Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Rab Feb 22, 2017 8:40 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Topik ini dikunci, anda tidak dapat megubah post atau membuat balasan.  [ 70 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1, 2, 3, 4  Berikutnya
Pengarang Pesan
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:37 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Sering Masturbasi Jadi Gemuk?

TANYA

Dok, saya adalah seorang laki-laki mahasiswa salah satu PTS di Surabaya. Saya mau bertanya tentang kebiasaan saya melakukan onani. Kalau saya rajin melakukan masturbasi setiap hari kok badan bertambah gemuk ya? Kata orang, bila sering melakukan onani bisa tambah kurus, tapi saya kok gemuk ya? Kenapa?
Eko (20), Surabaya

JAWAB

Sebenarnya tidak ada hubungan antara melakukan masturbasi dan bertambah gemuk atau kurus. Menjadi gemuk atau kurus ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain diet, cukup tidaknya melakukan aktivitas fisik, dan ada atau tidaknya penyakit, misalnya gangguan hormon.

Yang pasti, kebiasaan masturbasi tidak mempunyai kaitan langsung dengan menjadi gemuk atau kurus. Jadi kalau Anda bertambah gemuk, pasti bukan karena biasa melakukan masturbasi. Tidak juga sebaliknya.

Kalau ada kaitannya, saya khawatir ada orang yang menyarankan masturbasi supaya menjadi kurus atau gemuk.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:39 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Adakah Efek Buruk Masturbasi?

TANYA

Dok, saya ingin berkonsultasi soal kebiasaan saya hingga usia 24 ini masih melakukan Onani. Alasan saya yang pertama saya tak mau lagi berhubungan dengan PSK karena takut terkena HIV. Kedua, saya punya pacar tapi terpisah jarak yang jauh. Saya sayang padanya dan walaupun ada kesempatan untuk melakukan hubungan intim, kami mengurungkan niat karena sadar akan tanggung jawab untuk menjaga perasaan dan psikis.

Bagaimana caranya melawan hasrat terpendam ini Dok? Saya bekerja di bidang perbankan dengan beban cukup berat dan butuh stress out yang tepat, olahraga pun tak ada waktu dan pulang kantor biasanya jam 9 -10 malam. Kalaupun onani, hasilnya keesokan hari pinggang ini terasa ngilu dan terasa lemas. Adakah rotasi waktu yang tepat untuk melakukan Onani, apa saja efek buruknya ?
(Reynard 24)

JAWAB

Sebenarnya masturbasi atau yang sering disebut onani bukanlah aktivitas seksual yang aneh atau menakutkan. Tidak ada akibat apapun karena melakukan masturbasi. Bahkan tanpa disadari dan direncanakan, masturbasi sudah dilakukan oleh anak-anak pada masa perkembangan psikoseksualnya. Pada masa itu, sebagian anak bahkan sudah merasakan orgasme melalui masturbasi.

Dalam kaitan dengan orgasme, sebenarnya masturbasi sama dengan hubungan seksual. Bedanya, tentu saja dalam rangsangan seksual yang diterima. Rangsangan seksual secara fisik pada masturbasi diberikan oleh diri sendiri, ditambah rangsangan psikis berupa khayalan yang erotis. Selain itu, pada masturbasi tidak disertai keterlibatan emosional. Akibatnya kepuasan seksual acapkali tidak dirasakan, walaupun dapat merasakan orgasme.

Melakukan kegiatan fisik dan mental merupakan cara yang sering dianjurkan untuk menekan dorongan seksual sehingga tidak melakukan masturbasi. Tetapi tentu tidak semua orang dapat merasakan manfaat ini, khususnya bagi yang memang ingin merasakan orgasme. Sekali lagi, tidak ada akibat buruk secara fisik karena melakukan masturbasi. Akibat psikis mungkin muncul pada sebagian orang yang menganggap masturbasi adalah perbuatan yang salah atau dosa.

Gambar

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:42 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Menghargai Diri dengan Masturbasi

Masturbasi sering dianggap dosa dan merusak tubuh karena bisa menyebabkan banyak penyakit yang sifatnya menetap. Contohnya, hilangnya kemampuan melihat, melemahkan susunan urat saraf, perkembangan kelamin menjadi abnormal, mendatangkan penyakit buah pelir, tulang belakang lemah, sperma encer, susah punya anak, badan jadi lemah, dan kurus hingga memengaruhi kemampuan otak.

Namun, di negara-negara Barat, anggapan bahwa masturbasi merugikan sudah lama ditepis. Betty Dodson, edukator s3ks dan guru masturbasi dari Amerika Serikat, berpendapat bahwa masturbasi merupakan perilaku dan inti dari citra seksual diri kita sendiri. “Masturbasi merupakan bentuk pertama dari ekspresi seksual,” sebut Dodson dalam buku s3x for One: The Joy of Selfloving. “Masturbasi bisa membuat kita mandiri seumur hidup,” tambahnya.

Menurutnya, masturbasi merupakan cara bagi kita untuk belajar sendiri mengenai respons seksual. Keterampilan belajar ini disebut sexual skill. Seperti yang lain, keterampilan seksual itu harus dipelajari dan dilakukan untuk dinikmati.

“Ini merupakan kesempatan bagi kita menemukan fisik dan nalar kita untuk semua rahasia seksual yang kita sembunyikan dari diri sendiri. Apakah ada cara lebih baik untuk menikmati kreativitas seksual selain dengan masturbasi? Dengan masturbasi, kita merasakan perasaan lepas karena tidak usah memenuhi standar atau memuaskan pasangan dalam menikmati s3ks atau takut dikritik dan ditolak,” kata Dodson.

Dodson tidak sendirian dalam mengemukakan pendapatnya soal peran penting masturbasi dalam kehidupan manusia. Menurut para ahli, banyak dari kita mulai menemukan s3ks sejak kecil lewat masturbasi. Anak balita sudah mulai meneliti alat kelamin mereka.

“Orangtua harus bijaksana menghadapinya. Bila mereka melarang begitu saja, ketika sang anak beranjak remaja dan dewasa akan kesulitan dengan fungsi seksualnya karena merasa ‘kotor’ dengan diri sendiri. Kalau itu terjadi, bagaimana dia bisa menikmati s3ks dengan pasangannya kelak ketika menikah,” kata Lianny Hendranata, penulis buku Seksualitas Tombol Ajaib Menuju Kebahagiaan.

Perasaan “kotor” dengan diri sendiri itu bisa memengaruhi citra diri dan bagaimana cara pandang terhadap diri sendiri. Bisa jadi kita bisa benci dengan diri sendiri. Seperti diungkapkan Nancy Friday dalam bukunya The Power of Beauty, benci pada diri sendiri mengakibatkan tingkah laku negatif terhadap kemaluan sendiri. Padahal, pendapat kita mengenai kemaluan itu merupakan gambaran sentral mengenai keseluruhan diri kita.

Pandangan buruk mengenai diri kita itu akan meminta orang lain untuk melihatnya buruk pula. “Secara tidak sadar kamera citra diri kita itu menyimpan gambaran bahwa ada yang jelek untuk dilihat di antara dua paha kita dan kita malu memandangnya di cermin. Pandangan jelek pada kemaluan itu diproyeksikan ke bagian tubuh lain, seperti hidung, kaki, dan semuanya. Terjadilah koreksi diri yang diekspresikan lewat ketidakpuasan terhadap diri sendiri,” papar Lianny.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:42 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Ketagihan Onani, Apa Dampaknya?

Onani merupakan salah satu perilaku seksual yang sering dilakukan bila seseorang tidak mampu menahan dorongan seksualnya. Karena kurangnya informasi, ada banyak mitos salah yang beredar mengenai onani dan masturbasi. Salah satunya menyebutkan bahwa perilaku seksual ini menyebabkan kemandulan.

Apabila onani menjadi kebiasaan dan dilakukan cukup sering, maka hal itu memang akan berakibat pada kemandulan sementara. Menurut dr Maya Trisiswati, agar dapat membuahi sel telur, sel sperma perlu dimatangkan terlebih dahulu.

"Butuh 72 jam bagi sel sperma untuk matang. Jika sering-sering dikeluarkan lewat onani, maka spermanya tidak bisa matang dan tidak bisa membuahi," kata dokter yang menjadi Kadiv Akses dan Layanan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Karena itu, bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya onani ataupun hubungan seksual sebaiknya tidak dilakukan setiap hari supaya sel sperma bisa matang.

Ia menambahkan, secara medis tidak ada dampak buruk dari melakukan onani. "Sepanjang dilakukan dengan tangan yang bersih dan tanpa alat, boleh-boleh saja melakukan onani atau masturbasi. Ini lebih sehat daripada berganti-ganti pasangan," urainya dalam sebuah acara lokakarya mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, beberapa waktu lalu di Bandung.

Meski tidak berdampak secara medis, dr Maya mengingatkan dampak psikologis dari kebiasaan melakukan onani. Bila menjadi kebiasaan dan kemudian ketergantungan, perilaku ini bisa memengaruhi perkembangan otak. "Yang akan berkembang pesat adalah otak yang mengarah pada kesenangan sehingga bisa mengarah pada perilaku obsesif kompulsif," katanya.

Terlalu sering melakukan onani atau masturbasi juga menunjukkan ketidakmampuan kita mengendalikan dorongan seksual, yang berarti pikiran kita lebih banyak dipenuhi oleh hal-hal yang bersifat erotis.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:46 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
5 Hal Penting soal Masturbasi

Para ahli mengatakan, sebagian besar lelaki pernah melakukan masturbasi, entah untuk mengurangi stres, membantu tidur nyenyak, dan lain sebagainya.

Meskipun begitu, ada hal-hal medis yang mungkin belum pernah diketahui tentang masturbasi. Inilah 5 hal penting tentang masturbasi yang perlu diketahui para pria:

1. Tak ada istilah "masturbasi abnormal"

Pria kerap kali bertanya apakah ada sesuatu yang abnormal dengan cara mereka masturbasi. Para ahli sendiri enggan mendefinisikannya dalam kata "normal" atau "abnormal", tetapi mereka menyatakan bahwa pria melakukannya dengan frekuensi dan teknik yang sangat bervariasi.

"Sebagai manusia, kita terlalu beragam untuk menerapkan sebuah norma tertentu mengenai masturbasi yang normal atau tidak," kata Betty Dodson, PhD, seksolog dari New York sekaligus penulis buku s3x for One.

"Setiap orang melakukan masturbasi dengan caranya sendiri. Apakah ia menggunakan tangannya, menggosokkan pada sesuatu, menggunakan mainan s3ks atau obyek rumah tangga, mengenakan pakaian khusus, berfantasi, melihat sebuah buku atau majalah, mencoba posisi yang berbeda, atau melihat dari cermin," kata Martha Cornog, penulis The Big Book of Masturbation.

2. Masturbasi tak sepenuhnya aman

Tidak seperti s3ks dengan pasangan, masturbasi tidak menularkan penyakit seksual. Anda juga tidak akan mengalami ketegangan otot, kantung mata akibat kelelahan, dan rasa canggung yang sering dihadapi ketika berhubungan intim dengan pasangan.

Namun, masturbasi pun tak sepenuhnya dijamin aman. "Masturbasi hanyalah aktivitas s3ks paling aman yang pernah ada. Tapi, hukum fisika dan biologi tidak akan berhenti mengatakan bahwa masturbasi aman hanya karena masturbasi biasa dilakukan," kata Cornog.

Rata-rata pria mengetahui, apabila mereka keseringan melakukan masturbasi atau terlalu kuat saat melakukannya, maka hal itu dapat mengiritasi kulit penis. Di sisi lain, pria kurang mengetahui bahwa kebiasaan melakukan onani dengan keadaan telungkup, misalnya dengan menekan pada bantal atau bahkan karpet lantai, bisa melukai uretra. Oleh sebab itu, pengeluaran urine dari penis tidak seperti biasanya, tetapi menyemprot dengan keras sehingga sulit dikendalikan.

Barbara Bartlik, MD, psikiater dan terapis s3ks di New York, mengatakan, dia melihat pria yang menderita trauma uretra yang parah karena masturbasi dengan cara telungkup sehingga ia tidak lagi dapat menggunakan toilet berdiri tapi harus buang air kecil sambil duduk.

Dalam kasus tertentu yang sangat langka, masturbasi atau berhubungan s3ks dengan pasangan juga dapat menyebabkan fraktur penis. Kondisi yang menyakitkan ini terjadi karena sobekan di bagian albuginea tunika (jaringan putih yang mengelilingi lapisan spons penis) akibat penis yang sedang ereksi mengenai benda keras atau dipaksa menekuk ke bawah. Dalam keadaan darurat, hal ini sering kali berakhir dalam kondisi harus dioperasi.

3. s3ks sendiri mengubah kehidupan s3ks Anda atau sebaliknya

Untuk berbagai alasan, s3ks kala sendiri dapat memberi manfaat. Masturbasi dapat membantu mengenali respons seksual Anda sendiri—apa yang dirasakan baik bagi Anda dan apa yang tidak—sehingga Anda akan lebih mampu menjelaskan kepada pasangan mengenai sentuhan yang tepat.

Ini juga membantu Anda belajar untuk mengenali saat "yang tak bisa dihindari" tepat sebelum orgasme dan membantu mengajari pasangan bagaimana menghindari ejakulasi dini.

Mungkin yang paling signifikan, masturbasi adalah mekanisme atau solusi terbaik bagi pria yang tidak dapat melakukan hubungan s3ks sementara di saat pasangannya sakit, atau sedang menstruasi, atau memeliki dorongan s3ks yang tak sesuai dengan dirinya sendiri.

Bagi sebagian pria, "s3ks solo" dapat menjadi sebuah obsesi sehingga mereka mulai kehilangan gairah bercinta dengan pasangan mereka. Perasaan sakit hati dan keterasingan pasangan akibat obsesi "s3ks solo" akan membuat Anda sulit mempertahankan hubungan.

Para ahli menekankan, masturbasi sah-sah saja bahkan untuk para pria yang sudah berkomitmen. "Kita tidak dapat berasumsi bahwa hanya karena seorang pria masturbasi, maka itu akan menuai masalah terhadap hubungan primernya," kata Bartlik.

4. Beberapa teknik masturbasi memicu disfungsi seksual

Para ahli memperingatkan, pria yang sering merangsang dirinya dengan cara yang tidak mensimulasikan s3ks dengan pasangan (misalnya, membelai sangat cepat atau dengan tekanan besar atau gesekan) bisa mengidap gangguan ejakulasi. Dengan disfungsi s3ks tersebut, seseorang akan kesulitan atau bahkan tidak mungkin mencapai klimaks selama berhubungan s3ks dengan pasangan.

"Siapa pun yang mengalami disfungsi seksual harus bertanya kepada dirinya sendiri apakah ia melakukan masturbasi dengan cara-cara yang menimbulkan sensasi berbeda dari yang diperoleh dari tangan, mulut, atau vagina pasangannya. Lalu ia harus memperhitungkan apa yang dapat merangsang pasangan Anda dan mengubah cara masturbasi Anda untuk membuatnya seperti yang diinginkan pasangan," kata Michael A Perelman, PhD, profesor psikiatri dan urologi dari Weill Cornell Medical College di New York.

5. Masturbasi memengaruhi risiko kanker prostat

Sebuah studi yang dilakukan di Australia tahun 2003 dan dipublikasikan BJU International menyatakan, ejakulasi terkait dengan penurunan risiko kanker prostat di kemudian hari.

Namun, dalam studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam The Journal of American Medical Association, seorang peneliti melaporkan bahwa "frekuensi ejakulasi tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker prostat." Dalam kedua studi ini, frekuensi ejakulasi termasuk berhubungan seksual dengan pasangan dan masturbasi.

Sementara itu, dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Januari lalu dalam BJU International menunjukkan bahwa pria muda yang sering masturbasi berisiko lebih tinggi mengidap kanker prostat. Namun, apabila pria lebih tua sering masturbasi, hal itu akan menurunkan risiko kanker prostat. Adapun berhubungan seksual dengan pasangan tidak menjadi faktor terhadap risiko terkena kanker prostat.

Para peneliti berasumsi bahwa masturbasi bukan satu-satunya yang dapat memicu risiko kanker prostat pada pria yang sering masturbasi di usia 20-an dan 30-an. Pria sering melakukan masturbasi karena memiliki kadar hormon s3ks yang tinggi. Pria muda yang secara genetis cenderung memiliki hormon yang sensitif pada kanker prostat tentu berisiko tinggi bila hormon s3ks mereka berlebih.

Sementara itu, pria berusia di atas usia 50 tahun dan sering melakukan masturbasi ternyata membantu mengeringkan cairan prostat yang mungkin mengandung zat-zat pemicu kanker.

Gambar

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:46 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Masturbasi Tak Pengaruhi Ukuran Mr P

Normal tidaknya ukuran penis selalu menjadi hal yang mengkhawatirkan para pria muda. Tak sedikit juga yang terpengaruh oleh mitos bahwa masturbasi bisa membuat ukuran Mr P alias penis lebih besar.

Onani atau masturbasi sebagai salah satu perilaku seksual sebenarnya tidak ada kaitannya dengan membesarkan ukuran penis. Onani juga tidak akan menyebabkan kemandulan. Meskipun demikian, dorongan seksual yang timbul di usia remaja hendaknya dikendalikan sehingga masturbasi tidak menjadi kebiasaan.

Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung cara-cara pembesaran penis, baik itu pil, krim, injeksi, pembebatan, atau operasi. Memang sebagian besar pria berharap ukuran "alat tempur" mereka bisa diubah meski faktanya pasangan mereka tidak pernah mengeluhkan panjang pendeknya ukuran.

Dr Hernando Chaves, pakar seksologi klinik dari Beverly Hills, California, mengatakan, ukuran penis bukanlah jawaban pada kepuasan seksual seorang wanita. "Tidak penting membesarkan ukuran penis, yang harus dilakukan mempelajari teknik memuaskan dan titik-titik rangsangan dari tubuh pasangan. Selain tentu juga meningkatkan kedekatan emosional dan teknik komunikasi," paparnya.

Ia menyebutkan, pria yang selalu cemas akan ukuran alat tempurnya justru akan lebih sering mengalami hambatan ereksi. "Cintailah diri sendiri, camkan dalam diri bahwa Anda seksi dan menggairahkan. Bersikap positif dan selalu percaya diri," katanya.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:48 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
4 Alasan Anda Perlu Masturbasi

Masturbasi sering dikonotasikan dengan sesuatu yang bersifat negatif. Orang menjadikannya alat yang ideal untuk mendapatkan kesenangan diri. Hal ini tak dapat dilepaskan dari fungsi masturbasi itu sendiri.

Pada dasarnya, masturbasi adalah aktivitas merangsang diri sendiri. Bila hal ini dilakukan perempuan, maka ia akan menstimulasi area genitalnya, seperti vagina dan klitoris. Perempuan yang sudah terbiasa mengeksplorasi area vulva-nya, bahkan mampu menemukan area G-spot. Kerap kali perempuan berhasil mencapai orgasme melalui rangsangan ini.

Tak banyak orang yang membicarakan teknik ini, meskipun kenyataannya tak sedikit orang yang bermasturbasi. Hasil studi bahkan menunjukkan bahwa perempuan yang rutin bermasturbasi berpeluang mengalami kehidupan seksual yang lebih memuaskan. Lebih dari itu, mereka juga akan memiliki kesehatan yang lebih baik, termasuk hubungan perkawinan yang lebih bahagia.

Ada poin penting yang juga perlu Anda ketahui mengenai masturbasi. Dengan masturbasi, Anda akan lebih memahami kebutuhan seksual Anda sendiri. Ketika Anda tak mampu berkomunikasi dengan pasangan mengenai hubungan s3ks yang memuaskan kedua belah pihak, masturbasi menjadi salah satu cara bagi Anda untuk mengeksplorasi seksualitas Anda. Ketika Anda mampu menikmati masturbasi, kepercayaan diri Anda juga akan meningkat.

Manfaat kesehatan
Seperti telah disebutkan di atas, ada sejumlah manfaat kesehatan yang bisa diperoleh dari masturbasi, di antaranya:

Mencegah infeksi saluran kemih dan infeksi serviks
Dalam berbagai studi pernah diungkapkan bahwa perempuan akan terlindung dari infeksi serviks dan infeksi saluran kemih (ISK) jika mereka masturbasi secara rutin. Ketika seorang perempuan mengalami orgasme, terjadi pembukaan pada leher rahimnya, yang kemudian akan menimbulkan proses peningkatan jumlah bakteri baik di dalam leher rahim. Masturbasi juga menghasilkan pelumas alami vagina, yang akan membantu membilas organisme yang menyebabkan infeksi.

Memperbaiki fungsi kardiovaskuler dan menurunkan risiko diabetes tipe 2
Perempuan yang mendapatkan orgasme secara teratur, melalui hubungan s3ks dengan pasangan maupun masturbasi, juga menunjukkan peningkatan kesehatan kardiovaskuler (yang berkaitan dengan jantung) dan mengembangkan daya tahan yang lebih besar terhadap diabetes tipe 2.

Obat alami untuk insomnia
Masturbasi akan membuat Anda mampu melupakan stres yang dihasilkan oleh kesibukan kerja. Seusai sesi masturbasi, Anda juga bisa tidur lebih lelap. Apa pun jenis aktivitas seksual yang Anda lakukan, akan memperbaiki kadar dopamin, hormon yang memberikan rasa senang. Ketika Anda baru mencapai klimaks, hormon yang memberikan efek menenangkan (endorfin dan oksitosin) akan dilepaskan. Perasaan senang dan nyaman ditambah dengan rasa hangat setelah orgasme yang intens inilah yang akan membantu Anda tidur lebih nyenyak.

Dasar panggul yang lebih kuat
Tidak perlu diragukan lagi bahwa masturbasi akan membantu memperbaiki kekuatan dasar panggul. Dasar panggul yang sehat akan meningkatkan fungsi-fungsi seksual secara keseluruhan, dan membantu Anda menikmati sesi bercinta dengan lebih baik.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:50 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Mengapa Pria Sering Menyangkal Masturbasi?

Hampir semua pria melakukan masturbasi, tetapi mengapa masih banyak di antara mereka yang menyangkalnya?
Kebanyakan pria bahkan menyembunyikan aktivitas ini dari istri mereka sendiri, tak lain karena sifat dari masturbasi itu sendiri yang masih dianggap tabu. Namun, sebagai pasangannya, Anda perlu mengetahui apakah suami juga melakukan masturbasi.

Dengan mengetahui kebiasaan ini, Anda bisa mencari tahu apakah ada masalah yang tidak terungkap. Dengan menerima kenyataan bahwa suami bermasturbasi, artinya juga menerima dia apa adanya.

Jika dilakukan pria lajang

Sampai sekarang, masturbasi yang dilakukan pria kerap kali dikonotasikan sebagai perilaku yang tidak sehat, tidak dewasa, mesum, dan yang paling parah, menunjukkan keputusasaan. Coba lihat adegan Jason Biggs yang bermasturbasi dengan kue pai di American Pie (1999), Michael Pitt di The Dreamers (2003), atau Ben Stiller di There's Something About Mary (1998).

Karena itu, masih banyak pria yang enggan membicarakannya. Saat masih sekolah atau kuliah, misalnya, pria biasanya tak akan mengakui telah terbiasa ber-"swalayan". Bila rahasianya sampai bocor, seumur-umur ia akan menjadi bahan olokan teman-temannya. Tak jarang pelakunya akan mendapatkan julukan khusus yang akan menetap selamanya. Remaja yang ketahuan sudah berhubungan s3ks akan dinilai berdosa, tetapi melakukan masturbasi akan dianggap lebih memalukan. Jadi, sebelum perilaku ini tak lagi dianggap tabu, pria akan menyangkalnya.

Jika dilakukan pria menikah

Menurut Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd., Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dalam kolom konsultasi s3ks di Kompas Health, ada empat kemungkinan mengapa pria menikah masih masturbasi. Pertama, pasangannya sedang tidak ada di tempat. Kedua, hubungan seksual tidak memberikan kepuasan. Ketiga, hanya untuk variasi. Keempat, terikat pada masturbasi akibat pengalaman sebelumnya.

Ada pula kondisi lain yang "mendesak". Anda mungkin sedang ada di rumah, tetapi dia tidak ingin berlama-lama membangunkan hasrat Anda lebih dulu. Ia ingin melakukannya dengan cepat dan mudah.

Apa pun penyebabnya, masturbasi bukan petunjuk seseorang mengalami kelainan seksual. Lalu, mengapa mereka menyembunyikan aktivitas ini?

Kemungkinan besar, pria ini khawatir pasangannya jadi merasa risih dengannya. Tak sedikit pula perempuan yang memandang perilaku tersebut tak ubahnya seperti selingkuh. Perempuan akan merasa bersalah, atau setidaknya bertanya-tanya, apa yang salah dengan dirinya sehingga pasangannya memilih untuk masturbasi. Jadi, daripada sang istri menolak untuk berhubungan intim karena telah memergokinya masturbasi, pria memilih untuk menutupnya rapat.

Jika Anda bisa menerima kebiasaan pasangan ini, sebenarnya Anda bisa mendukungnya. Berikan bantuan seperti beraksi membuka pakaian Anda satu per satu bak penari striptis, menari dengan gaya erotis di hadapannya, atau turut melakukan masturbasi. Hal ini akan lebih membangkitkan imajinasinya sehingga bisa mencapai orgasme lebih cepat.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Jum Nov 23, 2012 10:54 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Masturbasi, Kapan Mulai Tak Wajar?

Pada satu masa dalam hidupnya, hampir semua pria pernah melakukan masturbasi sambil menonton film erotis atau gambar wanita seksi. Para ahli berpendapat, kegiatan tersebut jika dilakukan oleh pria lajang termasuk hal yang normal.

Sebagian pria lajang memang ada yang takut jika kebiasaannya masturbasi dengan materi pornografi itu akan terus berlanjut, tetapi kebanyakan pria mengaku mereka tidak bermasalah untuk mengganti fokus tersebut pada wanita yang nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Yang menjadi masalah dari kegiatan masturbasi dan materi pornografi adalah jika hal itu dilakukan oleh pria yang sedang berada dalam sebuah hubungan. Menurut para ahli ada dua dimensi yang melatari seorang pria menikah melakukan masturbasi, antara lain membantu penyaluran hasrat ketika pasangannya sedang sakit, sedang dalam masa pemulihan pasca melahirkan, atau ketika secara geografi terpisah jarak.

Perilaku itu juga bisa dipicu karena ia sedang marah atau menghukum pasangannya, atau ia tidak mendapatkan apa yang diharapkan dari s3ks dengan pasangannya. Misalnya karena tuntutan yang tidak terpenuhi atau fantasi yang tidak realistik, atau juga karena tidak tertarik lagi pada perubahan bentuk tubuh pasangan.

Namun jika kebiasaannya menelusuri situs p0rno untuk melakukan masturbasi itu mempengaruhi bagian lain dari kehidupannya, seperti pekerjaan atau hubungannya dengan pasangan, bisa jadi ia memang terobsesi pada s3ks. Bila perilaku ini sulit untuk diubah, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan konsultan pernikahan atau psikiater.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:39 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Lama Tidak Ejakulasi, Berbahayakah?

TANYA

Pak Dokter, saya suami yang mempunyai istri super cerewet. Karena kebiasaannya itu, saya jadi malas meminta berhubungan. Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun setelah anak ke-3 kami lahir. Saya sempat selingkuh untuk mengatasi keinginan saya, tapi lama-lama saya pikir ini perbuatan yang salah. Sampai sekarang, saya bisa menahan untuk tidak berhubungan. Saya mulai aktif melakukan meditasi untuk menetralkan diri. Pertimbangan saya, karena anak-anak sudah besar-besar, baiknya saya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya sudah pasrah dok dan mulai menikmati keadaan ini. Memang beberapa kali saat keinginan itu muncul, saya minta ke istri, namun jawabannya di luar dugaan. Alasan capeklah, lagi sakitlah dsb.. Pertanyaan saya, apakah ada efek negatif bagi kesehatan saya, jika sperma bertahan lama karena tidak berhubungan s3ks? Benarkah bisa menjadi kanker prostat dll? Terima kasih atas advis dari dokter.
(Parto, 44, Bandung)

JAWAB

Kehidupan seksual suami istri seharusnya dipertahankan agar selalu dan tetap harmonis. Berarti kalau terjadi disharmoni, seharusnya segera diselesaikan agar kembali harmonis. Penyebab ketidakharmonisan harus diatasi dan diselesaikan. Kalau benar istri "super cerewet", ya dia harus diberitahu. Tetapi perlu direnungkan juga mengapa dia begitu. Apa itu bukan akibat dari sesuatu?

Cara anda dengan mengalihkan atau menekan dorongan seksual, bukanlah cara yang salah. Pada dasarnya, dorongan seksual dapat dikontrol sesuai kondisi. Masalahnya, apakah dengan cara itu istri tidak merasa terganggu dan apakah kehidupan seksual tidak semakin terganggu?

Mengenai sperma yang lama tidak diejakulasikan, sebenarnya bukan masalah dan tidak berbahaya. Tidak ada bukti ilmiah yang kuat bahwa sperma yang lama tidak diejakulasikan dapat mengakibatkan kanker prostat. Benar pernah ada tulisan yang mengaitkan dengan kanker prostat.

Tetapi ini mudah dibantah dengan data lain, misalnya di kalangan pria yang tidak menikah atau menjalankan selibat, tidak terrcatat kejadian kanker prostat lebih tinggi dibandingkan pria yang menikah.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:42 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Haruskah Sperma dikeluarkan Rutin?

TANYA

Saya ingin bertanya mengenai pengeluaran sperma. Apakah ada patokan seberapa sering pengeluaran sperma yang baik itu, berapa kali dalam seminggu atau dalam sebulan? Apakah baik jika sperma tidak dkeluarkan sampai adanya pernikahan? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.
(Bayu, 20, Palembang)

JAWAB

Tidak ada ketentuan berapa kali seminggu sperma harus dikeluarkan (ejakulasi). Juga tidak ada ketentuan apakah sperma harus dikeluarkan atau tidak. Lebih jauh, tidak ada bukti bahwa sperma yang tidak dikeluarkan akan memberikan manfaat tertentu. Tetapi dalam kaitan dengan kemampuan menghamili, maka dalam waktu 3-5 hari setelah keluar yang terakhir, sperma berada dalam kondisi yang baik.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:45 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Bentuk, Aroma dan Warna Sperma yang Baik

TANYA

Prof, saya ingin bertanya mengenai kualitas sperma. Sebenarnya, seperti apakah bentuk, aroma dan warna sperma atau air mani lelaki yang normal? Berapa banyak pula volumenya yang ideal saat ejakulasi? Ketika saya melakukan masturbasi, saya mendapati sperma saya ada semacam cendol bening atau seperti ada ampasnya dan menggumpal.Kira-kira, gejala apakah ini. Apakah ini termasuk normal? Terima kasih.
(Ardian,19, Klaten)

JAWAB

Sperma normal secara kasat mata dapat dilihat sebagai berikut. Warna kelabu pucat, aroma khas (seperti bunga akasia), volume sekitar 2-4 ml. Ketika baru dikeluarkan tampak gumpalan, yang dalam waktu beberapa menit akan mencair. Selanjutnya diperlukan pemeriksaan di bawah mikroskop untuk mengetahui kualitas dan kuantitasnya, apakah normal atiu tidak. Dari situ dapat disimpulkan, apakah kesuburan normal atau tidak normal.

Gambar

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:46 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Efek Menahan Ejakulasi

TANYA

Prof, saya mau bertanya . Apakah baik jika sperma ditahan agar tidak jadi keluar, misalnya saat hendak mencapai klimaks dimana sperma semestinya keluar tapi ditahan supaya tidak keluar? Itulah yang saya alami Prof.. Saya tidur dan bermimpi p0rno, dimana efeknya akan mimpi basah, ketika sperma nya mw keluar, saya bangun dan berusaha supaya sperma tersebut tidak jadi keluar. Padahal seharusnya memang harus keluar karena sudah mencapai klimaksnya..Apakah hal tersebut baik atau berakibat fatal Prof..? Terimakasih Prof atas jawabannya.
(Roni, 28, Medan)

JAWAB

Ejakulasi atau keluarnya sperma terjadi bersamaan dengan orgasme. Tetapi ejakulasi dan orgasme adalah dua peristiwa yang berbeda, bukan satu peristiwa. Kalau ketika merasakan orgasme, Anda menahan agar ejakulasi tidak terjadi, itu bukan masalah. Tidak ada akibat buruk apapun yang akan terjadi karena menahan terjadinya ejakulasi.
Tetapi juga tidak ada gunanya menahan agar tidak terjadi ejakulasi. Jadi tidak ada manfaat apapun dengan menahan agar tidak terjadi ejakulasi. Namun cara mengontrol ejakulasi merupakan salah satu cara untuk mengatasi ejakulasi dini.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:48 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Cara Sederhana Kontrol Ejakulasi

TANYA

Dok, saya sudah menikah selama 4 tahun dan hubungan intim dengan istri berjalan lancar. Namun, ada kalanya sedikit terganggu karena saya kadang mengalami ejakulasi/orgasme lebih dahulu daripada istri sehingga saya merasa bersalah ketika istri belum orgasme sudah harus selesai. Bagaimanakah caranya agar orgasme saya bisa ditunda, menuggu agar istri bisa lebih dulu orgasme. Terima kasih atas jawabannya.
Agus, 37, Madiun

JAWAB

Kalau hanya kadang-kadang Anda mengalami orgasme dan ejakulasi lebih cepat, atau lebih dulu dari istri, sebenarnya itu bukan suatu disfungsi seksual. Tetapi kalau itu sering kali atau selalu terjadi, dan mengganggu istri, itu baru merupakan masalah. Inilah yang disebut ejakulasi dini.

Untuk mengatasi agar tidak terjadi ejakulasi yang cepat, cara sederhananya ialah mengurangi atau menghentikan sesaat gerakan ketika melakukan hubungan seksual. Setelah itu dimulai lagi. Tetapi kalau terjadi sering kali, apalagi selalu terjadi (tergolong ejakulasi dini), tentu diperlukan obat untuk mengontrolnya.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Jan 31, 2013 11:50 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Penis Dipotong, Bisakah Tersambung Kembali?

Seorang pria asal California Selatan, Amerika Serikat, mungkin menjalani operasi untuk menyambung kembali penisnya setelah dipotong oleh sang istri dan dibuang ke tempat sampah.

Menurut Dr Andrew Kramer, ahli bedah urologi dari University of Maryland Medical Center, jika sebagian besar bagian penisnya masih bisa diselamatkan, penyambungan mungkin dilakukan.

"Seburuk-buruknya penyambungan itu adalah opsi terbaik," kata Kramer yang tidak terlibat dalam penanganan kasus itu.
Agar operasi penyambungan itu sukses, bagian penis yang terpotong harus disimpan dalam es dan idealnya disambung dalam waktu 24 jam. Namun, menurut Kramer, jika penis tidak bisa dipulihkan lagi atau potongannya lebih dari satu bagian, diperlukan pemasangan penis baru.

Pencangkokan penis itu dilakukan dengan mengambil otot, terutama dari lengan atas atau paha, dan dipasangkan di bagian pelvis.

"Otot itu harus terhubung dengan baik supaya mendapat pasokan darah. Kemudian otot itu ditutupi dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh lain," katanya.

Menurut Kramer, penis seperti itu bisa berfungsi secara seksual atau dengan kata lain bisa ereksi. Alat prostetik yang dikenal dengan implan penis bisa dimasukkan ke dalam penis.

"Tetapi secara estetika penis baru ini tidak mirip dengan penis normal," kata Kramer yang memiliki keahlian dalam bidang implan penis dan disfungsi ereksi ini.

Bila bagian ureta yang menghubungkan kandung kemih dengan penis ikut terpotong, diperlukan rekonstruksi juga. Menurut Kramer, biasanya dokter bedah akan merekonstruksinya agak di bawah skrotum. "Ini berarti pria tersebut harus buang air kecil dengan posisi duduk," ujarnya.

Kendati dipasang implan penis, menurut Kramer, seorang pria tetap bisa mencapai kepuasan dalam hubungan s3ks karena saraf-saraf yang terlibat dalam orgasme masih terhubung.

"Tetapi pria itu tidak bisa ejakulasi. Jika ingin memiliki anak, ia bisa melakukan ekstrak sperma yang diambil dari testisnya dan dilakukan bayi tabung," katanya.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Feb 13, 2013 9:49 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Pengaruh Masturbasi pada Hormon Testosteron

Tak sedikit pria yang melakukan masturbasi secara rutin, terutama jika mereka tak bisa mendapat kepuasan dari sesi bercinta. Meski tidak memberikan pengaruh secara langsung, namun masturbasi tetap berdampak pada kadar hormon testosteron.

Rendahnya kadar testosteron pada pria bisa menyebabkan berbagai gangguan, baik fisik maupun psikis. Termasuk diantaranya adalah berkurangnya rambut di tubuh, gangguan ereksi, berkurangnya massa otot, hingga gangguan kesuburan.

Ada banyak faktor yang menyebabkan penurunan level testosteron. Ketahui pengaruh dari masturbasi terhadap level si hormon pria ini.

Siklus hormonal
Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Zhejiang University, ejakulasi yang dihasilkan dari masturbasi akan mengganggu siklus hormonal. Ejakulasi yang diikuti dengan absen selama 6 hari akan menyebabkan kadar hormon testosteron pada hari ke-7 meningkat pesat, sampai 146 persen.

Level naik
Sebuah studi tahun 2010 menyebutkan, kadar testosteron akan meningkat selama hubungan s3ks atau masturbasi. Namun penelitian lain menunjukkan kalau kadar testosteron sedikit lebih tinggi setelah masturbasi, terutama pada pria berusia muda.

Menurunkan level testosteron
Menurut artikel yang ditulis dalam situs Ask Men, pria yang setiap hari melakukan masturbasi memiliki level testosteron lebih sedikit sehingga hasrat mereka untuk bercinta ikut redup.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Feb 20, 2013 8:44 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Bila Ejakulasi Tak Kunjung Sampai

Membicarakan gangguan seksual pada pria, biasanya yang pertama muncul dalam benak adalah disfungsi ereksi alias impotensi, baru disusul ejakulasi dini. Padahal, tak sedikit pria yang menderita sulit mencapai ejakulasi.

Pria yang mengalami kesulitan ejakulasi sebenarnya tidak ada masalah dengan ereksinya, tetapi mereka sulit mencapai klimaks. Berbeda dengan disfungsi ereksi, gangguan sulit ejakulasi ini belum memiliki obat yang sudah disetujui lembaga berwenang.

Kebanyakan pria mencapai ejakulasi 4-10 menit dari dimulainya intercourse. Bila melebihi waktu tersebut Anda belum juga bisa mencapai klimaks dan kelelahan, besar kemungkinan Anda menderita gangguan ejakulasi.

Kebanyakan pasien dan dokter juga jarang mendiskusikan gangguan seksual tersebut sehingga sulit memastikan berapa banyak pria yang mengalaminya.

Menurut Dr Michael O'Leary, profesor bedah dan ahli urologi dari Harvard Medical School, kesulitan ejakulasi bisa dipicu oleh berbagai hal, misalnya efek samping obat atau problem psikologi dengan pasangan.

"Semua hal yang mengganggu fungsi saraf di area pelvis berpotensi mengganggu ejakulasi dan aspek lain dalam fungsi seksual pria," kata O'Leary.

Penyebab yang paling sederhana adalah efek dari kecanduan alkohol. Faktor penuaan juga berdampak pada kelambatan mencapai klimaks akibat ereksi tidak sekuat sebelumnya.

Sementara itu, obat-obatan seperti obat hipertensi atau antidepresan golongan SRI (serotonin reuptake inhibitor) juga bisa mengganggu ejakulasi. Namun, beberapa pria cukup terbantu ejakulasinya setelah mengonsumsi obat anti-impotensi.

Obat-obatan untuk mengatasi kesulitan ejakulasi masih dalam tahap penelitian. Dalam penelitian terhadap 72 pasien di Amerika diketahui hampir 69 pasien berhasil mencapai orgasmenya setelah mengonsumsi obat dotinex.

"Penyebab gangguan ejakulasi yang paling sering adalah masalah psikologi dengan pasangan," kata David L Rowland, profesor psikologi dan penulis buku Sexual Dysfunction in Men.

Menurut Rowland, cukup banyak pria yang merasa komunikasinya dengan pasangan memburuk, terutama seputar kebutuhan seksualnya. Sebagian pasien juga merasa sulit terangsang atau tidak bisa mendapatkan yang diharapkan.

"Untuk para pria ini, berdiskusi dengan konselor profesional bersama dengan pasangan sangat membantu," katanya.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Feb 20, 2013 8:45 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
7 Hal Tak Terduga Penyebab Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi atau ketidakmampuan mempertahankan ereksi seringkali dialami oleh pria karena berbagai faktor. Faktor usia merupakan faktor utama bagi pria terkait risiko disfungsi ereksi. Menurut National Institutes of Health, sekitar 4 persen dari pria berusia 50 tahun telah mengalami disfungsi ereksi, sementara hampir 50 persen dari pria yang berusia 75 tahun pun mengalami hal yang serupa.

Namun selain faktor usia, ternyata ada beberapa faktor yang mungkin tidak terduga yang dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Berikut 7 faktornya:

1. Konsumsi obat untuk rambut rontok

Pengobatan untuk rambut rontok memiliki efek samping di antaranya disfungsi ereksi dan penurunan libido pada sebagian pria, demikian menurut sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Sexual Medicine. Sementara obat mungkin membantu dalam mengatasi rambut rontok, perubahan hormon juga dapat menentukan kemampuan untuk mencapai ereksi.

2. Penyakit gusi

Penyakit gusi dengan peradangan kronis dan infeksi meningkatkan risiko dari disfungsi ereksi, demikian menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Sexual Medicine. Penyakit gusi merupakan indikator dari lemahnya kesehatan tubuh secara umum dan dapat dihubungkan juga pada peningkatan risiko penyakit jantung, dan faktor risiko untuk disfungsi ereksi, ujar para peneliti.

3. Istri Anda beteman dengan sahabat pria Anda

Sudah menjadi rahasia umum bahwa faktor psikologis memiliki peran besar dalam performa s3ks Anda, namun ada sesuatu yang mungkin baru Anda ketahui: ketika istri Anda menghabiskan waktu lebih banyak dengan teman pria Anda, mungkin itu akan jadi pemicu dari disfungsi ereksi bagi Anda, demikian menurut sebuah studi yang dimuat dalam American Journal of Sociology.

4. Bersepeda

Bersepeda dapat meningkatkan risiko dari disfungsi ereksi. Sebuah review artikel tahun 2005 yang dipublikasi dalam jurnal Sexual Medicine menemukan bahwa sebanyak 4 persen dari pesepeda yang menghabiskan waktu paling tidak tiga jam per minggu di atas sadel, menderita disfungsi ereksi tingkat moderat, semestara hanya 1 persen dari pelari yang mengalami hal yang serupa.

5. Diabetes

Menurut National Institute of Health, pria dengan penyakit diabetes memiliki kemungkinan dua pertiga lebih besar untuk mengalami disfungsi ereksi daripada pria tanpa diabetes. Gula darah yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak saraf dan pembuluh darah yang mengendalikan ereksi dan darah yang mengalir menuju penis.

6. Tekanan darah tinggi

Pembuluh darah dan aliran darah yang sehat merupakan syarat esensial untuk memperoleh dan mempertahankan ereksi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di dalam tubuh, sehingga mereka pun kehilangan elastisitasnya dan kurang mampu lagi untuk mengalirkan darah dengan volume yang sama dengan cepat, terutama ke arah penis saat ereksi.

7. Depresi

Depresi merupakan faktor yang sangat mempengaruhi disfungsi ereksi. Saat depresi, terjadi ketidakseimbangan komponen biokimia di dalam otak sehingga menyulitkan tubuh untuk mengalirkan darah ke penis saat ereksi.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Topik ini dikunci, anda tidak dapat megubah post atau membuat balasan.  [ 70 post ]  Pergi ke halaman Sebelumnya  1, 2, 3, 4  Berikutnya

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. tanya seputar penis

normalguy

1

1782

Rab Mei 29, 2013 7:12 pm

Alfa male Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Pertanyaan seputar relationship

jamesjames

8

552

Sel Mar 05, 2013 2:20 pm

kucing_hitam Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. pengalaman seputar gayDar

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

senjo

45

6162

Min Mar 01, 2015 12:56 am

Aqua Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Tips Penting Seputar Parfum

mynameisdrama

3

950

Rab Sep 26, 2012 7:57 pm

fahri.jr Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Penelitian seputar One Nite Stand !!

eros noel

1

469

Sen Feb 23, 2015 10:10 pm

possiblyhuman Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. 10 Kejadian Yang Aneh Seputar Koma'

boyzone

14

1096

Min Des 02, 2012 11:56 am

Quadro Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Bagian tubuh COWOK yang paling disukai oleh Sesama Cowok

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1 ... 6, 7, 8 ]

mynameisdrama

137

159330

Sel Feb 07, 2017 3:42 pm

Ricky Wang Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Nujum Penis

ezareza

8

4112

Kam Jul 18, 2013 10:41 pm

clara.ceacilia Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. sounding penis

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

gilliant

25

8192

Sel Jun 30, 2015 11:44 am

david abbas Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. memperbesar penis?

darklordgetho

3

1702

Min Nov 17, 2013 1:16 pm

felixjr Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. MASUKIN PENIS DI PANTAT

One piece

7

2114

Sel Jan 05, 2016 8:40 pm

Dark Ard Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. kalender bergambar 12 penis pria

coeur gelé

13

23502

Sel Jan 24, 2012 9:28 pm

hunterman_77 Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. 80% Penis Pria Berwarna Hitam

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

AllAboutMens

18

11001

Kam Apr 25, 2013 11:21 am

Ascareus Kratos Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Anehnya Restoran Penis di China

ri-chan

8

1862

Sel Mei 14, 2013 11:51 pm

koinz Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Penyebab gatal pada penis

AllAboutMens

0

413

Jum Des 18, 2015 3:26 pm

AllAboutMens Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Tidak ada user yang terdaftar dan 26 tamu


gay Seputar Penis oleh Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAAC Indonesia
gay Penyebab gatal pada penis Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO