Gay Indonesia
http://gayindonesia.net
Tempat utk berbagi dan berdiskusi, persahabatan, teman dan cinta gay Indonesia



Sekarang ini Rab Feb 22, 2017 8:42 am

Waktu dalam UTC + 7 jam




Postkan topik baru Topik ini dikunci, anda tidak dapat megubah post atau membuat balasan.  [ 8 post ] 
Pengarang Pesan
PostDipost: Sel Nov 01, 2011 8:20 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Pertanyaan Dasar tentang HIV/AIDS

Apakah jalur utama penularan HIV?
Di bawah ini adalah jalur-jalur utama seseorang dapat terinfeksi HIV:

- s3ks dengan penetrasi tanpa pengaman dengan seseorang yang terinfeksi
- Suntikan atau transfusi darah atau produk darah yang tercemar, donasi cairan mani (inseminasi buatan), tandur kulit (skin graft) atau transplantasi organ yang diambil dari seseorang yang terinfeksi.
- Dari seorang ibu yang terinfeksi ke bayinya, hal ini dapat terjadi selama kehamilan, saat lahir, dan selama masa menyusui.
- Berbagi alat suntik yang tidak disterilisasi yang sebelumnya telah digunakan oleh seseorang yang terinfeksi.

Dapatkah saya terinfeksi jika pasangan saya tidak memiliki HIV?
Tidak. Seperti semua penyakit menular seksual, HIV tidak dapat ‘diciptakan’, hanya dapat ditularkan. Jika Anda yakin pasangan Anda tidak mengidap HIV, maka tidak ada risiko terkena, bahkan jika Anda melakukan s3ks tanpa pengaman (baik melalui vagina, oral, atau an a l). Walaupun demikian, tetap ada risiko terjadi kehamilan dan penyakit menular seksual lainnya (jika pasangan Anda mengidapnya), jadi sebaiknya Anda tetap menggunakan kondom atau bentuk KB lainnya sebisa mungkin.

Seberapa amankah s3ks oral?
Meskipun ada kemungkinan terinfeksi HIV melalui s3ks oral, risiko terinfeksi dengan cara ini lebih rendah daripada risiko terinfeksi melalui hubungan seksual tanpa pelindung.
Saat memberikan s3ks oral pada seorang pria (mengisap atau menjilat penis) seseorang dapat menjadi terinfeksi HIV jika cairan mani yang terinfeksi bersentuhan dengan gusi yang rusak, atau dengan luka yang terdapat di mulut.
Memberikan s3ks oral pada wanita juga dianggap berisiko relatif rendah. Penularan bisa terjadi bila cairan yang terinfeksi dari wanita masuk ke mulut pasangannya. Kecenderungan infeksi dapat meningkat bila terdapat darah haid atau bila si wanita terinfeksi penyakit menular seksual lainnya.
Kecenderungan baik pria maupun wanita menjadi terinfeksi HIV sebagai akibat memberikan s3ks oral sangatlah rendah, karena ludah tidak mengandung jumlah yang dapat menyebabkan menular dari HIV.

Bagaimana kemungkinan terkena HIV bila pasangan saya tidak melakukan penetrasi (tidak masuk)?
Meskipun penelitian mengatakan bahwa kadar HIV yang tinggi kadang dapat terdeteksi di precum (cairan bening yang keluar dari ujung penis laki-laki sebelum ejakulasi), sulit untuk menentukan apakah HIV terdapat dalam jumlah cukup untuk menimbulkan infeksi. Untuk menjaga agar tidak terjadi kemungkinan terkena HIV atau penyakit menular seksual lainnya sebaiknya lakukan s3ks yang aman.

Apakah berciuman merupakan jalur penularan HIV?
Ciuman dalam atau dengan mulut terbuka merupakan aktivitas berisiko rendah dalam hal penularan HIV. HIV terdapat di ludah hanya dalam jumlah yang sangat sedikit yang tidak cukup untuk menyebabkan terjadinya infeksi.
Hanya terdapat satu kasus seseorang terinfeksi HIV melalui ciuman, akibat terpapar ke darah yang mengandung HIV ketika berciuman. Jika mulut Anda atau pasangan Anda berdarah, sebaiknya hindari berciuman sampai perdarahan berhenti.

Apakah lesbian atau perempuan yang berhubungan s3ks dengan perempuan lain berisiko terkena HIV?
Lesbian/wanita biseksual tidak berisiko tinggi terkena HIV melalui hubungan seksual antar wanita. Sangat sedikit wanita yang diketahui menularkan HIV ke wanita lain secara seksual, walaupun secara teoritis mungkin apabila cairan vagina yang terinfeksi atau darah dari pasangan dengan HIV positif memasuki vagina wanita lain.

Apakah berhubungan s3ks melalui dubur lebih berisiko terkena HIV dibandingkan melalui vagina atau s3ks oral?
Hubungan seksual melalui anus memiliki risiko yang lebih tinggi daripada bentuk aktivitas seksual lainnya, Lapisan usus besar bawah mengandung sel yang lebih sedikit daripada vagina sehingga dapat rusak dengan mudah, menyebabkan terjadinya perdarahan selama hubungan seksual. Hal ini kemudian dapat menjadi jalur ke aliran darah.

Apakah menggunakan jari selama s3ks berisiko penularan HIV?
Memasukkan jari ke dalam anus atau vagina seseorang hanya akan berisiko tertular HIV bila terdapat luka pada jari tersebut dan jika terdapat kontak langsung dengan darah, cairan vagina atau air mani yang mengandung HIV dari orang lain. Terdapat pula risiko apabila seseorang yang memasukkan jari mempunyai HIV dan jarinya berdarah.

Apakah terdapat hubungan antara HIV dengan penyakit menular seksual lainnya?
HIV dan penyakit menular seksual lainnya dapat saling mempengaruhi. Adanya penyakit menular seksual pada orang yang terkena HIV dapat meningkatkan risiko penularan HIV. Hal ini dapat terjadi melalui luka pada kemaluan yang dapat berdarah atau melalui cairan alat kelamin.
Seseorang dengan HIV negatif yang memiliki penyakit menular seksual berisiko lebih tinggi terinfeksi HIV melalui s3ks. Hal ini dapat terjadi jika penyakit menular seksual tersebut menyebabkan luka pada kulit (misal sifilis atau herpes), atau jika menstimulasi sistem kekebalan/imun pada area kelamin (misal klamidia atau gonore). Penularan HIV lebih cenderung terjadi pada penyakit menular seksual dengan luka daripada yang tanpa luka.
Menggunakan kondom selama berhubungan seksual merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV.

Dapatkah saya terkena HIV melalui kontak atau aktivitas sosial biasa seperti berjabat tangan, berciuman, berbagi gunting kuku, kolam renang, dudukan toilet, dan bersin?
Tidak, HIV bukan merupakan virus yang ditularkan melalui udara, air, atau makanan dan tidak dapat bertahan lama di luar tubuh manusia. Karena itu kontak sosial biasa seperti mencium, bersalaman, batuk, atau berbagi alat makan tidak menyebabkan penularan virus dari satu orang ke orang lainnya.

Dapatkah saya terkena HIV dari jarum pada kursi bioskop?
Banyak cerita yang beredar di internet dan e-mail tentang orang yang terkena HIV dari jarum yang ditinggalkan di kursi bioskop atau lubang koin kembalian. Rumor ini tidak memiliki dasar fakta.
Untuk dapat terjadinya infeksi HIV lewat cara ini pada jarum harus terdapat darah yang mengandung virus dalam kadar tinggi. Jika seseorang tertusuk jarum yang terinfeksi, ia dapat menjadi terinfeksi, tetapi kemungkinannya hanya 0,4%.
Walaupun jarum bekas dapat menularkan penyakit yang ditularkan melalui darah seperti Hepatitis B, Hepatitis C dan HIV, risiko terjadinya infeksi dengan cara ini sangatlah rendah.

Adakah risiko penularan HIV ketika ditato, tindik atau cukur rambut?
Jika peralatan yang terkontaminasi darah tidak disterilisasi maka terdapat risiko penularan HIV. Meskipun demikian, orang yang mengerjakan tindik atau mentato sebaiknya mengikuti prosedur yang disebut ‘kewaspadaan universal’ yang dibuat untuk mencegah penularan infeksi lewat darah seperti HIV dan Hepatitis B.
Pada tempat cukur rambut tidak terdapat risiko infeksi kecuali bila kulit terluka dan darah yang terinfeksi mengenai luka. Alat cukur yang biasa digunakan tukang cukur sekarang memiliki mata pisau sekali pakai sehingga mengurangi risiko infeksi seperti Hepatitis dan HIV.

Apakah petugas kesehatan berisiko terkena HIV melalui kontak dengan pasien HIV positif?
Risiko petugas kesehatan terpapar HIV sangat rendah, terutama bila mereka mengikuti kewasapadaan universal (universal precaution). Risiko terutama melalui kecelakaan dari jarum atau benda tajam lainnya yang mungkin terkontaminasi HIV.
Diperkirakan risiko infeksi dari jarum suntik kurang dari 1%. Di Inggris misalnya, terdapat 5 kakus penularan HIV melalui paparan saat bekerja di layanan kesehatan dan 12 kasus dugaan. Di AS, terdapat 56 kasus penularan HIV ketika bekerja sampai Juni 2000.
Risiko penularan lewat jarum lebih tinggi bila terdapat cedera dalam, bila jarumnya berlubang atau bila sumber memiliki kandungan virus tinggi, atau bila instrumen tajam terkontaminasi darah.

Apakah saya berisiko terkena HIV ketika pergi ke dokter atau dokter gigi?
Penularan HIV di tempat layanan kesehatan sangat jarang. Semua tenaga kesehatan diwajibkan mengikuti prosedur pengendalian infeksi ketika merawat pasien. Prosedur ini dinamakan kewaspadaan universal untuk pengendalian infeksi, yang dibuat untuk melindungi baik pasien maupun petugas kesehatan dari penularan penyakit lewat darah.

Jika mata saya terpercik darah atau terkena darah di mulut saya, dapatkah saya menjadi terinfeksi HIV?
Penelitian menunjukkan bahwa risiko infeksi HIV lewat cara ini sangat kecil. Sejumlah kecil orang –biasanya di tempat layanan kesehatan- terinfeksi HIV akibat percikan darah ke mata.
Darah pada mulut memiliki risiko lebih rendah. Lapisan mulut sangat protektif sehingga satu-satunya cara HIV bisa masuk aliran darah hanya bila pasien memiliki luka terbuka atau daerah yang meradang di mulut atau tenggorokan (bila darah tertelan). Bahkan seseorang harus terkena darah segar dalam jumlah yang cukup signifikan (misal jumlah yang dapat terlihat jelas atau terasa) langsung ke daerah luka untuk adanya risiko. HIV diencerkan oleh ludah dan mudah terbunuh oleh asam lambung begitu darah tertelan.

Dapatkah saya terkena HIV melalui gigitan?
Infeksi HIV melalui cara ini tidak biasa terjadi. Hanya terdapat beberapa kasus yang terdokumentasi tentang penularan HIV akibat gigitan. Pada kasus ini, robekan dan kerusakan jaringan yang berat dilaporkan selain adanya darah.

Dapatkah saya terinfeksi HIV melalui kontak dengan binatang seperti anjing dan kucing?
Tidak. HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia). Virus ini hanya mengenai manusia. Ada jenis virus lainnya yag secara spesifik mengenai kucing atau primata lainnya, yaitu Feline Immunodeficiency Virus (FIV) dan Simian Immunodeficiency Virus (SIV). Virus ini tidak berisiko pada manusia.
Adanya kekhawatiran dari beberapa orang bisa terinfeksi bila dicakar binatang yang sebelumnya mencakar orang dengan HIV positif. Hal ini sepertinya tidak bisa dan tidak terdapat kasus penularan dengam cara demikian.

Dapatkah saya terkena HIV melalui seekor nyamuk?
Tidak. Tidak mungkin mendapatkan HIV dari nyamuk. Ketika mengisap darah dari seseorang, nyamuk tidak menyuntikkan darah dari orang sebelumnya yang digigit. Yang nyamuk suntikkan adalah ludah yang berfungsi sebagai pelumas dan memungkinkan nyamuk makan dengan efisien.

Dapatkah HIV ditularkan di rumah?
HIV banyak ditularkan melalui kontak seksual, melalui penggunaan obat suntik, melalui transfusi darah, dan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. HIV tidak ditularkan melalui kontak sosial sehari-hari.
Suatu kasus di Australia akhir tahun 90-an melibatkan dua saudara perempuan. Keduanya dites positif dalam waktu satu bulan satu sama lain. Risiko paparan pada kakak teridentifikasi melalui adanya kontak seksual dengan seorang pria Rusia. Adiknya tidak memiliki risiko paparan dan penyelidikan menyimpulkan satu-satunya risiko paparan yang mungkin adalah berbagi pisau cukur untuk mencukur kaki. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa mereka memiliki strain virus Rusia yang sama, yang tidak biasa ditemukan di Australia.
Kasus lain melibatkan seorang ibu dan anak laki-lakinya, juga di Australia, yang keduanya diuji positif HIV. Anaknya memiliki risiko pajanan di Thailand beberapa tahun sebelumnya, sedangkan sang ibu tidak dapat mengidentifikasi paparan yang mungkin. Anaknya memiliki kelainan kulit psoriasis dan pemberian krim pada kulit anaknya diidentifikasi sebagai satu-satunya jalur yang mungkin. Analisis menunjukkan bahwa keduanya memiliki strain yang sama, ditemukan di Thailand dan tidak biasa di Asutralia.
Walaupun penularan HIV antara anggota keluarga dan anggota yang tinggal di rumah yang sama mungkin terjadi, jumlahnya sangat kecil dan kasus yang terdokumentasi sangatlah jarang.

Dapatkah saya terinfeksi HIV bila saya menyuntikkan narkoba dan berbagi jarum dengan orang lain, tanpa mensterilisasi jarum tersebut?
Terdapat suatu kemungkinan menjadi terinfeksi dengan HIV jika Anda berbagi peralatan suntik yang sama dengan seseorang yang memiliki virus. Jika darah yang terinfeksi HIV menetap di dalam jarum atau syringe dan seseorang kemudian menggunakannya untuk menyuntik diri mereka sendiri, darah mereka dapat terdorong masuk ke aliran darah. Berbagi jarum dapat memindahkan virus. Menyucihamakan peralatan dapat mengurangi kemungkinan penularan, namun tidak menghilangkan.

Dapatkah saya menularkan HIV ke bayi saya selama hamil atau menyusui?
Wanita hamil yang terinfeksi HIV dapat menularkan virus ke bayinya yang belum lahir baik sebelum atau selama persalinan. HIV dapat pula ditularkan selama menyusui. Jika seorang wanita mengetahui bahwa ia terinfeksi HIV, maka ada obat-obatan yang dapat diminum untuk mengurangi kemungkinan anaknya menjadi terinfeksi. Cara lainnya untuk menurunkan risiko meliputi pemilihan persalinan melalui caesar dan tidak menyusui.

Apakah mendonorkan darah atau mendapatkan transfusi darah berarti saya menempatkan diri pada risiko terkena HIV?
Beberapa orang telah terinfeksi melalui tansfusi darah yang terinfeksi. Di kebanyakan negara semua darah yang digunakan untuk transfusi sekarang dites HIV. Di negara yang darahnya sudah dites, infeksi HIV melalui transfusi darah kini amat jarang terjadi. Produk darah seperti yang digunakan penderita hemofilia sekarang dipanaskan agar aman.
Mendonorkan darah pada pusat donor darah tidak membawa risiko karena semua alat harus steril dan jarum untuk mengambil darah tidak digunakan kembali.

Dapatkah HIV ditularkan di luar tubuh?
Meskipun HIV dapat hidup dalam waktu singkat di luar tubuh, penularan HIV belum pernah dilaporkan sebagai akibat kontak dengan percikan atau bekas darah, cairan mani atau cairan tubuh lainnya. Hal ini sebagian karena HIV mati cukup cepat begitu terpapar ke udara dan juga karena cairan yang teciprat harus masuk ke aliran darah untuk menyebabkan infeksi.
Para ilmuwan setuju bahwa HIV tidak bertahan baik di lingkungan luar sehingga jauh kemungkinan adanya penularan melalui lingkungan. Untuk mendapatkan data ketahanan HIV, penelitian di laboratorium biasanya menggunakan konsentrasi tinggi virus yang dikembangkan di lab. Meskipun kadar HIV ini dapat hidup selama berhari-hari atau bahkan mingguan di bawah pengawasan, penelitian menunjukkan bahwa mengeringkan konsentrasi HIV yang tinggi mengurangi jumlah virus infeksius sebanyak 90-99% selama beberapa jam.
Karena konsentrasi HIV yang digunakan di penelitian laboratorium lebih tinggi daripada yang sebenarnya ditemukan di darah atau spesimen lain, risiko infeksi HIV dari cairan tubuh yang mengering mungkin mendekati nol.

Apakah sunat melindungi dari HIV?
Terdapat bukti yang kuat menunjukkan bahwa pria yang disunat mengurangi risiko setengah dari risiko pria yang tidak disunat untuk mendapatkan HIV melalui hubungan s3ks beda jenis kelamin. Bagaimana pun juga, sunat tidak membuat seorang pria kebal terhadap infeksi HIV, hanya berarti lebih kecil kemungkinannya.

Jika saya minum obat antiretrovirus dan memiliki viral load yang tidak terdeteksi, apakah saya masih menular?
Bahkan jika tes Anda menunjukkan kadar HIV sangat rendah dalam darah Anda, virus tersebut akan tidak hilang seluruhnya dan Anda akan tetap bisa menginfeksi orang lain. Obat-obatan tertentu tidak menembus kelamin dengan baik sehingga tidak dapat melumpuhkan HIV sama efektifnya dengan di darah. Hal ini berarti bahwa meskipun Anda memiliki sedikit virus aktif yang terlihat di tes darah, masih ada sejumlah HIV pada cairan mani atau vagina. Penularan lebih kecil kemungkinannya bila Anda memiliki jumlah virus rendah, namun tetap mungkin sehingga Anda sebaiknya selalu menerapkan kewaspadaan.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 20, 2011 12:21 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 1:17 pm
Post: 957
Lokasi: Yogya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 10 times
Deskripsi diri: like to make a friendship with everyone
HIV dan AIDS tidak sama

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.

AIDS singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi, beberapa penyakit bisa menjadi lebih parah daripada biasanya.

Sistem kekebalan tubuh dan antibodi

Sistem kekebalan tubuh kita bertugas untuk melindungi kita dari penyakit apa pun yang setiap hari menyerang kita. Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh ketika benda asing ditemukan di tubuh manusia. Bersama dengan bagian sistem kekebalan tubuh yang lain, antibodi bekerja untuk menghancurkan penyebab penyakit, yaitu bakteri, jamur, virus, dan parasit.

Sistem kekebalan tubuh kita membuat antibodi yang berbeda-beda sesuai dengan kuman yang dilawannya. Ada antibodi khusus untuk semua penyakit, termasuk HIV. Antibodi khusus HIV inilah yang terdeteksi keberadaannya ketika hasil tes HIV kita dinyatakan positif.

Bagaimana virus ini bekerja?

Di dalam tubuh kita terdapat sel darah putih yang disebut sel CD4. Fungsinya seperti sakelar yang menghidupkan dan memadamkan kegiatan sistem kekebalan tubuh, tergantung ada tidaknya kuman yang harus dilawan.

HIV yang masuk ke tubuh menularkan sel ini, ‘membajak’ sel tersebut, dan kemudian menjadikannya ‘pabrik’ yang membuat miliaran tiruan virus. Ketika proses tersebut selesai, tiruan HIV itu meninggalkan sel dan masuk ke sel CD4 yang lain. Sel yang ditinggalkan menjadi rusak atau mati. Jika sel-sel ini hancur, maka sistem kekebalan tubuh kehilangan kemampuan untuk melindungi tubuh kita dari serangan penyakit. Keadaan ini membuat kita mudah terserang berbagai penyakit.

Masa tanpa gejala

Setelah kita terinfeksi, kita tidak langsung sakit. Kita mengalami masa tanpa gejala khusus. Walaupun tetap ada virus di dalam tubuh kita, kita tidak mempunyai masalah kesehatan akibat infeksi HIV, dan merasa baik-baik saja. Masa tanpa gejala ini bisa bertahun-tahun lamanya.

Karena tidak ada gejala penyakit pada tahun-tahun awal terinfeksi HIV, sebagian besar Odha tidak tahu ada virus itu di dalam tubuhnya. Hanya dengan tes darah dapat kita mengetahui dirinya terinfeksi HIV.

Menjalani cara hidup yang baik dan seimbang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan dapat memperpanjang masa tanpa gejala. Cara hidup ini termasuk makan makanan yang bergizi, kerja dan istirahat yang seimbang, olahraga yang teratur tetapi tidak berlebihan, serta tidur yang cukup. Sebaiknya hindari merokok, memakai narkoba dan minum minuman beralkohol yang berlebihan. Jauhkan diri dari stres dan cobalah untuk selalu berpikir positif. Jangan menyalahkan diri – atau pun orang lain – karena kita terinfeksi HIV.

Kesehatan sistem kekebalan: Jumlah CD4

Satu akibat dari infeksi HIV adalah kerusakan pada sistem kekebalan tubuh kita. HIV membunuh satu jenis sel darah putih yang disebut sel CD4. Sel ini adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh, dan jika ada jumlahnya kurang, sistem tersebut menjadi terlalu lemah untuk melawan infeksi.

Jumlah sel CD4 dapat diukur melalui tes darah khusus, yang disebut tes CD4. Jumlah normal pada orang sehat berkisar antara 500 sampai 1.500. Setelah kita terinfeksi HIV, jumlah ini biasanya turun terus. Jadi jumlah ini mencerminkan kesehatan sistem kekebalan tubuh kita: semakin rendah, semakin rusak sistem kekebalan.

Jika jumlah CD4 turun di bawah 200, ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh kita cukup rusak sehingga infeksi oportunistik dapat menyerang tubuh kita. Ini berarti kita sudah sampai masa AIDS. Kita dapat menahan sistem kekebalan tubuh kita tetap sehat dengan memakai obat antiretroviral (ARV).

_________________
Gambar
The Truth of Life is Being What I Am To Be
Review Film Bertemakan Gay
A Story Without A Title☞Ch1.Kisah Klasik Utk Masa Depan
Love with Many Angle(Cinta Tak Bersegi)☞THE END
Homoseksual : Analisa Penyebab dg 4 Pendekatan (pg.3)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 20, 2011 12:24 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 1:17 pm
Post: 957
Lokasi: Yogya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 10 times
Deskripsi diri: like to make a friendship with everyone
Diskriminasi (perlakuan yang tidak adil)

Dalam Strategi Nasional Penanggulangan AIDS Indonesia disebutkan sebagai salah satu asas dasar bahwa setiap pemberi layanan berkewajiban memberi layanannya kepada orang dengan HIV atau AIDS tanpa membeda-bedakan. Indonesia juga ikut menandatangani Deklarasi Paris Desember 1994, yang menunjukkan janji mendukung orang dengan HIV/AIDS, mendukung antidiskriminasi, hak asasi manusia, serta asas-asas yang etis untuk menjadi bagian dari upaya penanggulangan AIDS.

‘HIV Stop di Sini’

Pasti tidak ada satu pun orang di antara kita yang ingin agar pasangan kita mengalami nasib seperti kita. Pasti kita ingin agar virus di tubuh kita tidak menular pada orang lain. Oleh karena itu, diluncurkan prakarsa ‘HIV Stop di Sini’, untuk memotong rantai penularan HIV.

Memang ada banyak tantangan terkait ‘HIV Stop di Sini’, yang dapat sulit dihadapi. Namun ada banyak manfaat buat kita bila kita berupaya untuk mendukung prakarsa ini, termasuk kesempatan untuk mengubah persepsi masyarakat mengenai Odha.

s3ks

Kita tidak perlu berhenti berhubungan s3ks hanya karena kita terinfeksi HIV, tetapi yang penting kita harus melakukannya secara aman.

s3ks melalui vagina dan dubur dapat mengakibatkan kulit atau selaput alat kelamin luka atau lecet. s3ks yang aman berarti menghindari agar darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi HIV tidak masuk ke tubuh pasangan kita melalui luka atau lecet tadi. Ini berarti kita harus memakai kondom setiap kali bersanggama. Pada s3ks oral (memakai mulut), walaupun risikonya kecil, perlu diperhatikan bahwa luka atau radang pada mulut dan gusi dapat menjadi jalan masuk HIV.

Manfaat s3ks aman


Melindungi diri kita dari infeksi menular seksual misalnya gonore (GO) atau sifilis, yang akan mempengaruhi kesehatan kita
Melindungi pasangan s3ks kita dari HIV
Jika pasangan kita juga HIV-positif, s3ks aman dapat menghindari kita terinfeksi ulang dengan tipe atau jenis HIV yang lain

Kondom

Memakai kondom dengan benar termasuk s3ks yang aman. Kondom yang dipakai secara benar adalah efektif untuk menghindari masuknya air mani, cairan vagina, atau darah ke dalam tubuh kita atau pasangan kita saat berhubungan s3ks. Jadi bukan sekadar menghindari kehamilan saja. Virus juga tidak dapat lewat atau menembusi kondom yang kondisinya baik.

Perhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada bungkus kondom. Waktu membuka bungkusnya, perhatikan jangan sampai kondom ikut tersobek. Pakai kondom begitu ereksi terjadi. Setelah ejakulasi, lepaskan kondom ketika penis masih tegang untuk menghindari air mani tumpah ke luar. Ikat kondom yang sudah terpakai dan buang di tempat sampah. Pakai kondom baru tiap kali berhubungan s3ks.

Jika memakai pelicin, pakai yang berbahan dasar air, misalnya KY Jelly, Aquagel atau Sutra lubricant. Jangan memakai pelicin yang mengandung minyak, misalnya baby oil atau krim pelembab tubuh, karena pelicin ini dapat mengakibatkan kondom rusak.

_________________
Gambar
The Truth of Life is Being What I Am To Be
Review Film Bertemakan Gay
A Story Without A Title☞Ch1.Kisah Klasik Utk Masa Depan
Love with Many Angle(Cinta Tak Bersegi)☞THE END
Homoseksual : Analisa Penyebab dg 4 Pendekatan (pg.3)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 20, 2011 12:26 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 1:17 pm
Post: 957
Lokasi: Yogya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 10 times
Deskripsi diri: like to make a friendship with everyone
Binatang peliharaan

Seseorang yang kondisi kesehatannya kurang baik kadang merasa bahwa ia tidak boleh memelihara binatang. Walaupun memang binatang dapat membawa penyakit, melepaskan persahabatan dengan binatang yang disayangi tidak selalu diharuskan. Kasih sayang yang terjalin antara kita dengan binatang peliharaan bermanfaat bagi kita secara emosional maupun fisik.

Pertimbangkan antara manfaat dan risiko dari memelihara binatang. Risikonya adalah tertular virus, bakteri atau parasit yang mungkin hidup pada binatang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita hidup dengan binatang peliharaan. Yang terpenting adalah kebersihan, yaitu kebersihan binatang tersebut, kita sendiri, dan lingkungan tempat tinggal. Berhati-hatilah jika membersihkan kotorannya; jangan sampai menyentuh langsung, atau mintalah bantuan orang lain.

Kita tidak bisa menularkan HIV pada binatang peliharaan kita. Sebaliknya binatang tidak bisa menularkan HIV ke orang lain. Jika kondisi kita sedang tidak begitu sehat, ada baiknya kita kenal seseorang yang dapat mengurus binatang kesayangan kita. Membahas dengan dokter tentang apa saja yang harus kita melakukan agar kita dan binatang kita tetap sehat.

Langkah berikut

Kalau kita ‘kena’ penyakit apa saja, kita cenderung ingin langsung diobati. Tetapi seperti sudah dibahas, kita dapat hidup bertahun-tahun dengan HIV tanpa mengalami masalah kesehatan apa pun, dan selama masa tanpa gejala itu, HIV kita umumnya tidak diobati.

Walau begitu, sebaiknya kita secepatnya mengunjungi dokter yang berpengalaman dengan HIV, untuk pemeriksaan awal. Cara terbaik untuk menemukan dokter adalah dengan pergi ke rumah sakit rujukan ARV, yang sekarang tersedia di semua provinsi. Kalau kita sudah melibatkan diri dengan kelompok dukungan sebaya (KDS), teman-teman di KDS dapat membantu kita bertemu dengan dokter yang cocok.

Pada pemeriksaan awal, dokter akan menanyakan mengenai riwayat kita, akan melakukan pemeriksaan fisik, dan akan merujuk kita ke laboratorium untuk dilakukan beberapa tes, termasuk tes darah. Tes darah ini kemungkinan akan termasuk tes CD4. Pemeriksaan awal ini menyediakan informasi mengenai kesehatan kita secara umum, dan juga menunjukkan stadium penyakit kita.

Tergantung pada jumlah CD4 dan stadium infeksi, mungkin kita dianggap memenuhi kriteria untuk mulai terapi antiretroviral (ART). ART tersedia gratis untuk semua orang di Indonesia yang memenuhi kriteria tersebut melalui rumah sakit rujukan. Namun kemungkinan ada biaya pendaftaran, dan mungkin biaya lain, walau dengan Jamkesmas kemungkinan ada keringanan.

Dan walau kita belum membutuhkan ART, sebaiknya kita tetap periksa ke dokter setiap enam bulan, agar kesehatan kita dapat dipantau, dan kita dapat mulai ART sebelum kita jatuh sakit dengan infeksi oportunistik yang berat.

Obat ‘ajaib’

Banyak dari kita yang berhubungan dengan dukun atau orang pintar. Kita tidak boleh menolak kemungkinan adanya keajaiban, tetapi belum pernah tercatat bahwa AIDS dapat disembuhkan – dengan cara apa pun. Kabar bahwa ada orang dengan AIDS yang telah disembuhkan, setelah diteliti, ternyata salah.

Berpikirlah masak-masak dan dengan hati-hati jika ada yang menawarkan penyembuhan. Sebelum kita bersenang hati telah dinyatakan disembuhkan, periksalah darah kita untuk membuktikannya. Penyembuhan palsu lebih berbahaya dan lebih menghancurkan akibatnya daripada belajar menjalani hidup dengan HIV ini.

_________________
Gambar
The Truth of Life is Being What I Am To Be
Review Film Bertemakan Gay
A Story Without A Title☞Ch1.Kisah Klasik Utk Masa Depan
Love with Many Angle(Cinta Tak Bersegi)☞THE END
Homoseksual : Analisa Penyebab dg 4 Pendekatan (pg.3)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Min Nov 20, 2011 12:28 am 
Offline
Super Model
Super Model
Avatar user

Bergabung: Min Jul 17, 2011 1:17 pm
Post: 957
Lokasi: Yogya
Has Liked: 0 time
Been Liked: 10 times
Deskripsi diri: like to make a friendship with everyone
Terapi antiretroviral

Dulu kita sering dengar AIDS disebut sebagai ‘penyakit yang tidak ada obat.’ Ini istilah yang salah! Sebagian besar infeksi oportunistik dapat diobati, bahkan dicegah, dengan obat yang tidak terlalu mahal dan tersedia luas. Dan sekarang ada obat yang lebih canggih, yang dapat memperlambat kegiatan HIV menulari sel yang masih sehat. Obat ini disebut sebagai obat antiretroviral atau ARV.

Untuk mengobati HIV, tidak boleh memakai satu jenis obat ini sendiri; agar terapi ini dapat efektif untuk jangka waktu yang lama, kita harus memakai kombinasi tiga macam obat ARV yang berbeda. Terapi ini disebut sebagai terapi antiretroviral atau ART.

ART dulu sangat mahal, tetapi sekarang tersedia gratis untuk semua orang di Indonesia dengan subsidi sepenuhnya oleh pemerintah, melalui sejumlah rumah sakit yang ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan ARV. Saat ini ada sedikitnya satu rumah sakit rujukan di setiap provinsi. Departemen Kesehatan (Depkes) mempunyai rencana untuk menetapkan rumah sakit rujukan di setiap kabupaten/kota.

ART hanya berhasil jika dipakai secara patuh, sesuai dengan jadwal, biasanya dua kali sehari, setiap hari. Kalau dosis terlupa, keefektifan terapi akan cepat hilang.

Beberapa orang mengalami efek samping ketika memakai ART, terutama pada minggu-minggu pertama penggunaannya. Penting sekali pengguna ART diawasi oleh dokter yang berpengalaman dengan terapi ini.

Terapi penunjang

Terapi penunjang atau sering disebut terapi tradisional adalah terapi tanpa obat-obatan kimiawi. Tujuan terapi ini adalah untuk meningkatkan mutu hidup, dan menjaga diri agar tetap sehat. Terapi ini juga dapat melengkapi terapi antiretroviral, terutama untuk menghindari efek samping. Dapat juga menjadi pilihan jika kita tidak ingin atau tidak dapat memperoleh ART.

Yang termasuk terapi penunjang antara lain adalah penggunaan ramuan tradisional, tumbuh-tumbuhan, jamu-jamuan, pengaturan gizi pada makanan, dan penggunaan vitamin serta suplemen zat mineral.

Juga termasuk dalam terapi ini adalah yoga, akupunktur, pijat, refleksi, olahraga, dan musik. Terapi secara psikologis, spiritual atau agama, dan emosional juga dapat membantu. Termasuk di sini antara lain konseling, dukungan sebaya, dan meditasi.

Tanggung jawab pribadi dalam menentukan perawatan


Dengan memeriksakan diri secara teratur (sebaiknya sedikitnya setiap enam bulan), kita dapat terus mengetahui keadaan kesehatan kita. Melalui tes darah (TLC, dan CD4 jika mungkin), serta pemeriksaan oleh dokter, kita dapat melihat sejauh mana HIV mempengaruhi sistem kekebalan tubuh kita.

Dokter memberi saran tentang perawatan bagi kita, tetapi kita sendirilah yang memutuskan untuk mengikuti atau tidak. Semakin banyak pengetahuan kita tentang HIV dan terapinya, semakin baik persiapan kita untuk membahasnya dengan dokter dan untuk mengambil keputusan. Dalam hal hidup dengan HIV, jadilah pasangan kerja yang berpengetahuan bagi dokter kita sendiri.

Hubungan yang baik antara dokter dan pasien sangatlah penting. Yang terpenting adalah rasa percaya. Kita perlu perasaan nyaman dan terdukung ketika membicarakan masalah kesehatan kita dengan dokter. Beri tahu dokter jika ada obat-obatan lain, termasuk jamu-jamuan, yang kita minum. Bertanyalah tentang obat atau perawatan yang diberikan pada kita. Jika kita tidak merasa nyaman dan percaya pada dokter kita, boleh saja mencari dokter lain. Jika merasa perlu mendengar pendapat dokter lain atau ingin bertemu dengan spesialis, bahaslah dengan dokter kita dan mintalah bantuannya untuk mengatur hal ini.

_________________
Gambar
The Truth of Life is Being What I Am To Be
Review Film Bertemakan Gay
A Story Without A Title☞Ch1.Kisah Klasik Utk Masa Depan
Love with Many Angle(Cinta Tak Bersegi)☞THE END
Homoseksual : Analisa Penyebab dg 4 Pendekatan (pg.3)


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Nov 24, 2011 11:32 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Artikel yang sangat bagus, Ancien...
Terry masukkan ke Pesan Global...

Thanks a lot...

^_^ V

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Kam Des 01, 2011 4:31 pm 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Kenali Beda HIV dengan AIDS

Badan PBB untuk Masalah AIDS (UNAIDS) menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peningkatan tercepat dalam kasus HIV/AIDS di Asia. Sungguh pun demikian, pemahaman masyarakat akan penyakit HIV/AIDS masih sangat rendah. Berbagai mitos yang salah masih dianggap sebagai kebenaran sehingga menimbulkan stigma dan diskriminasi.

Untuk lebih memahami penyakit ini, simak mitos seputar HIV/AIDS dan temukan faktanya.

HIV sama dengan AIDS

Fakta: Human immunodeficiency virus (HIV) adalah virus yang menghancurkan sel imun tubuh CD4, ini adalah sel yang melawan penyakit. Dengan terapi pengobatan yang baik, seseorang bisa terinfeksi HIV selama bertahun-tahun tanpa berkembang menjadi AIDS.

Seseorang didiagnosa AIDS ketika terjadi penurunan sistem imun yang bermanifestasi dengan munculnya berbagai penyakit opotunistik keganasan, misalnya TBC, herpes, toksoplasma, dan masih banyak lagi. Pada fase ini, penyakit flu pun bisa menyebabkan kematian.

HIV dan AIDS adalah penyakit homoseksual dan PSK

Fakta: Sebagian besar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah heteroseksual (berhubungan s3ks dengan lawan jenis) serta para pengguna narkoba jarum suntik. Data di Indonesia pada tahun 2011 sebanyak 76,3 persen kasus AIDS baru didapatkan dari penularan s3ks heteroseksual.

HIV/AIDS bisa menular lewat kontak biasa

Fakta: Kita tidak akan tertular atau menyebarkan HIV hanya dengan memeluk, mencium, berjabat tangan, atau menggunakan handuk yang sama dengan ODHA. Transmisi virus HIV hanya terjadi melalui hubungan s3ks beresiko tanpa kondom, menggunakan jarum suntik yang sama, serta penularan dari ibu kepada bayi.

HIV/AIDS adalah penyakit kutukan Tuhan

Fakta: Penyakit ini menular melalui darah, hubungan seksual, dan dari ibu ke bayi. Penyakit ini bisa mengenai siapa saja; pria, wanita, bayi, dewasa, homoseksual, atau heteroseksual.

Positif HIV berarti akan segera meninggal

Fakta: Setiap orang yang positif HIV memiliki ketahanan tubuh berbeda-beda. Ada sebagian orang yang perjalanan infeksi HIV menjadi AIDS berlangsung puluhan tahun dan hidup normal, seperti Magic Johnson. Tetapi ada juga yang baru hitungan bulan sudah terkena AIDS. Saat ini, tersedia obat untuk memperlambat laju perkembangan virus, yakni terapi ARV (antiretroviral).

Sumber: http://health.kompas.com/read/2011/12/0 ... engan.AIDS

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
PostDipost: Rab Feb 12, 2014 10:42 am 
Offline
Prime Minister
<b>Prime Minister</b>
Avatar user

Bergabung: Sab Jul 16, 2011 11:58 pm
Post: 6377
Has Liked: 614 times
Been Liked: 112 times
Deskripsi diri: ...Simple...
Fakta HIV/AIDS Ini Wajib Diketahui

Kasus HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi persoalan besar. Angkanya pun terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Data Kementerian Kesehatan pada Oktober 2013 menunjukkan, dari Juli sampai dengan September 2013 jumlah infeksi HIV baru yang dilaporkan sebanyak 10.203 kasus, sedangkan jumlah kasus baru AIDS yang dilaporkan sebanyak 1.983 kasus.

Dari jumlah tersebut, kalangan remaja adalah salah satu kelompok dengan porsi cukup besar. Persentase kumulatif kasus di kalangan remaja memang tidak sebesar kelompok usia lainnya, namun tetap memerlukan perhatian besar.

Bahkan badan PBB untuk masalah anak, UNICEF menyatakan jumlah kematian HIV/AIDS di kalangan remaja di seluruh dunia meningkat hingga 50 persen antara tahun 2005 dan 2012 dan menunjukkan tren mengkhawatirkan.

UNICEF menyebutkan, sekitar 71.000 remaja berusia antara 10 dan 19 tahun meninggal dunia karena virus HIV pada tahun 2005. Jumlah itu meningkat menjadi 110.000 jiwa pada tahun 2012.

Dari data tersebut tampak ancaman HIV/AIDS bagi remaja sungguh nyata. Ironisnya, sebagian besar remaja belum mengetahui secara menyeluruh soal penyakit mematikan ini. Bahkan di antara mereka menganggap, HIV sebagai penyakit yang tak berbahaya. Lebih parah lagi, banyak sekali pemahaman salah terkait HIV/AIDS. Padahal dengan pemahaman dan edukasi yang tepat, penularan dapat dicegah sehingga kematian akibat HIV/AIDS dapat ditekan.

Berikut ini adalah 5 fakta mengenai HIV/AIDS yang perlu dipahami, khususnya bagi kalangan remaja :

1. HIV tidak pandang bulu
Sejak epidemi HIV dimulai 25 tahun lalu, stereotipe yang beredar di masyarakat tentang penderita HIV yaitu para gay, pemakai narkoba dan para pekerja s3ks komersial lah yang mendapat label tersebut. Faktanya, semua orang bisa terkena HIV, dari usia tua, muda , kaya, miskin, wanita, pria, maupun anak – anak dan dari berbagai macam profesi.

2. s3ks oral tak seaman yang diipikir
Oral s3ks seringkali dianggap sebagai cara “aman” melakukan hubungan seksual. Faktanya, berdasar penelitian, cairan tubuh yang terinfeksi seperti semen dan sekresi vagina yang mengandung konsentrasi virus HIV tinggi bisa memasuki aliran darah melalui membran mukosa mulut.

3. Jangan cuma khawatir hamil
Banyak remaja percaya, satu – satunya risiko berhubungan s3ks tanpa proteksi adalah kehamilan. Karena itu dipakailah pil KB, oral s3ks dan ejakulasi di luar demi mencegah kehamilan. Padahal, banyak hal yang harus dikhawatirkan selain kehamilan, yakni adanya penyakit menular seksual (PMS) seperti sifilis, herpes, termasuk HIV yang bisa mengancam kehidupan.

4. Kadang orang tidak mengatakan sesungguhnya, dan kita tidak tahu kenyataannya
Coba Anda pikir sejenak kalimat di atas. Berapa banyak orang yang mengakui bahwa mereka menderita HIV jika ditanya oleh pasangan barunya? Berapa banyak orang yang mengakui kehidupan seksual mereka ketika mereka baru mengenal seseorang? Berapa banyak orang yang benar – benar mengetahui status HIV mereka dan status kesehatan orang – orang yang bersama mereka sebelumnya? Sebuah pernyataan “ partner saya tidak mengidap HIV” hanya bisa diterima jika disertai dengan bukti nyata tes HIV negatif. Tanyalah dengan jelas status HIV mereka dan mintalah mereka melakukan tes sebagai bukti.

5. Belum ada obat untuk si pembunuh
Meski orang dengan HIV/AIDS (ODHA) bisa hidup lebih lama berkat obat antiretroviral, obat ini tidak menyembuhkan. Kalau pun obat-obat ini melindungi dari infeksi opportunistik ini bukanlah “jalan pintas” dari infeksi HIV. Obat ini bahkan menyebabkan efek samping seperti diare, kelelahan berlebihan, kemerahan, mual dan muntah.

Jadi, sebaiknya pikirkanlah dahulu sebelum berbuat terlalu jauh dan merusak masa depan Anda, karena HIV merupakan “silent killer”, si pembunuh senyap yang jelas akan membuat Anda menyesal di masa depan karenanya.

_________________
Gambar
_________________


Atas
 Profil  
 
Tampilkan post-post sebelumnya:  Urutkan sesuai  
Postkan topik baru Topik ini dikunci, anda tidak dapat megubah post atau membuat balasan.  [ 8 post ] 

Waktu dalam UTC + 7 jam


Topik2 lain yg mirip di Gay Indonesia.net:
 Topik2   Pengarang   Balasan   Dilihat   Post terakhir 
Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. pertanyaan gak jelas tentang public figur

omjin

0

338

Kam Des 27, 2012 3:03 pm

omjin Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Pertanyaan Terakhir

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

grey.brown

19

705

Sel Mar 05, 2013 2:33 pm

ChandraBastian Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Pertanyaan seputar relationship

jamesjames

8

552

Sel Mar 05, 2013 2:20 pm

kucing_hitam Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. pertanyaan buat para top !

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

fracta19

25

3236

Min Jun 08, 2014 2:18 pm

yogatantra Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. PERTANYAAN BUAT PARA BISEKS

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3, 4 ]

dear99

69

5321

Kam Jun 19, 2014 7:22 am

Aqua Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Topik ini dikunci, anda tidak dapat megubah post atau membuat balasan. [ask] pertanyaan agak ngeres dan vulgar....uuhhh....!!!!

isds

5

1926

Sel Mei 08, 2012 12:42 am

inner handsome Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. TENTANG GALAU

mero

11

472

Jum Des 16, 2011 7:26 am

rasyidfat Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Semua tentang mu...

yayazious

5

398

Kam Jan 05, 2012 8:53 pm

lol181 Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. tentang hujan

vixion

2

222

Sen Mar 31, 2014 12:26 pm

vixion Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Tentang Aku, Kau dan Cinta Kita…

yayazious

0

497

Kam Jan 26, 2012 1:24 am

yayazious Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. (ASK) Info tentang spa for man jogja

Br0aun

11

19593

Sab Agt 23, 2014 9:25 am

salbutamol Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Nanya tentang Versatile

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

Bornean

20

2107

Sen Agt 05, 2013 7:51 pm

samurai Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. Tentang slim x chubby

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2, 3 ]

leado

45

3070

Sen Mei 19, 2014 6:54 am

rendzrendz Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. kesan tentang crossdress?

iyus

11

637

Sel Jun 24, 2014 9:31 pm

shiya Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

Tidak ada post yang belum dibaca untuk topik ini. tentang pria masa kini

[ Pergi ke halamanPergi ke halaman: 1, 2 ]

giantmanlover

35

1862

Sab Mar 16, 2013 12:05 am

makiri Lihat posting terbaru - Gay Indonesia Forum

 


Siapa yang online

user yang berada di forum ini: Tidak ada user yang terdaftar dan 26 tamu


gay Pertanyaan Dasar tentang HIV/AIDS Indonesia
gay tentang pria masa kini Indonesia
Anda tidak dapat membuat topik baru di forum ini
Anda tidak dapat membalas topik di forum ini
Anda tidak dapat mengubah post anda di forum ini
Anda tidak dapat menghapus post anda di forum ini

Lompat ke:  


Gay Indonesia Forum is powered by phpBB® 2012 phpBB Group, Zend Guard V.5.5.0, and phpBB SEO