. Aku nggak peduli lagi sih pas unfollow. Entah itu akun yang paling sering aku cek, akun yang paling susah aku follow karena akunnya digembok, sampai akun yang dulu ngebet banget dibukain gemboknya sangking aku penasaran sama orangnya. Hahhaa. Pokoknya udah habis dilempar dari daftar followingku. Nggak perlu lagi stalking / kepo/ cek akun instagram itu.

Yang aku rasa emang bijaklah pakai media sosial ini. Karena luasnya dunia maya itu, tanpa kontrol diri nanti malah hanyut sendiri mengarungi dunia maya.Wkwkwkk. Lebih baik aku mengecilkan circle atau lingkungan di media sosialku. Nggak perlu lagi pengen tahu seseorang deh. GOOD BYE STRANGERS.

Lebih enak sih kenal secara langsung aja.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 09, 2017 12:34 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
#012 Pemikiran Cinta-Cintaan


Aku menulis ini sekedar iseng sih. Cuma keluarin pemikiran yang sudah tertimbun di dalam kepala. wkwkwkw. Suatu saat bisa aku lakukan atau aku revisi atau aku tertawakan karena betapa polosnya aku sekarang ini. Hahah. Entahlah. Urusan masa depan nanti aja.

Cerita ini tentang berjuang untuk cinta. Lebih berpusat pada apa yang akan aku lakukan saat sudah merasa waktunya pacaran. Hihihi. Jadi, aku belum pernah pacaran. Kalau ada yang rasa ini cukup aneh biarlah. Intinya Aku-Belum-Pernah-Pacaran.Titik. By the way, aku orangnya ingin yang jelas-jelas, bukan pribadi yang terlalu mengharapkan. Ingin bertindak ketika kurasa sudah waktunya. Yang pastinya nggak nunggu "klik" untuk mulai. Rasanya emang cinta itu perlu dibangun chemistry-nya bukan nunggu hati merasa "klik" tanpa ada usaha saling mengenal. Ya intinya kalau ada Mas-Mas nge-DM trus ngajak kenalan trus bilang lagi cari pasangan trus mau usaha. Ya hayuk Mas, monggo. Saling kenal, kencan satu dua kali, saling berpikir jernih apa emang orang tepat atau enggak. Kalau yakin setelah sekian waktu ya diatur "nembaknya" kalau merasa cukup jadi teman ya monggo. Paling nangis satu dua hari abis itu lanjutin hidup. Move on. Okey frontal banget yak bagian ini Hahahhaa.

So here we go.

1. PDKT. Harus jelas dari awal.
Anyway urusan perasaan suka memang sangat personal. Pribadi. Privasi. Kita nggak suka ketika urusan suka menyukai diketahui publik selalu. Alasannya mungkin malu-malu, sungkan ataupun nggak merasa perasaan suka harus ditunjukan. Yang aku pikirkan adalah aku ingin PDKT yang jelas. Entah dia yang mulai kasih sinyal suka, atau aku. Tapi menurutku cukup mudah sih. Apalagi kalau kita kenalan lewat media sosial, saling DM/Inbox, semakin intens, ngajak ketemuan, ketemuannya lebih dari sekali, chatnya tetap intens, mulai bilang kangen. Wkwkwkw. Ya maybe agak ada drama, ngilang. Ada pihak yang "mengejar" dan "dikejar". Itu sih bagian yang aku sering dengar dari temanku. Hihihi. Tapi menjalani hal itu bukan "jadian" yang akan aku tunggu. Tapi yang lebih pasti. PDKT. Saat salah satu sepakat untuk menabuh gong PDKT. Biar apa? Aku rasa biar jelas aja sih kita begini mau lanjut kemana. Kalau udah ada kata PDKT ya udah jelas. Jelas mau pakai emoji apa ketika chat, jelas mau pakai parfum apa ketika kencan, jelas cerita apa yang pantas diceritakan, jelas deskripsi diri apa yang ingin ditonjolkan. Ya kayak berhadapan sama dosen dan orang tua. Kedua-duanya orang yang kita hormati, tapi jelas beda dong cara kita berhadapan ke dosen dengan berhadapan sama orangtua kita sendiri. Jadi beda ketika cowok itu masih sebatas kenalan dengan yang udah jelas PDKT. Hihihihi. Tapi yang pasti aku ingin ada batas waktu sih. Biar nggak terlena sama indah dan manisnya PDKT. Kan PDKT ibarat presentasi diri. Pasti yang baik-baik yang ditonjolkan, sedangkan yang buruk disimpan dulu. Bukannya mau bermuka dua atau munafik. Mungkin begitulah sistem hidup ini. Kita mudah menerima hal baik dan menolak hal buruk. Tapi apapun itu pasti udah cukup dewasa untuk mengerti bahwa manusia ada baik dan buruknya. Hehhehe.

2. Jadian.
Yang pasti setelah PDKT yang berbatas waktu entah dua bulan. I dont know, aku rasa sekitar dua bulan akan cukup PDKTnya. Ya mungkin si cowok mundur ketika menyadari aku hanya sosok yang lebih enak dijadikan teman, kenalan biasa atau orang yang cukup ditemui sekali aja seumur hidupnya. I dont know. Hahaha. Tapi kalau berdua bisa bertahan dalam PDKT rasanya harus ada kejelasan lagi. Jadian atau nggak. Jangan gantung cuy. Kalau gantung dalam waktu seminggu setelah masa batas PDKT habis ya tentu artinya hubungan berakhir. Mungkin nggak berani ngomong nggak mau pacaran atau masih mikir tapi belum yakin. Tapi mengambil jeda lama setelah batas PDKT berakhir rasaku sudah menyiratkan akan keraguan dan keraguan itu sudah pasti bukan hal baik. Namun beda cerita kalau emang sudah yakin mau pacaran.Cuwiwit. Tapi aku sih nggak mau jadiannya diawali "Gimana, mau lanjut nggak? Aku sih mau jadian sama kamu". OH EM JIIIIII. So hopelesss banget rasanya. Pengennya sih nembak ala ala orang mau pacaran gitu. Romantis. Ya nggak perlu sampe ala FTV. Cukup ajakan kencan, ngomong manis dikit dan utarakan perasaan hati. Genggam tangan dan beri harapan kalau mau berharap jadian. Hihihi. Aku jadi malu. Malu-malu sih kayak begitu ke orang lain. Wkwkkw. Tapi nanti pasti sama-sama malu-malu kucing kali. Ya intinya keduanya mau lanjut pacaran. "Mau nggak jadi pacar aku??" and the answer is "Iya Mau". Kan udah suka sama suka dan yakin mau membangun relationship. Ihiyyyyyyy.

3. Relationship.
Menjadi boyfriend-boyfriend bukanlah hal gampang. Udah ada dua kepala dan dua hati. Artinya ada dua logika dan dua perasaan. Kadang se-iya kadang se-tidak. Dan pastinya keburukan atau sifat asli sudah muncul. Terkejut?? Sudah pasti. Tapi karena aku yakin bahwa PDKT bukan referensi mutlak orang yang sama dengan orang yang sudah resmi jadi pacar. Jadi ya begitu. Apa keburukan masih bisa ditolerir atau diterima. Atau berusaha bantu pacar untuk menjadi orang yang punya kebiasaan/kepribadian yang lebih baik. Atau akhirnya harus legowo menerima kebiasaan buruk pacar. Wkwkw. Anyway, buruk disini menurut logika sendiri-sendiri aja ya. Maksudku kalau keburukannya suka marah, posesif, cemburu buta dan sebagainya sudah pasti buruk yang nggak bisa ditolerir. Ya kalau keburukannya suka telat atau nggak romantis menurutku itu masih bisa dikondisikan. Senyaman kita mau bagaimana. Yep, rasaku pacaran itu bukan hal yang indah-indah doang. Apalagi kalau masih kebawa nuansa PDKT. Itulah sebabnya aku ingin PDKT punya batas waktu. Nggak terlalu cepat juga nggak terlalu lama. Karena inti nya ada pada saat sudah pacaran.

Menurutku aku sudah mengertilah bagaimana "Toxic relationship" dan bentuk kekerasan dalam pacaran. Ya bukan untuk dilakukan tapi untuk diketahui bahwa sedang menjalani hubungan pacaran sehat atau nggak. Ya namanya pacaran kan ada dua tujuan. Awet atau putus. Anyway menikah rasaku terlalu jauh. Karena kudu urusan ke negara yang melegalkan dan menurutku buat apa menikah. Okey emang sempat sih terbersit ingin ada status perkawinan wkwkwk. Tapi setelah aku berpikir rasanya tidak akan ada yang berbeda dari status pacaran dan menikah. Ya dari sudut pandangku sebagai gay sih. Kecuali bagi mereka yg heteroseksual kebanyakan kepengen menikah.

Sebenernya aku sadar betul kalau hubungan gay itu lebih berat ketimbang hubungan heterosekual di negara ini. Sudah tau lah ya. Tekanan dari agama/kepercayaan, tekanan dari keluarga/orang terdekat, tekanan dari sosial. Aku sadar nggak gampang menjalani hal begini. Namun nggak gampang bukan berarti mustahil. Aku berpikir kalau inilah hidupku. Mau berusaha pacaran dengan perempuan bahkan menikah? Nggak perlu setahun sudah pasti jadi mantan atau duda. Sudah yakin sih nggak bakal bahagia dengan jalan seperti itu. Ya i dont know. Entah apa emang tujuan ada heterosekusal dan homoseksual.

Okey balik lagi ke pacaran yaaa. Aku coba kumpulkan beberapa hal yang ku rasa perlu ada dalam hubungan pacaran.
(a) Komunikasi. Penting selalu ada komunikasi antarpacar. Kita bukan dukun yang bisa baca pikiran pacar. Yang ada cuma drama dan salah paham. Bahkan yang sudah dibicarakan pun bisa berujung salah paham, apalagi yang nggak dibicarakan. Saling kasih kabar, saling mengingatkan, saling bercerita, saling memuji, saling mengkoreksi. Saling berusaha lewat komunikasi. Aku yakin tanpa komunikasi baik hanya akan menimbun batu bata hingga menjadi dinding. Lama-lama jadi tak ingin berkomunikasi lagi. Karena sudah sering salah paham.

(b) Kesetiaan. Setia itu sudah pasti idaman. Apakah sulit. Yup. Kita hidup di dunia yang berisi manusia lainnya. Ada cowok yang lebih baik dari pacar kita, ada yang lebih ganteng, ada yang lebih romantis, ada yang lebih perhatian. Tapi apakah sekedar label "Lebih" akan menjadi pembelaan kita menjadi selingkuh atau meninggalkan pacar?? Menurutku nggak. Setia sama pacar sudah pasti harus dilakukan. Selama pacar adalah sosok yang kita kenal selama ini kenapa harus mendua? Jangan silau dengan label "lebih", ingat kembali moment PDKT. Ingat saat mengenali sosok pacar kala itu sangat baik, tanpa keburukan. Bukankah itu kurang lebih mirip dengan PDKT. Kita jelas belum mengenal mereka yang memiliki kelebihan dibanding pacar. Sadari bahwa manusia punya keburukan. Dan bisa jadi keburukan mereka tidak bisa kita terima. Memilih putus dan menjalin hal baru dengan orang baru hanya mengulang siklus percintaan. Dan bisa berulang kembali bila kita ternyata sosok pendamba "kelebihan". Akhirnya merasa kalau gay itu nggak setia. Prett. So, yang aku lakukan adalah berusaha tetap setia sama pacar selama nyaman. Kalau nggak nyaman bukan berarti bisa selingkuh, maksudku kalau nggak nyaman pasti aku selesaikan dulu urusannya ketimbang cari selingkuhan. Anyway masalah setia dan perselingkuhan ini pernah aku bahas di postingan sebelum-sebelumnya. Jadi pemikiran di postingan itu kurang lebih masih sama dengan pemikiranku sekarang.

(c) Kepercayaan. Rasaku sulit meminta setia itu harus dibuktikan selalu. Bukan karena minta setia jadi posesif dan minta bukti. Menurutku perlu ada rasa kepercayaan. Jangan suka negatif thinking selama itu tidak terbukti. Karena butuh kepercayaan ke pacar bila ingin hubungan sehat dan dewasa. Nggak selalu ada bukti ini itu, lebih baik kasih kepercayaan kalau pacar juga berusaha menjalani hubungan agar tetap awet dan baik, romantis. Memberikan rasa percaya sudah pasti tak ternilai. Ibarat orang tuaku percaya kalau aku bisa menyelesaikan kuliahku. Dan here i am. Udah beres kuliah.

(d) Hmm apalagi ya. Sebenernya banyak sih kayak rasa tanggung jawab, kepedulian, dukungan bla-bla-bla. Tapi rasanya ketiga hal di atas masih menjadi intisari yang jadi fokusku nanti. Wkwkwkw.

Anyway, satu hal yang ingin aku pegang. Kalau pacaran nanti nggak mau diumbar ke media sosial. Wkwkkwkw. Gimana ya, rasanya nggak perlu aja. Bukan merasa itu nggak spesial tapi biarlah pacaran itu jadi privasi aja. Paling-paling yang tahu temen deket aja.

Sebenernya aku nggak tahu pasti gimana pacaran itu. Apa perlu ada goals nya. Kayak pergi traveling bareng, selalu lewatin moment berharga bareng kayak ultah atau tanggal spesial.Atau jalanin semuanya apa yang ada. I dont know. Pemikiranku mentok sampai disini doang. Hahahaha.

Dan pasti realita akan berbeda atau hanya mirip sedikit dengan pemikiranku ini. Apapun itu ketika nanti sudah mantap mencari pasangan ya pasti akan berbarengan dengan adanya konsekuensi. Yup. hidup akan senantiasa menawarkan kesenangan juga pertanggungannya. Tinggal kita yang berusaha. Berusaha menjalani dan berusaha menysukuri. Bukan karena alasannya "Aku jatuh cinta" maka hidup dan hubungan asmara jadi lebih baik. Ya ibaratnya aku kuliah. Aku kuliah dijurusan yang aku senangi. Apakah lantas kuliahku menyenangkan terus? Apakah aku nggak stress? Apakah aku nggak pernah merasa capek? NO NO NO. Aku juga tetap berusaha disini. Jadi intinya aku yakin cinta-cintaan itu bukan happy melulu.

Dan bisa juga aku malah bertemu dengan cowok yang asshole, bajingan or whatever. Bisa jadi aku yang bakal menjadi pihak yang salah. Whatever. Aku bakal mengarah ke cinta-cintaan nanti. So, hei cowok (pacar masa depan) semoga nggak terkejut dengan kehadiranku. Hahahahaha.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 16, 2017 1:39 am 
Offline
Super Star
Super Star

Bergabung: Kam Mar 19, 2015 2:35 am
Post: 171
Has Liked: 0 time
Been Liked: 1 time
Halow Andy kosong kosong.

Ciee... Yang baru mengenal cinta.
Dara muda masih laris manis.
Tinggal pilih mana yang sesuai bibit bebet bobot.
Mumpung masih muda.
Semoga dapet yang pas di hati ya...
Semangat andy!!!

_________________
Gay discreet itu forever alone.
Ga punya pacar cewe selalu dijodohin sama cewe.
Kadang jadi bahan bulian jones sama temen temen.
Maunya cari pacar gay juga. Orientasinya semua pada fun.
Giliran pasang foto topless chat lgsg rame.
Giliran pasang foto real face chat lgsg sepi kaya kuburan. Nasib.


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 16, 2017 9:59 am 
Offline
Star
Star
Avatar user

Bergabung: Rab Jul 05, 2017 10:33 pm
Post: 52
Lokasi: Surabaya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 0 time
Deskripsi diri: + Hey +
Heii Mas Excavatio,

Hehehe, cinta-cintaanya masih otw sih, nggak tau lagi mampir dimana. Duh, dipilih aja udah syukur kok, nggak pilih2 sih. Hahaha :D

Aminnn, makasih Mas. Dan semoga Mas juga mendapatkan pacar yang cocok / kalo sudah punya pacar semoga hubungannya awet :)

_________________
Silahkan berkunjung ke Bloggie-ku : (klik tulisan di bawah)


MY BLOGGIE


Gambar


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Balas ke topik  [ 31 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1, 2

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. roti bercerita

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

roti

49

882

Jum Feb 05, 2016 7:08 am

roti Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Tidak ada user yang terdaftar dan 13 tamu


gay Andi KosongKosong Bercerita Indonesia
gay roti bercerita Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO